Berita Sumut
Disperindag Sumut Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng Kini Melonjak
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara mengatakan ketersediaan beras dan minyak goreng di Sumut aman dan cukup.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara mengatakan ketersediaan beras dan minyak goreng di Sumut aman dan cukup.
"Kalau untuk ketersedian beras dan minyak di Sumatera Utara saat ini terpantau aman," ujar Kepala Seksi Pengendalian Barang Pokok Harga Dan Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Iskandar Zulkarnaen kepada Tribun Medan Kamis (2/2/2023).
Baca juga: Minyakita Mendadak Langka ketika Minyak Goreng Curah Naik Harga, Ini Kata KPPU
Meski begitu, Iskandar mengakui bahwa adanya lonjakan harga pada dua komoditas tersebut.
"Memang ada kenaikan dari kedua komoditas ini tapi relatif stabil, Malah untuk minyak goreng di beberapa daerah sudah menjual di atas harga eceran tertinggi (het)," tuturnya
Dia menjelaskan yang menjadi salah satu penyebab dari lonjakan harga komoditas minyak goreng tersebut dikarenakan permintaan akan minyak goreng meningkat pada Januari 2023.
"Berdasarkan data Simirah (Sistem Informasi Minyak Curah - Kemenperin RI) tanggal 31 Januari 2023 pukul 15:30 menunjukkan bahwasanya penyaluran Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) di Provinsi Sumut sudah mencapai 24.717 Ton atau 178.41 persen, melebihi kebutuhan bulan Januari 2023 sebesar 13.854 Ton, permintaan minyak goreng yang meningkat," jelasnya.
Sedangkan untuk beras, dikatakannya, Sumatera Utara mengalami surplus.
Namun terdapat sedikit kendala dikarenakan curah hujan yang mengguyur beberapa daerah penghasil padi.
"Untuk beras kita surplus, cuma di beberapa daerah mengalami hujan yang membuat penjemuran padi sulit," sebutnya.
Baca juga: Stok MinyaKita Saat Ini Langka di Kota Medan, Pemerintah Sebut 2 Minggu Lagi Bakal Banjir di Pasaran
Untuk mengatasi sejumlah permasalahan tersebut, Disperindag Sumut akan menggelar rapat koordinasi bersama produsen minyak goreng dan satgas pangan serta pihak terkait.
"Nanti di hari Senin tanggal 6 Februari kita akan adakan rakor bersama produsen minyak goreng, satgas pangan dan pihak terkait lainnya," pungkasnya
(cr10/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Berikut-6-Tahapan-Bagi-Pengecer-Untuk-Berpartisipasi-Menjual-MinyaKita.jpg)