Bulog Salurkan Beras, KPPU Medan Awasi Mafia

Keberadaan mafia beras sangat mungkin terjadi pada komoditi dengan struktur pasar oligopoli dan sifat harga yang inelastis

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
HO/Tribun Medan
ILUSTRASI Stok Beras di Bulog Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Sumatra Utara menyalurkan 2,7 ton beras ke daerah di Sumut dalam rangka menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Terkait hal ini, Kepala KPPU Kanwil I Ridho Pamungkas menyambut baik upaya Bulog Sumut dalam upaya tersebut. Namun di sisi lain, pihaknya terus mencermati munculnya isu mafia beras di tengah kenaikan harga beras beberapa waktu belakangan ini.

"Keberadaan mafia beras sangat mungkin terjadi pada komoditi dengan struktur pasar oligopoli dan sifat harga yang inelastis, " ujarnya, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Pelatihan Bahasa Asing untuk UMKM, BI Sumut Lakukan Persiapan Sambut Event F1H20

Ia mengatakan, dalam rantai distribusi beras yang relatif panjang, mulai dari petani yang memproduksi gabah kemudian dijual ke pengepul, lalu dari pengepul akan membawa gabah masuk ke peggilingan. Setelah digiling, beras dibawa ke pedagang besar yang meneruskan ke agen, sub-agen, retailer, baru ke konsumen atau end user.

Terdapat pelaku usaha yang dominan di tengahnya, yakni penggilingan, dan pedagang besar.

"Penggilingan dan pedagang besar menguasai pembelian gabah dari petani dan menguasai penjualan ke end user, jadi mereka punya potensi mengatur pasokan dan harga. Sementara harga beras sendiri bersifat inelastis, artinya kenaikan berapa pun akan tetap terserap oleh masyarakat," katanya.

Menurut Ridho, pemerintah perlu melakukan terobosan untuk memangkas rantai distribusi dan mengurangi posisi tawar pelaku usaha dominan di pasar.

Di samping mengoptimalkan peran Bulog, pemerintah dapat mendorong peran koperasi sebagai pengepul beras yang pada gilirannya juga dapat meningkatkan posisi tawar petani. Ditambahkannya, apabila ada pihak yang mengetahui informasi adanya permainan mafia beras, misalnya dalam menahan pasokan, segera sampaikan ke KPPU.

"Nantinya kami akan lakukan kajian yang lebih mendalam. Apabila ada indikasi kuat ke arah kartel dan bukti sudah cukup, akan masuk ke perkara inisiatif," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved