Modal Perbankan Bawa Durian Medan Naik Kelas
Durian awalnya adalah bisnis musiman. Namun kini sudah bertransformasi menjadi kuliner yang tersedia setiap harinya
TRIBUN-MEDAN.COM - Kota Medan adalah kota yang terkenal dengan aneka kulinernya, salah satunya adalah durian. Tak hanya dalam bentuk buah, durian yang sudah diolah menjadi aneka makanan juga turut diburu, seperti pencake durian, kolak durian, bolu durian dan yang terkini diolah menjadi kopi durian.
Durian awalnya adalah bisnis musiman. Namun kini sudah bertransformasi menjadi kuliner yang tersedia setiap harinya. Bahkan buah yang memiliki aroma semerbak ini juga sudah menjadi kuliner yang tak hanya bisa ditemukan di pingir jalan, tapi sudah tersedia di tempat nongkrong kekinian.
Perkembangan bisnis buah berduri ini di Kota Medan tak terlepas dari tangan dingin Zainal Abidin Chaniago, pemilik gerai Ucok Durian. Pria asal Sumatera Barat ini berhasil membuat gebrakan di bisnis kuliner ini. Ia mampu menyediakan stok buah durian setiap harinya. Kualitasnyapun selalu yang terbaik, sehingga para pembelinya hampir tak ada yang kecewa. Bahkan pembeli bisa memesan sesuai selera, mulai dari yang rasanya manis hingga rada-rada pahit.
Pria yang kerap dipanggil Bang Ucok ini memulai bisnisnya dari pinggir Jalan Iskandar Muda pada tahun 1980-an. Saat itu dia menjajakan duriannya di atas trotoar. Modal awalnya pun berasal dari urunan keluarganya sebesar Rp 1.3800.000. Setelah bertahun-tahun berjualan, dia pun mulai kepikiran untuk mengembangkan bisnisnya.
"Pengalaman bertahun-tahun jual durian melahirkan banyak ide di kepalaku. Tapi waktu itu saya tak bisa langsung mengeksekusinya. Kenapa? Karena terkendala modal. Durian kan dianggap bisnis musiman pada masa itu, jadi tak mudah dapat modal," ujarnya, Kamis (14/1/2023).
Karena sudah yakin bisnisnya bisa maju, Ucok pun memberanikan diri mendatangi berbagai bank untuk mengajukan pinjaman (kredit). Semua bank yang dia datangi menolak memberi pinjaman. Meski pengajuan pinjaman ditolak tetapi ada dua bank yang memberikan masukan kepadanya supaya pinjamannya disetujui. Pelan-pelan dia pun mulai membranding bisnis duriannya dan memperbaiki catatan cash flownya. Belakangan pinjamannya pun disetujui dua bank.
"BNI dan Mandiri yang mau kasih pinjaman. Masing-masing Rp 10 Juta. Jadi modal ku tambah Rp 20 Juta. Pada waktu itu uang Rp 20 Juta sudah besar sekali. Jadi itulah modal ku membangun Ucok Durian yang kalian kenal sekarang. Tanpa Bank Mandiri dan BNI, Ucok Durian yang sekarang tidak ada. Bahkan mungkin bisnis Durian di Kota Medan tak maju sepesat sekarang, " katanya.
Saat menyakinkan bank, Ucok menunjukkkan cash flow usahanya yang saat itu cukup menjanjikan. Tak hanya itu, dia juga memaparkan strateginya bisa menyediakan buah durian berkualitas setiap harinya karena sudah mempunyai data musim durian di daerah dan sudah membangun komunikasi dengan para petaninya. Hubungannya dengan para petani dijaganya dengan modal kejujuran dan selalu bersikap profesional saat jual beli.
Setelah menjaga hubungan dengan pemasok, Ucok juga mengubah cara melayani konsumennya. Tak ada lagi kebohongan, seperti yang kerap dilakukan para penjual buah durian saat itu. Bahkan dia meminta pembelinya mengembalikan buahnya jika rasanya tak enak, atau ada yang busuk.
Seiring waktu buah durian pun menjadi primadona. Banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadikan buah durian sebagai bahan olahan, seperti pencake durian, bolu durian, es-krim durian hingga kopi durian. Hal ini juga membawa bisnis Ucok Durian kian meningkat. Mereka menjadi pemasok utama karena stok duriannya tersedia setiap hari.
"Awal-awal dulu buah duriannya saja yang laku. Kemudian berkembang terus karena makin banyak yang menjadikan durian jadi bahan olahan. Nah buah yang tak begitu disukai pembeli mereka tampung. Nah kalau sekarang makin maju lagi. Mulai dari kulit, biji hingga daging duriannya jadi sumber cuan," ujarnya.
Kini Ucok Durian pun bisa menghasilkan omset paling sedikit Rp 60 juta perharinya dan bisa mencapai ratusan juta saat pengunjungnya ramai. Keberhasilannya membawa bisnis durian naik kelas pun membuatnya tak lagi kesulitan mendapatkan bantuan permodalan dari bank. Hanya bermodal telepon, maka pinjamannya segera disetujui.
Kebutuhan masyarakat yang demam media sosial akan tempat unik untuk berswafoto juga membawa perkembangan siginifikan bagi perkembangan bisnis durian di Medan, seperti yang dialami Sibolang Durian. Gerai durian yang dikonsep seperti tempat kongkow kekinian membawa bisnis Sibolang Durian terkenal dalam waktu yang singkat, bahkan menjadi pesaing Ucok Durian yang sudah melegenda di Medan.
Di Sibolang durian ada ruang terbuka yang cukup luas dan menjadi titik favorit para pengunjung yang ingin menikmati buah dengan kulit berduri itu. Tidak ketinggalan, berbagai ornamen di seperti replika mobil Volkswagen ‘kodok’ yang dipadukan dengan replika durian, serta rumput sintetis berwarna hijau dan puluhan lampu yang bergelantungan, benar-benar menunjukkan bahwa Si Bolang membawa konsep anak muda yang glamor.
"Kita selalu mengutamakan keinginan konsumen. Jadi biar pengunjung betah, kami tawarkan lokasi yang nyaman dan menarik perhatian. Hasilnya adalah yang kita lihat di Sibolang Durian yang menjadi tempat tujuan utama di Kota Medan untuk menikmati durian," ujar Wiliam pemilik Sibolang Durian, Selasa (17/1/2023).
Terpisah Ketua UMKM Sumatera Utara, Ujianna Sianturi menjelaskan bahwa banyak UMKM di Sumatera Utara ini yang terbantu dengan program-program perbankan, terutama di era pandemi yang membatasi orang-orang berinteraksi terutama program digitalisasi di perbankan.
Para UMKM terbantu mulai dari mendapatkan modal yang kini serba online dan juga saat pelanggan mereka melakukan transaksi jual beli produk yang dijualnya seperti dari mobile banking dan Qris.
Di awal, program digitalisasi perbankan sulit bagi UMKM, namun pandemi covid 19 membuat mereka semakin cepat belajar dan mampu memanfaatkan teknologi digital. Bahkan kini banyak UMKM di Sumut yang 100 persen berjualannya secara online.
"Modal perbankan sangat membantu UMKM. Terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ada dari Bank Sumut, Bank BRI, Bank BNI, Mandiri, dan Permata Bank. Cerita manis UMKM berkembang berkat bantuan kredit bukan cuma dialami Ucok Durian. Banyak yang bernasib serupa," ujarnya Selasa (24/1/2023).
Meski banyak UMKM terbantu modal perbankan, Ujianna tak menampik masih ada UMKM yang belum tersentuh modal perbankan. Untuk itu dia meminta kiranya UMKM terkendala modal, supaya menghubungi asosiasinya karena hal tersebut adalah salah satu tugasnya. Tak melulu soal permodalan. Mereka juga membantu UMKM mencari pasar dengan harga jual yang kompetitif.
"Saya sudah bertahun-tahun mengekspor komoditas yang diproduksi UMKM. Dari pengalaman, saya mendapatkan celah untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM, salah satunya dengan memperjuangkan komoditas dalam program fair trade. Program fair trade membantu UMKM mendapatkan harga yang lebih mahal dari harga biasanya," ujarnya.
Kredit Perbankan Terbantu Online
Terkait dengan modal atau kredit Bank Mandiri ke UMKM, Regional CEO I/Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto mengatakan tak hanya bisnis durian yang terbantu dari kredit yang mereka salurkan. Total hingga Desember 2022 mereka sudah memberikan kredit kepada 47.398 UMKM dengan portofolio sebesar Rp. 3,3 T.
