Breaking News:

Berita Sumut

Baru Satu Orang Pembunuh Satpam Perusahaan Sawit di Labura Tertangkap, Polisi Buru Pelaku Lainnya

Polres Labuhanbatu mengaku masih memburu tersangka lain, pelaku pembunuhan terhadap Hasrat Siregar (49) Dantonsatpam PT Smart Padang Halaban.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: mustaqim indra jaya
HO
Hasrat Siregar, komandan pleton satpam tewas dikapak ninja sawit. Foto kanan adalah pelaku bernama M Arifin 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polres Labuhanbatu mengaku masih memburu tersangka lain, pelaku pembunuhan terhadap Hasrat Siregar (49) Komandan Pleton (Danton) satpam PT Smart Padang Halaban yang masih berkeliaran.

Berdasarkan informasi yang didapat, pelaku diduga berjumlah 11 orang.

Baca juga: Satpam di Labuhanbatu Tewas Dikampak, Korban Awalnya Tangkap Maling di Perkebunan

Namun Polisi baru berhasil menangkap satu orang, itupun karena menyerahkan diri.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki mengatakan proses pengejaran terus dilakukan.

Saat ini pihaknya sedang menggali keterangan dari pelaku utama yakni, Arifin.

"Masih proses. Masih kita dalami keterangan si Arifin," kata AKP Rusdi, Selasa (17/1/2023).

Sebelumnya, komandan pleton (Danton) Satpam perusahaan kebun sawit PT Smart, Hasrat Siregar (49) tewas mengenaskan dibacok sejumlah orang di Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Hasrat tewas ditempat usai punggung dan kakinya dibacok menggunakan kapak oleh pelaku.

Kapolsek Aek Natas AKP Jeremia Ginting mengatakan kejadian itu terjadi pada Minggu 15 Januari 2023 kemarin.

Saat itu petugas satpam menangkap seorang maling buah kelapa sawit dari perkebunan.

Namun, tak berselang lama teman-teman maling ini datang untuk membebaskan pelaku.

Mengetahui situasi tak kondusif, sebagai komandan satpam, Hasrat Siregar datang ke lokasi.

Baca juga: Pria Berseragam Polisi Serang RS Bandung Medan, Satpam Digebuki Hingga Lebam-lebam

Setibanya di lokasi Hasrat Siregar dibacok menggunakan kapak hingga tewas oleh rekan-rekan maling sawit yang sempat tertangkap.

"Itu masalah penangkapan pencurian sawit, kemudian datang la teman-temannya untuk melepaskan yang ditangkap ini.Datang la satpam ini terjadilah keributan, di kapak korban sampai meninggal," kata AKP Jeremia Ginting, Selasa (17/1/2023).

(cr25/tribun-medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved