Breaking News:

Sumut Terkini

Alami Retak Tulang & Luka Kekerasan di Punggung, Orangutan yang Sempat Ditangkap Warga di Karo Tewas

Orangutan itu meninggal pada Minggu 22 Januari karena mengalami keretakan tulang bagian punggung dan luka akibat kekerasan fisik.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
HO
Orangutan yang meninggal dunia setelah sebelumnya sempat ditangkap warga saat memasuki perkebunan warga di Desa Kuta Pengkih, Kabupaten Karo meninggal dunia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Balai besar konservasi sumber daya alam (BBKSDA) wilayah Sumatera Utara menyatakan Orangutan Sumatera yang sempat ditangkap warga di Desa Kuta Pengkih, Kabupaten Karo meninggal dunia.

Baca juga: Tragis, Orangutan di Karo Tewas setelah Sempat Alami Retak Tulang akibat Kekerasan

Orangutan itu meninggal pada Minggu 22 Januari karena mengalami keretakan tulang bagian punggung dan luka akibat kekerasan fisik.

"Berdasarkan hasil X-ray didapati retak pada tulang punggung dan bekas luka kekerasan fisik,"kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Rudianto Saragih Napitu, dalam keterangan tertulisnya, dilihat, Rabu (25/1/2023).

Atas tewasnya satwa dilindungi ini BBKSDA mengklaim sedang melakukan investigasi.

Saat ini jenazah satwa bernama latin pongo abelii itu sudah dikuburkan setelah sebelumnya diambil sampel darahnya.

BBKSDA menyatakan awalnya mendapat informasi dari media sosial adanya Orangutan masuk ke perkebunan warga di Desa Kuta Pengkih, Kabupaten Karo, Jumat 21 Januari 2023.

Kemudian satwa dilindungi ini ditangkap warga beramai-ramai. Kemungkinan disinilah orangutan ini mengalami luka diduga kekerasan dari warga.

Setelah berhasil ditangkap satwa dilindungi ini dibawa ke Puskesmas Kuta Kendit menjalani perawatan sementara.

Baca juga: Anak Orangutan yang Tersesat di Hutan dan Ditemukan Warga Akhirnya Diserahkan ke BKSDA

Disini petugas melihat satwa ini dengan kondisi terikat tali dan bambu.

Kemudian petugas membiusnya dan memindahkannya ke kandang transport, membius dan membuka ikatan.

Setelah itu Orangutan ini diobati pada bagian tangan karena terluka. 

Selanjutnya orang-utan segera dibawa ke SOCP Batu Mbelin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan selama perjalanan selalu dimonitor oleh dokter hewan khusus orang-utan.

Pada Sabtu 21 Januari 2023, tim tiba di SOCP pada pukul 13.30 WIB dan segera dilakukan perawatan intensif terhadap orang-utan, diberikan cairan infus, obat- obatan dan vitamin.  

Pukul 16.00 WIB orangutan mulai sadar dan mau makan buah dan minum melalui spuit.

Kemudian petugas mengecek bagian tubuhnya dan berdasarkan hasil X-ray didapati retak pada tulang punggung dan bekas luka kekerasan fisik.

Baca juga: Polres Tanah Karo Bersama BKSDA Evakuasi Orangutan di Desa Kuta Pengkih

Keesokan harinya, Minggu, 22 Januari pukul 17.34 WIB, orangutan mengalami kesulitan bernafas orangutan tersebut meninggal dunia.

Atas kejadian ini BBKSDA mengimbau masyarakat bila menemukan satwa liar seperti Orangutan Sumatera agar tak melakukan kekerasan yang dapat melukai bahkan mengancam nyawa dari satwa liar.

"Karena satwa ini termasuk jenis satwa yang dilindungi undang-undang sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETIEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi,"tutupnya.

(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved