Ruang Terbuka Publik Parapat

Sudah Lah Bikin Macet, Parkir Bebas RTP Parapat Ternyata tak Menyumbang Retribusi ke Negara

Keberadaan parkir bebas di ruang terbuka publik (RTP) Parapat ternyata tak menyumbang retribsi ke negara

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Penampakan parkir liar di depan RTP Pantai Bebas Parapat yang belakangan diketahui tak menyumbang PAD bahkan bikin kemacetan, Kamis (5/1/2023) TRIBUN MEDAN-ALIJA MAGHRIBI 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Sejak dibuka untuk umum, Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat kerap menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati keindahan Danau Toba.

Namun nyatanya, puluhan kendaraan pengunjung yang terparkir di bahu jalan RTP Parapat tak memberikan kontribusi untuk negara.

Parahnya, pada momen Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023, puluhan kendaraan yang berjejer terparkir, kerap membuat kemacetan tatkala beraktivitas di waktu-waktu keramaian.

Baca juga: Usai Pantau Arus Lalin di Parapat, Kapolres Simalungun Langsung Gatur Sinaksak

Menurut warga sekitar bermarga Sitanggang, Pemerintah Kabupaten Simalungun sebaiknya mengatur keberadaan parkir di RTP Pantai Bebas Parapat.

“Kami enggak tahu siapa petugas parkirnya. Sering bikin macet. Kami duga ini enggak memberikan retribusi ke negara. Padahal mampu memberikan pemasukan antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, terutama saat musim libur Nataru ini,” kata Sitanggang, Kamis (5/1/2023).

Warga juga meminta Pemkab Simalungun segera mengelola areal parkir, sehingga tidak menjadikan wajah buruk bagi wisatawan luar yang datang.

Baca juga: Liburan Tahun Baru 2023, Wisata Danau Toba Silalahi Dipadati Ribuan Pengunjung

Sebab pemuda yang memainkan peranan sebagai pengelola parkir tak pernah memberikan karcis parkir yang sesuai aturan.

“Para pengunjung dikenakan Rp 2 ribu untuk roda dua, sementara, dan roda empat antara Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu. Enggak ada besaran yang jelas. Pengutipan parkir tanpa memberikan karcis parkir sehingga patut diduga menjadi parkir liar,” katanya. 

Belum Sumbang Retribusi

Berkaitan dengan kondisi yang ada di wilayahnya tersebut Camat Girsang Sipangan Bolon Maruwandi Yosua Simaibang membenarkan, bahwa parkiran di Pantai Bebas Parapat belum memberikan kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Simalungun.

Baca juga: Siantar - Parapat Macet, Sat Lantas Polres Siantar Berlakukan Sistem Buka Tutup

"Sepengetahuan saya belum memberikan kontribusi untuk Pemerintah Kabupaten Simalungun yang artinya disebut parkir liar," ujar Camat Girsang Sipangan Bolon Maruwandi Yosua Simaibang.

Camat pun menyarankan agar mengonfirmasi soal parkir tersebut ke Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun, selaku Organisasi Perangkat Daerah yang berwenang mengelola parkir. 

Baca juga: Realisasi Retribusi Parkir Kota Medan Capai 92,85 Persen, Kabid Parkir: Karena Menerapkan E-Parking

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Simalungun, Sabar Saragih menjelaskan bahwa pihaknya sudah menurunkan personel ke lokasi untuk mengamankan potensi kemacetan yang terjadi. 

“Parkiran yang ada di ruang terbuka publik (RTP) Parapat belum ada retribusinya. Sementara personel kita di lapangan untuk mengawasi ya," ujar Sabar Saragih saat dikonfirmasi via WhatsApp.(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved