Berita Siantar

Polisi Tangkap Muncikari Online di Siantar, Sudah Empat Bulan Jual Perempuan ke Hidung Belang

HRP ditangkap personel Jatanras Satreskrim Polres Pematang Siantar berdasarkan informasi atas pekerjaannya menawarkan jasa prostitusi secara online.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
HRP ditangkap personel Jatanras Satreskrim Polres Pematang Siantar berdasarkan informasi atas pekerjaannya menawarkan jasa prostitusi secara online. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sat Reskrim Polres Pematang Siantar menangkap seorang pria berinisial HRP atau Hafis Raihan (20) atas sangkaan tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul atau muncikari, Jumat (20/1/2023) dini hari tadi. Yang bersangkutan pun kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Siantar.

Kasi Humas Polres Pematang Siantar AKP Rusdi Ahya menyampaikan, HRP pun diamankan personel dari Hotel OYO Residence 88 Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematang Siantar.

“Perbuatan pelaku dipersangkakan dengan Pasal 296 Juncto Padal 506 KUHP, yang menyebut dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau barang siapa sebagai muncikari (souteneur) mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan," ujarnya Rusdi.

Berdasarkan keterangan polisi, HRP ditangkap personel Jatanras Satreskrim Polres Pematang Siantar berdasarkan informasi atas pekerjaannya menawarkan jasa prostitusi secara online.
 
"HRP diamankan setelah personel mendapat informasi adanya prostitusi online (Open BO) melalui chat Whatsapp, dilakukan oleh muncikari HRP," ujar Rusdi Ahya Jumat (20/1/23).

Dari tangan HRP, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit Iphone XR warna hitam yang diduga sebagai alat komunikasi dalam menjajakan teman-teman perempuannya dan juga uang senilai Rp 1,5 juta.

"Saat diamankan dari kamar hotel, HRP bersama satu wanita. Status keduanya bukan pasangan suami istri. Saat ini HRP telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," ucapnya.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar AKP Banuara Manurung menyampaikan, dari kasus prostitusi online tersebut pihaknya telah memintai keterangan dari tiga orang saksi. Diketahui HRP telah menawarkan jasa prostitusi online selama empat bulan.

"Tiga saksi sudah kita periksa, sudah empat bulan beroprasi (sebagai muncikari)," singkat Banuara.

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved