Contoh Soal SNBT 2023
5 Contoh Soal SNBT 2023, Materi Pemahaman Bacaan dan Menulis
Tes Pemahaman Bacaan dan Menulis menjadi satu diantara empat sub materi Tes Potensi Skolastik (TPS) yang akan diujikan dalam SNBT tahun 2023.
Penulis: Istiqomah Kaloko |
TRIBUN-MEDAN.COM - Tes Pemahaman Bacaan dan Menulis menjadi satu diantara empat sub materi Tes Potensi Skolastik (TPS) yang akan diujikan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2023.
Tes Potensi Skolastik (TPS) ialah tes yang dibuat untuk mengukur dan menguji kemampuan berfikir calon mahasiswa baru agar berhasil dalam pendidikan formal termasuk di perguruan tinggi nantinya.
Ada empat komponen yang akan diujiankan dalam TPS SNBT 2023 ini, salah satunya Tes Pemahaman Bacaan dan Menulis.
Tes Pemahaman Bacaan dan Menulis ini menekankan kemampuan dasar calon mahasiswa dalam membaca, kelancaran membaca, dan keterampilan menulis yang diperlukan untuk memahami bahasa tulis dan ekspresi pikiran melalui tulisan.
Pada proses penyelesaian soal-soal Pemahaman Bacaan dan Menulis, calon mahasiswa harus mampu dalam Menentukan Judul, Kata Ganti Penunjuk, Penggunaan Istilah, Imbuhan, Kata Hubung, Ejaan dan Tanda Baca, dan Kalimat Baku.
Berikut contoh soal Tes Pemahaman Bacaan dan Menulis SNBT 2023 lengkap dengan jawaban serta pembahasannya.
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 1.
(1) Pada Kamis malam, debit tinggi Sungai Batu Ganda di Kecamatan Lasusua membawa limpasan air ke permukiman warga. (2) Tidak hanya satu sungai, tetapi juga debit sungai di Kecamatan Rante Angin juga naik dan merendam permukiman warga. (3) "Tadi malam ada dua kejadian, yakni di Rante Angin dan di Sungai Batu Ganda. (4) Belum ada korban jiwa yang terdata sampai Jumat pagi,” tutur petugas BPBD Kolaka Utara. (5) Saat ini, pihak daerah setempat sedang fokus untuk mendata warga yang terkena dampak dan mendata daerah yang terisolasi. (6) Petugas BPBD Kolaka Utara dan sejumlah instansi yang terkait pun tengah mengevakuasi dan melakukan pemulihan kepada warga yang terkena dampak banjir. (7) Sebelumnya, banjir bandang dari luapan Sungai Latawaro menerjang Dusun IV, Desa Latawaro, Lambai, Kolaka Utara, pada Kamis dini hari. (8) Sebanyak tiga rumah warga terendam dan satu jembatan tidak bisa dilalui ... ada bagian jembatan yang hanyut akibat terjangan air. (9) Kepala Polsek Rante Angin, Agustian Rante Parabang, menyampaikan bahwa selain merendam rumah dan perkebunan, banjir juga memutuskan akses jembatan sehingga tidak bisa dilalui. (10) Pihaknya telah membuat jembatan darurat agar bisa dilalui kendaraan roda dua. (11) Selain itu, bronjong penahan air yang baru selesai dibangun juga rusak parah karena terkena terjangan air. (12) Bronjong tersebut diketahui baru selesai dikerjakan dengan anggaran ratusan juta. (13) Selain karena hujan deras, Agustian juga berpendapat bahwa aktivitas manusia di bagian hulu juga menyebabkan banjir turut membawa batang dan ranting pohon. (14) Hal tersebut berdampak pada meluapnya air sungai dan menyebabkan banjir bercampur lumpur.
1. Konjungsi yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada kalimat (8) adalah.....
A. apabila
B. tetapi
C. hingga
D. sehingga
E. karena
Jawaban: E. karena
Pembahasan:
Kalimat (8) berbunyi "Sebanyak tiga rumah warga terendam dan satu jembatan tidak bisa dilalui (klausa 1) ... ada bagian jembatan yang hanyut akibat terjangan air (klausa 2)". Kalimat tersebut mengandung informasi sebab dan akibat suatu peristiwa. Klausa 1 merupakan akibat, sedangkan klausa 2 merupakan sebab dari klausa 1. Dengan demikian, konjungsi yang paling tepat digunakan untuk melengkapi kalimat tersebut adalah konjungsi yang menyatakan sebab. Konjungsi yang dapat digunakan untuk melengkapi kalimat tersebut adalah karena dan sebab.
Pilihan A tidak tepat. Konjungsi apabila tidak tepat karena konjungsi tersebut digunakan untuk menyatakan persyaratan.
Pilihan B tidak tepat. Konjungsi tetapi juga tidak tepat karena konjungsi tersebut digunakan untuk menyatakan hal yang bertentangan.
Pilihan C tidak tepat. Konjungsi hingga tidak tepat karena konjungsi tersebut digunakan untuk menyatakan sampai.