“Setiap pemberian modal atau kredit ke UMKM pada dasarnya adalah sama dikarenakan mengacu kepada prinsip dasar pemberian kredit yaitu prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition dan Collateral),” ujarnya, Selasa (24/1/2023).
Kata Aris saat memberikan kredit ke UMKM Mandiri sudah memberikan layanan serba digital melalui Digital Kredit UMKM (DigiKu) dengan fitur menarik seperti tanpa agunan, suku bunga bersaing, proses kredit cepat dan mudah.
“Persyaratan dokumen sederhana yaitu KTP dan Foto Selfie saja, bahkan para UMKM tidak perlu datang ke cabang," ujar Regional CEO I/Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto.
Tak hanya itu, Bank Mandiri juga mempunyai layanan digital yaitu Livin' by mandiri yang menyediakan data tabungan dan pinjaman sehingga nasabah juga dapat memantau perkembangan dana dan pinjaman.
Pascapandemi Covid-19, debitur Bank Mandiri sudah banya yang beralih dari metode penjualan offline ke Digital seperti melalui media sosial, e-commerce, dan sebagainya. Oleh karena itu, transaksi UMKM dengan pelanggannya pun semakin terbantu melalui aplikasi layanan Digital Bank Mandiri seperti Livin' by mandiri, Qris dan Agen Mandiri.
Hal senada juga disampaikan Pemimpin Risiko Kredit Usaha Kecil BNI Medan, Endang Panjaitan. Menurutnya BNI memang selalu jeli melihat peluang membesarkan bisnis UMKM di Sumatera Utara, seperti Ucok Durian.
"Tak hanya Ucok Durian. Banyak UMKM mitra BNI yang bisnisnya juga maju. Ucok Durian hanya salah satunya. Mengembangkan bisnis UMKM memang menjadi salah satu tugas yang kami emban, dan puji Tuhan tugas ini berjalan baik," ujar Endang, Selasa (24/1/2023).
Menurutnya BNI selalu memberikan kesempatan kepada UMKM yang mempunyai potensi berkembang seperti Ucok Durian untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR). Total KUR yang bisa diberikan pun mencapai Rp 100 juta dan tanpa agunan.
Tak kalah dari Bank Mandiri, kini BNI juga mengandalkan pengajuan kredit secara online. Berkat program ini mereka sudah bisa menjangkau lebih banyak UMKM di Sumatera Utara. “Digitalisasi ini sangat banyak membantu kami untuk terus mendorong UMKM naik kelas. Kiranya di tahun 2023 penyaluran kredit UMKM kami bertumbuh dengan baik,” ujarnya.
Meski meraka sangat terbantu digitalisasi, BNI hingga kini masih terus membuka kantor cabangnya untuk melayani UMKM. Hal ini dilakukan guna mengakomodir UMKM yang masih membutuhkan kehadiran BNI secara langsung.
Ke depan pemberian kredit kepada UMKM tetap menjadi prioritas BNI. Namun BNI akan mengoptimalkan kredit kepada UMKM yang beorientasi ekspor guna mendukung UMKM Go Produktive, Go Global dan Go Digital melalui program BNI Xpora.
Apa yang diterapkan Bank Mandiri dan BNI juga sudah diterapkan oleh Permata Bank seperti yang disampaikan oleh Djumairah Tenteram, Retail Banking Director Permata Bank. Semua program digital yang mempermudah nasabahnya sudah terdapat di aplikasi PermataMobile X.
"Mobile banking kita sudah mengakomodir seseorang melakukan pinjaman secara online. Tapi tak perpaku pada hal ini saja. Kita juga masih membuka branch kita untuk dikunjungi, baik untuk keperluan Kredit dan aktivitas lainnya," ujarnya.
Bahkan saat ini, lanjut Djumairah Tenteram Permata Bank juga mengadopsi kehidupan nasabah yang serba digital saat ini ke kantor cabangnya. Sehingga para nasabah yang datang ke Permata Bank merasa nyaman dan kebutuhan mereka akan teknologi terjawab di kantor cabang Permata Bank.
(ryd/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tren-baru-durian-bakar-1.jpg)