Sumut Terkini

Wali Kota Susanti Pakai Qipao, Silaturahmi Keliling ke Sejumlah Vihara di Kota SiantarS

Dokter Susanti Dewayani SpA bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkunjung dan bersilaturahmi ke sejumlah vihara.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Pakai Qipao, Wali Kota Susanti kelilingi Vihara yang ada di Kota Pematang Siantar, Minggu (22/1/2023) 

TRIBUN-MEDAN.com SIANTAR- Ada yang berbeda dari penampilan Wali Kota Pematang Siantar, Susanti Dewayani.

Pada hari pertama momen, Tahun Baru China 2574 Kongzili atau Imlek, Minggu (22/1/2023) Wali Kota perempuan pertama di Pematang Siantar itu memakai pakaian tradisional Tionghoa, Qipao.

Dokter Susanti Dewayani SpA bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkunjung dan bersilaturahmi ke sejumlah vihara.

Dalam kesempatan tersebut, dr Susanti yang didampingi Ketua Dekranasda Kota Pematang Siantar H Kusma Erizal Ginting SH. 

Baca juga: Perayaan Imlek di Vihara Satya Buddha Visudhi Marga Berlangsung Khidmat, Ramai Dibanding Tahun Lalu

Susanti dan rombongan mengunjungi Vihara Avalokitesvara, di Jalan Pematang SK 1/77.

Di vihara yang terkenal dengan Patung Dewi Kwan Im itu, Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematang Siantar Susanto melalui Sekretarisnya Chandra mengucapkan terima kasih atas kunjungan dr Susanti dan  Forkopimda, serta tokoh Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba.

Di sini, Chandra berharap silaturahmi tetap terjaga di Kota Pematang Siantar. Sehingga Pematang Siantar bisa kembali menjadi kota paling toleran di Indonesia.

Sejumlah tokoh etnis Tionghoa menyerahkan kue khas etnis Tionghoa, yakni kue keranjang atau kue bakul kepada dr Susanti, Forkopimda, dan Ketua Dekranasda.

"Semoga tahun Kelinci Air ini membawa kedamaian dan ketenangan di Kota Pematang Siantar," harapnya.

Menurut Chandra, perayaan Tahun Baru Imlek tidak lepas dari budaya kue keranjang atau kue bakul, sebagai bukti satu keluarga.

Baca juga: Libur Imlek, Arus Lalulintas di Berastagi Alami Peningkatan 50 Persen

Kehadiran dr Susanti dan Forkopimda di vihara mengundang perhatian etnis Tionghoa yang hadir. Sejumlah warga tampak meminta berfoto kepada dr Susanti dan Erizal Ginting.

Tak cuma berhenti di situ, dr Susanti menyempatkan diri mengunjungi Patung Dewi Kwan Im yang berada di komplek Vihara Avalokitesvara.

Patung tersebut berdiri sejak tahun 2005. Patung Dewi Kwan Im ini memiliki tinggi 22,8 meter dan berat sekitar 1.500 ton dan ditetapkan oleh MURI sebagai patung Dewi Kwan Im tertinggi di Asia Tenggara. 

Susanti mengatakan, kegiatan di Tahun Baru Imlek tersebut merupakan silaturahmi kepada saudara-saudara etnis Tionghoa yang sedang merayakan Imlek.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved