Viral Medsos
Jalan Rusak Parah hingga Tak Bisa Dilalui Ambulans, Warga Tandu Jasad Ibu dan Anak
Video viral di media sosial facebook memperlihatkan warga menandu jasad seorang ibu dan anak.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Video viral di media sosial facebook memperlihatkan warga menandu jasad seorang ibu yang meninggal dunia. jalan rusak tidak dapat dilalui mobil.
Dalam video siaran langsung di unggah akun Muhammad Azri memperlihatkan warga menurunkan jasad ibu dan anak dari sebuah ambulans tepat di tepi jalan.
Dengan menggunakan bambu dan Sarung, warga membuat tandu seadanya untuk membawa keduanya ke rumah duka yang berada di Desa Sei Sembilang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan.
Baca juga: Oppo A77s Andalkan Prosesor Snapdragon 680, Simak Harga dan Spesifikasinya
Sang ibu yang meninggal dunia di tandu dengan menggunakan tandu darurat oleh warga, sementara jasad bayi yang baru lahir itu digendong oleh kerabat korban.
"Ambulans dari Medan, rumah sakit adam malik. Jenazah ibu dan anak ditandu ya ga bisa masuk mobil ke Desa Sei Sembilang. Sodih-sodih memang," kata pria tersebut sembari merekam beberapa warga yang mempersiapkan tandu dengan sarung dan bambu.
"Dimasukanlah ini jenazahnyo ke tandu untuk dibawa masuk ke Desa Sei Sembilang," ujarnya.
Baca juga: Modus Open BO, Wanita Ini Curi Sepeda Motor saat Korban Lengah di Kamar Hotel
Dalam video tersebut dengan minimnya penerangan jalan ditambah jalan yang rusak parah, warga membawa senter sebagai penerangan dan bergantian menandu jasad ibu dan anak tersebut.
Warga yang didominasi oleh kaum bapak ini silih bergantian menandu dengan langkah yang cukup cepat menembus gelapnya malam.
Saat dikonfirmasi, Azri mengaku bahwa jasad yang digotong tersebut merupakan kerabatnya yang meninggal dunia dalam persalinan.
"Yang meninggal saudara saya. Bayi baru lahir dan mamaknya. Kejadian itu kemarin Selasa(24/1/2023)," ujarnya.
Katanya, warga terpaksa harus membelah malam dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer dikarenakan ambulans milik RSUD Adam Malik Medan tidak dapat masuk dikarenakan jalan desa yang rusak parah.
"Ambulans ga bisa masuk. Jalannya hancur, ditambah ini kalau hujan, ga ada yang bisa lewat. Makanya, kami berinisiatif untuk ditandu saja," ujarnya.
Ia mengaku, Jalan menuju Desa Sei Sembilang tersebut tidak pernah tersentuh oleh pembangunan sehingga warga selalu merasa kesusahan ketika harus ada sesuatu yang mendesak.
(cr2/tribun-medan.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.