Breaking News:

TRIBUN WIKI

SOSOK Nadhirotul Husnah Panggabean, Bidan yang Aktif di Berbagai Organisasi & Miliki Banyak Prestasi

Hal tersebut dilakukannya karena menurut Nady, Bahasa Inggris merupakan keahlian yang wajib dimiliki semua orang dan semua profesi. 

Penulis: Diana Aulia | Editor: Ayu Prasandi
HO
Nadhirotul Husnah Panggabean 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Nadhirotul Husnah Panggabean, wanita kelahiran Sibolga, 29 Maret 1993 merupakan seorang bidan yang aktif di berbagai organisasi dan menorehkan sejumlah prestasi hingga ke tingkat Internasional. 

Bidan yang telah memiliki klinik yang berada di Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang ini menceritakan awal mulanya ia menjadi seorang bidan yang berbanding terbalik dengan sifat dan keinginannya. 

"Menjadi seorang tenaga medis merupakan keinginan kedua orang tua saya terutama Umak (ibu sapaan masyarakat Sibolga) yang awalnya menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dari kedua orang tuanya yanga hanya lulusan SLTA dengan melanjutkan di Akademi Kebidanan," ceritanya kepada Tribun medan pada Sabtu (7/1/2023). 

Baca juga: SOSOK Doan Van Hau, Bek Timnas Vietnam Bernomor Punggung 5 yang Brutal Kepada Skuad Timnas Indonesia

Meski tidak memiliki niat untuk menjadi seorang bidan, Nady sapaan akrabnya, tetap mengikuti keinginan kedua orang tuanya untuk menjadi seorang tenaga medis atau bidan

"Tetap saya jalani keinginan kedua orang tua saya untuk menjadi bidan dengan berkuliah di D3 AKBID Institut Deli Husada Delitua," ucapnya. 

Dikatanya, selesai berkuliah D3 Kebidanan, Nady tidak langsung menjadi seorang Bidan, melainkan Nady melanjutkan pendidikan di bidang Bahasa Inggris. 

Hal tersebut dilakukannya karena menurut Nady, Bahasa Inggris merupakan keahlian yang wajib dimiliki semua orang dan semua profesi. 

Saat itu, Nady memilih untuk di Test English Schoo di Kampung Inggris Pare yang berada di Kabupaten Kediri Jawa Timur. 

"Keinginan saya untuk belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris ini karena pengalaman saya yang pernah mengikuti kompetisi debat bahasa Inggris tingkat kopertis wilayah 1 PTN/PTS di Sumut ketika masih kuliah.

Nah pada saat itu kampus-kampus harus berdebat English dengan jurusan Sastra atupun Pendidikan Bahasa Inggris lainnya yang wajar kurang mendapatkan peringkat yang baik untuk kemampuan Bahasa Inggris dan kerap diremehkan.

Hal tersebut yang membuat saya tertantang untuk menekuni skill bari yaitu kemampuan bahasa Inggris dan menurut saya kemampuan itu akan menjadi jembatan karir untuk saya pribadi ketika berkomunikasi dengan foreigners dan mendapatkan relasi baru," Sebutnya. 

Selama tiga bulan 2 minggu Nady belajar Bahasa Inggris, akhirnya wanita yang mencintai tantangan tersebut mulai menorehkan prestasi di bidang Bahasa Inggris seperti menjadi Volunteer Coordinator Negara Indonesia Pada kegiatan Asian Para Games 2018, Liaison Officer Negara Vietnam Pada kegiatan Asean Somca 2019 Kemendikbud RI. 

Kemudian menjadi delegasi Sumatera Utara Pada kegiatan Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional (PKPMN) 2022 Kemenpora RI, Finalis Putri Praja Pariwisata Indonesia 2016 Bandung, Anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kab. Deli Serdang, Interpreter Indonesia-English di Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dan masih banyak lagi. 

Baca juga: Sosok Nadia Hawasyi yang Marah Disawer saat Mengaji di Panggung, Berprestasi dan Menikah Usia Muda

"Berkat ilmu bahasa Inggris yang saya pelajari dan saya miliki, saya sudah terbang keberbagai Negara untuk menjadi delegasi dan bermanfaat hingga hari ini," Imbuhnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved