Breaking News:

Protes Jukir

Puluhan Juru Parkir Datangi Kantor Dishub Binjai, Protes Setoran Naik

Puluhan juru parkir mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat, protes setoran naik

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
HO
Puluhan jukir di Kota Binjai protes setoran naik 

TRIBUN-MEDAN.COM,BINJAI - Puluhan juru parkir atau jukir mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kota Binjai, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara untuk protes soal kenaikan setoran parkir.

Para jukir ini protes, karena setoran parkir dianggap terlalu tinggi. 

"Target kami tahun 2023 naik dari retribusi parkir. Tahun 2022 target kami Rp 1,8 miliar," kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Binjai, Supendi, Rabu (18/1/2023). 

Baca juga: Momen Juru Parkir Memamerkan Ekpresi saat Berfoto dengan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono

Ia mengatakan, target di tahun 2022 sudah tidak tercapai.

Makanya, Dinas Perhubungan Kota Binjai menaikkan setoran parkir dari para jukir. 

"Tahun 2023 ini Dishub harus mendapatkan retribusi Rp 2 miliar," ucap Supendi. 

Informasi diperoleh, setoran dari para jukir berbeda-beda.

Baca juga: Kota Binjai Bakal Terapkan e-Parking, Juru Parkir Akan Diberi Diklat Penggunaan Mesin EDC

Ada yang harus menyetor Rp 40 ribu, Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu.

Jumlah setoran dilihat dari jam kerja jukir tersebut.

Target yang tercapai pada tahun 2022 sekitar 87 persen atau berkisar Rp 800 juta saja dari retribusi parkir. 

"Namanya target enggak bisa kita tanggung sendiri. Tapi mereka menerima, mau menaikan setoran ke Dishub. Dalam arti kata, karcis itu (tertera harga) Rp 1.500, mereka minta dinaikkan jadi Rp 2000. Tapi itu perlu waktu, perlu Perwal juga," ujar Supendi.

Baca juga: Rampok Uang Rp 2,5 juta dan Handphone, Juru Parkir Binjai Diringkus Polisi, Ini Kronologi Kejadian

Sementara itu, DPRD Binjai menduga retribusi parkir banyak yang bocor dengan metode pengutipan yang dilakukan saat ini. 

Anggota DPRD Binjai, Ardiansyah Putra pun tak heran jika keuangan Kota Binjai mengalami defisit anggaran. 

Pasalnya, tidak hanya retribusi dari parkir saja yang diduga bocor. Juga dari sektor lainnya yang menjadi PAD seperti pajak, diduga terjadi kebocoran. 

"Seperti parkir, itu sudah bisa ditender, pakai pihak ketiga. Jadi jelas, targetnya berapa. Kalau tidak capai target, bisa diganti rekanannya," tutup Ardiansyah. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved