Materi Belajar

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri-ciri dan Jenisnya, Materi Belajar Sosiologi Kelas 11

Pengertian diferensiasi sosial, ciri-ciri diferensiasi sosial dan jenis diferensiasi sosial akan dibahas pada materi belajar sosiologi kelas 11 beriku

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Royandi
HO / TRIBUN
Pengertian diferensiasi sosial, ciri-ciri diferensiasi sosial dan jenis diferensiasi sosial 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian diferensiasi sosial, ciri-ciri diferensiasi sosial dan jenis diferensiasi sosial akan dibahas pada materi belajar sosiologi kelas 11 berikut ini.

Pengertian diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial adalah pembedaan horizontal antar anggota masyarakat, artinya pembedaan ini masih mempunyai derajat atau tingkatan yang sama. Misalnya, pembagian sosial berdasarkan ras, etnis, agama, pekerjaan, dan jenis kelamin tidak lebih tinggi atau lebih rendah satu sama lain.

Menurut Soerjono Soekanto, ini merupakan varian bentuk okupasi, prestise, dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat. Dengan kata lain, diferensiasi dapat menunjukkan keragaman yang dimiliki suatu negara.

Sebagai contoh, Indonesia memiliki banyak keragaman dan dapat menjadi potensi untuk pengembangan ras, adat, bahasa, budaya, agama, dll. Sekarang kita tahu bahwa konsep ini diterjemahkan menjadi keragaman horizontal, bukan pembagian kelas secara vertikal.

Ciri-ciri diferensiasi sosial

Ciri-ciri diferensiasi sosial terbagi menjadi ciri fisik, ciri sosial, dan ciri budaya.

1. Sifat fisik

Ciri fisik berkaitan dengan ciri ras seperti bentuk tubuh, warna rambut, postur tubuh, dan warna mata.

2. Sosial

Ciri-ciri sosial berhubungan dengan fungsi individu dalam masyarakat. Kita semua tahu bahwa setiap individu dalam masyarakat memiliki misi yang berbeda terkait dengan pekerjaan, pekerjaan atau penghidupan mereka.

3. Budaya

Ciri budaya berkaitan dengan adat dan budaya yang berkembang dalam suatu masyarakat. Indonesia memiliki banyak sistem budaya yang masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri, seperti Jawa, Bali, Sunda, Madura, Batak, Dayak, dll.

Jenis-jenis diferensiasi sosial

Tergantung pada jenisnya, itu dibagi menjadi diferensiasi peringkat, diferensiasi fungsi, dan diferensiasi yang disesuaikan.

Diferensiasi tingkat terjadi pada distribusi barang atau jasa yang dibutuhkan di suatu wilayah. Hal ini menyebabkan harga barang atau jasa berubah. Selisih harga tersebut dikarenakan distribusi melewati tangan yang berbeda untuk mencapai tujuan.

Diferensiasi fungsional dapat dilihat pada institusi sosial. Ada pembagian kerja lain yang memaksa setiap orang untuk melakukan tugasnya sesuai dengan fungsinya.

Diferensiasi adat merupakan aturan atau norma yang mengikat dalam suatu masyarakat. Tujuan dari adanya undang-undang ini adalah untuk mengatur ketertiban umum. Perbedaan sosial dalam masyarakat tidak akan menjadi suatu konflik, dan akan memenuhi kedudukan yang ada dalam masyarakat itu sesuai dengan hak-hak setiap orang.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved