Sumut Terkini

Gubernur Edy Rahmayadi Bantah 1.289 Sekolah Tak Ada Guru Agama Islam: hanya Dominan Honorer

Yang dimaksud itu adalah dia guru berstatus ASN, banyak lulusan-lulusan kita yang bisa mengajar, inilah sedang kita urus.

Tribun Medan/Rechtin Hani Ritonga
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi usai menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumut ke-57 di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Selasa (24/1/2023). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberikan tanggapan terkait 1.289 sekolah di Sumatera Utara, baik tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK yang tidak memiliki guru agama Islam seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadisdik) Sumut, Asren Nasution.

Gubernur Edy mengatakan, saat ini memang guru Agama Islam masih didominasi oleh guru honorer.

"Sebenarnya bukan tidak punya guru Agama Islam. Hanya dia masih berada dalam posisi honor," ujar Gubernur Edy kepada wartawan di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Sadis, Wanita di Kota Sorong Dibakar Hidup-hidup tanpa Ampun dengan Tuduhan tanpa Bukti

Dikatakan Edy, data 1289 sekolah tersebut tak memiliki Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) karena yang terdata hanya guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Yang dimaksud itu adalah dia guru berstatus ASN, banyak lulusan-lulusan kita yang bisa mengajar, inilah sedang kita urus. Karena yang menentukan itu adalah pusat, mereka harus punya NIP (Nomor Induk Pegawai)," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatra Utara Asren Nasution menyebut, berdasarkan data dari Kementrian Agama Sumut, ada sebanyak 1.289 sekolah berbagai tingkatan yang tersebar di Kabupaten/Kota se-Sumut tidak memiliki Guru Pendidikan Agama Islam atau GPAI.

Baca juga: Gubernur Edy Tak Acuh Digugat Ahli Waris Sultan Deli ke Pengadilan: Suka-suka Dia, Saya Pasang Plang

Untuk itu, Asren yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Sumatera Utara meminta pengurus LPTQ Kabupaten/Kota turut mendukung upaya mengatasi kekurangan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sekolah SMA/SMK yang masuk wilayah Pemprov Sumut.

"Saya mendapatkan data dari Kementrian Agama Sumut ada 1049 unit SD yang tidak memiliki GPAI, 161 unit SMP dan SMA/SMK 79 unit, ini harus menjadi perhatian kita bersama. LPTQ harus turun gunung mendata, kita carikan solusi agar ini bisa terpenuhi," kata Asren Nasution, pada Pembukaan Rapat Koordinasi LPTQ Sumut dan Kafilah Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (23/1/2023).

Menurut Asren, guru agama memiliki peran penting sebagai garda terdepan setelah orang tua dalam pendidikan keagamaan bagi anak-anak di sekolah. Selain itu, kehadiran seorang GPAI akan membawa pemahaman dan perubahan moral peserta didik tentang keagamaan.

"Ini PR kita, jangan kita tuntut mereka untuk bisa melek membaca Quran tetapi basic atau dasarnya masih kita temukan permasalahan," katanya.


(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved