Berita Kesehatan
Mr P Ngacung Bengkok saat Ereksi, Apakah Kelainan? Simak Jawaban Seksolog dr Dina
Kondisi tersebut kerap kali membuat pria khawatir kesehatan seksualnya ikut terganggu. Lantas, apakah penis bengkok itu normal?
Penulis: Putri Chairunnisa | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM – Memiliki penis dalam kondisi prima baik visual maupun performa merupakan sebuah kebanggaan bagi kaum Adam.
Di mana hal tersebut akan membuatnya lebih percaya diri dalam urusan ranjang.
Berangkat dari hal itu, tak sedikit pria yang rela melakukan apapun untuk kebaikan simbol keperjakaannya itu.
Terlebih ketika dirinya mendapati hal yang janggal, seperti bentuk penis yang bengkok.
Kondisi tersebut kerap kali membuat pria khawatir kesehatan seksualnya ikut terganggu.
Lantas, apakah penis bengkok itu normal?
Melalui sebuah unggahan di akun TikTok miliknya, Seksolog dr Dina menjawab sebuah pertanyaan warganet terkait hal tersebut.
"Dok, cara ngelurusin yang alami gimana ya biar ga ngacung ke atas?" tanya @cimongpeed58 melalui sebuah komentar yang disematkan dalam unggahan dr Dina.
“Ngacung ke atas,” tulis @bukandoktercinta_ pada keterangan unggahannya pada Senin (3/5/21)
Dr Dina pun membahas persoalan yang kerap kali membuat orang penasaran itu.
"Penis bengkok atau ngacung bukan suatu kelainan ya,"
"Tidak bahaya dan merupakan variasi normal," ujar dr Dina.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan ketika mendapati bentuk penis melengkung ke samping, ke atas atau ke bawah saat ereksi.
Penis bengkok merupakan hal yang normal.
Hal itu dapat terjadi karena adanya ruang-ruang yang tak terisi ketika pria terangsang secara seksual.
Di mana ketika terangsang, darah mengalir ke ruang di dalam penis yang berbentuk seperti spons, mengembang dan membuat penis menjadi kaku
Hal itu pula yang membuat penis menjadi bengkok karena ruang-ruang tersebut tidak mengembang secara merata akibat perbedaan normal dalam anatomi penis.
Selain tu penis bengkok juga bisa disebabkan beberapa faktor lainnya seperti cedera saat berhubungan seksual dan kecelakaan.
Dr dina mengatakan yang perlu dikhawatirkan adalah saat disertai sakit atau keluhan lainnya.
"Bermasalah jika sampai mengganggu fungsi ereksi dan nyeri saat ejakulasi,"
"Dan itu gak bisa diperbaiki ya... Selama gak ada gejala apapun berarti aman," jelas dr Dina.
Namun meskipun demikian, memang ada pria yang penisnya bengkok karena penyakit peyronie yang disertai dengan gejala adanya benjolan keras di batang penis, penis nyeri saat ereksi dan bentuk penis yang terkadang menyerupai jam pasir.
Kondisi inilah yang menyebabkan penderitanya mengalami disfungsi ereksi dan kesulitan berhubungan seksual.
Untuk penyakit ini tentu saja perlu dikonsultasikan ke dokter.
Jika penis bengkok tidak disertai keluhan apapun maka hanya perlu dilatih.
"Rajin berlatih aja supaya lebih maksimal fungsinya," pungkas dr Dina.
Lakukan senam kegel dengan menahan ejakulasi saat masturbasi memang terkesan menyiksa untuk pria lantaran harus menahan hasrat seksualnya.
Namun latihan yang dilakukan dua sampai tiga kali itu dapat membuat performa ketika bercinta semakin baik.
(cr32/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penjelasan-dr-Dina-tentang-durasi-normal-berhubungan-intim.jpg)