Pilihan D tidak tepat. Konjungsi sehingga juga tidak tepat karena konjungsi tersebut digunakan untuk menyatakan akibat. Jika konjungsi sehingga digunakan, klausa 2 akan menjadi akibat dan klausa 1 menjadi sebab. Hal itu tidak sesuai dengan konteks kalimat.
2. Kata yang mengalami makna meluas terdapat pada kalimat berikut, kecuali.....
A. Para tokoh mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan tanpa tekanan agar kursi di DPR terwakili secara benar.
B. Keutuhan fungsi UN terkait dengan pemetaan indeks kompetensi, kelulusan seleksi, dan perbaikan terhadap infrastruktur sekolah.
C. Para sarjana lingkungan berkumpul di Kanada untuk mengikuti konferensi internasional tentang perubahan iklim.
D. Kapal-kapal Australia berlayar sejak beberapa hari yang lalu mencari kotak hitam pesawat MH370.
E. “Maaf, apakah Bapak tahu gedung induk tempat seminar berlangsung?”
Jawaban: C. Para sarjana lingkungan berkumpul di Kanada untuk mengikuti konferensi internasional tentang perubahan iklim.
Pembahasan :
Sebuah kata dapat mempunyai makna lebih dari satu ketika sebuah kata tersebut digunakan dalam kalimat dengan konteks yang berbeda. Hal tersebut merupakan pergeseran atau perubahan makna dari sebuah kata. Pergeseran makna tersebut dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya makna meluas (generalisasi), makna menyempit (spesialisasi), makna membaik (ameliorasi), dan makna memburuk (peyorasi).
Makna meluas (generalisasi) merupakan proses pergeseran makna yang menyebabkan makna yang baru menjadi lebih luas jika dibandingkan makna sebelumnya.
Makna menyempit (spesialisasi) merupakan proses pergeseran makna yang menyebabkan makna kata yang baru menjadi lebih sempit jika dibandingkan dengan makna sebelumnya.
Kata yang tidak mengalami makna meluas (menyempit) terdapat pada kata sarjana dalam kalimat opsi C: “Para sarjana lingkungan berkumpul di Kanada untuk mengikuti konferensi internasional tentang perubahan iklim.”
Sementara itu, kata kursi (opsi A), sekolah (opsi B), berlayar (opsi D), dan Bapak (opsi E) memiliki makna meluas (generalisasi).
3. Kata yang mengalami makna menyempit terdapat pada kalimat, kecuali.....
A. Bangunan sekolah tersebut sudah lama tidak direnovasi.
B. Para pendeta baru saja mengunjungi lokasi bencana.
C. Kami belajar membaca dan menulis kaligrafi di madrasah.
D. Entah dari mana sumber bau busuk yang tercium oleh mereka.
E. Walaupun sebagai seorang pembantu, dia tidak pernah merasa malu.
Jawaban: A. Bangunan sekolah tersebut sudah lama tidak direnovasi.
Pembahasan:
Kata yang tidak mengalami makna menyempit (meluas) terdapat pada kata sekolah dalam kalimat opsi A: “Bangunan sekolah tersebut sudah lama tidak direnovasi.”
Sementara itu, kata pendeta (opsi B), madrasah (opsi C), bau (opsi D), dan pembantu (opsi E) memiliki makna meluas (generalisasi).
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 4.
(1) Masyarakat sudah mengetahui bahwa program reality show dituding penuh dengan rekayasa atau tipu daya belaka. (2) Artinya, pertunjukan itu sebenarnya tidak menampilkan realitas. (3) Beberapa waktu lalu, netizen membicarakan sebuah reality show karena sebuah kesalahan. (4) Clip on dari salah satu narasumber hilang. (5) Oleh karena itu, jika menurut alur cerita, narasumber yang baru saja ditemui saat itu tidak seharusnya menggunakan clip on.
4. Manakah kata sambung yang salah?
A. ‘bahwa’ pada kalimat (1)
B. ‘jika’ pada kalimat (5)
C. ‘oleh karena itu’ pada kalimat (5)
D. ‘karena’ pada kalimat (3)
E. ‘atau’ pada kalimat (1)
Jawaban: C. ‘oleh karena itu’ pada kalimat (5)
Pembahasan: Kata sambung yang tepat seharusnya adalah ‘padahal’ yang bermakna pertentangan.
Teks berikut untuk menjawab soal nomor 5.
(1) Penulisan skripsi ditugaskan kepada mahasiswa perguruan tinggi yang ingin mengenyam pendidikan sarjana, pada semester terakhir. (2) Judul skripsi dapat dipilih secara bebas, sepanjang sesuai dengan program studi. (3) Umumnya, mahasiswa akan dibimbing oleh dua instruktur. (4) Bimbingan bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa mengikuti pedoman, dan aturan. (5) Hal tersebut sangat membantu ketika mahasiswa berjuang dengan penyusunan skripsi.
5. Manakah kalimat yang terbebas dari kesalahan ejaan?
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Jawaban: E. 5
Pembahasan: Jawaban E benar karena tak ada kesalahan baik huruf kapital maupun penempatan tanda baca.
(cr31/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-siswa-SMA-belajar-SNBT-2023-vv.jpg)