Breaking News:

Berita Sumut

Puluhan Jukir Geruduk Kantor Dishub Binjai, Tak Terima Setoran Retribusi Dinaikkan

Puluhan Juru Parkir (Jukir) mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Binjai.

Tribun Medan/Istimewa
Puluhan Juru Parkir (Jukir) datangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (17/1/2023) pagi 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Puluhan Juru Parkir (Jukir) mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, lantaran tak terima dengan kenaikan setoran retribusi parkir.

Kedatangan puluhan juru parkir ini pun dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas Dishub Kota Binjai, Supendi. 

Baca juga: Kota Binjai Bakal Terapkan e-Parking, Juru Parkir Akan Diberi Diklat Penggunaan Mesin EDC

"Ya benar, ada datang pada Selasa (17/1/2023) pagi," ujar Supendi, Rabu (18/1/2023). 

Namun sangat disayangkan, kedatangan para jukir ini tak diterima langsung oleh Kepala Dishub Kota Binjai, Chairin F Simanjuntak

Namun demikian, naiknya setoran parkir ini dilakukan demi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi yang dilakukan Dishub Binjai

"Target kami tahun 2023 naik dari retribusi parkir. Tahun 2022 target kami Rp1 miliar 87 juta," ujar Supendi. 

Tetapi target tersebut tidak tercapai.

Walau tidak tercapai, target retribusi yang harus dikumpulkan Dishub Binjai melalui parkir mengalami kenaikan. 

"Tahun 2023 ini Dishub harus mendapatkan retribusi Rp 2 miliar," ucap Supendi. 

Informasi diperoleh, setoran dari para jukir berbeda-beda. Ada yang harus menyetor Rp 40 ribu, Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu.

Jumlah setoran dilihat dari jam kerja jukir tersebut.

Target yang tercapai pada tahun 2022 sekitar 87 persen atau Rp 800-an juta saja dari retribusi parkir

"Namanya target enggak bisa kita tanggung sendiri. Tapi mereka menerima, mau menaikan setoran ke Dishub. Dalam arti kata, karcis itu (tertera harga) Rp 1.500, mereka minta dinaikkan jadi Rp 2000. Tapi itu perlu waktu, perlu Perwal juga," ujar Supendi.

Sementara, DPRD Binjai menduga retribusi parkir banyak yang bocor dengan metode pengutipan yang dilakukan saat ini. 

Anggota DPRD Binjai, Ardiansyah Putra pun tak heran jika keuangan Kota Binjai mengalami defisit anggaran. 

Baca juga: Penerapan E-Parking di Binjai Mulai Desember 2022, Jukir Dibekali Penggunaan Mesin EDC

Pasalnya, tidak hanya retribusi dari parkir saja yang diduga bocor. Juga dari sektor lainnya yang menjadi PAD seperti pajak, diduga terjadi kebocoran. 

"Seperti parkir, itu sudah bisa ditender, pakai pihak ketiga. Jadi jelas, targetnya berapa. Kalau tidak capai target, bisa diganti rekanannya," tutup Ardiansyah.

(cr23/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved