Breaking News:

Berita Toba Terkini

Luhut Panjaitan Tegaskan Pembersihan Keramba Jaring Apung di Danau Toba: Nggak Peduli Punya Siapa

Keramba kita akan selesaikan, sudah ada Pak Kapolda, kita akan selesaikan sampai jumlah dia yang boleh ditampung oleh luasan Danau Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan menegaskan perihal pembersihan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba, Kamis (1/5/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan menegaskan perihal pembersihan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba. Bahkan, ia berjanji bakal selesaikan permasalahan sehubungan dengan maraknya keramba jaring apung di Danau Toba.

"Keramba kita akan selesaikan, sudah ada Pak Kapolda, kita akan selesaikan sampai jumlah dia yang boleh ditampung oleh luasan Danau Toba," ungkap Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (5/1/2022).

Ia juga meminta agar KJA di perairan Danau Toba hanya diberi pada tempat yang sudah ditentukan.

Baca juga: Dirut Bank Sumut Dicopot, Edy Rahmayadi : Pihak Inspektorat Masih Melakukan Pemeriksaan

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Turunkan Jabatan Empat Eselon II Pemprov Sumut Jadi Pejabat Administrator

"Kita enggak ada urusan siapapun yang punya itu. Pokoknya, kalau ia harus disingkirkan, harus disingkirkan. Dan, harus berada di tempat yang ditentukan," ungkapnya

"Sekali lagi harus di tempat yang ditentukan. Jadi bisa tertata. Dan menggunakan teknologi yang benar. Pakan itu tidak turun ke bawah yang dapat merusak Danau Toba," lanjutnya.

Selanjutnya, ia menyinggung soal pembersihan kawasan sempadan Danau Toba sejauh 1,5 kilometer dari areal venue F1 H2O secara bertahap.

Baca juga: Perawat RS Bina Kasih yang Lecehkan Rekan Kerjanya Kini Resmi Jadi Tersangka

"Kita minta masyarakat bersama Pak Kapolres, Pak Bupati memberikan perhatian Balige ini. Ya sampai ke sana (menunjuk arah kanan venue saat menghadap Danau Toba) sejauh 1,5 kilometer secara bertahap,"

"Begini kan ya, sejauh ada lahan kompensasi hal itu (pemindahan) akan kita lakukan. Kalau enggak, Danau Toba itu akan tercemar, ada yang buang kotoran ke dalam dan seterusnya," ungkapnya.

Ia juga meminta agar pemerintah daerah tegas dalam penegakan hukum perihal kawasan sempadan Danau Toba.

"Jadi kita harus juga bisa melihat ke depan, jangan hanya melihat sekarang. Jadi, jangan emosional. Ya memang ada pengorbanan. Dulu, mungkin pemerintah kita enggak tertib, sekarang kita tertib. Jadi, Pak Jokowi itu mau kita tertib," terangnya.

"Jadi kalaupun nanti ada pemindahan ganti rugi, pasti ganti untung," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved