News Video
Pedagang Pasar Aksara Akui Omzet Anjlok Usai Direkolasi
Para pedagang Pasar Aksara mengakui omzet mereka anjlok setelah direlokasi ke gedung baru Pasar Aksara tepatnya di Jalan Masjid Pancing
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Fariz
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Para pedagang Pasar Aksara mengakui omzet mereka anjlok setelah direlokasi ke gedung baru Pasar Aksara tepatnya di Jalan Masjid Pancing, Kota Medan.
Hal itu lantara para pembeli di Pasar Aksara yang baru tersebut masih sepi sehingga membuat para pedagang tidak mendapatkan keuntungan penjualan setelah pindah ke lokasi tersebut.
Seorang pedagang sayur mayur, Alfin mengatakan dirinya bersama puluhan pedagang lainnya baru dua hari berjualan di gedung baru Pasar Aksara. Namun selama dua hari ini pula, mereka tidak mendapatkan keuntungan sepeserpun.
Bahkan ia mengakui hingga siang hari tadi belum mendapatkan satu orang pembeli pun. Sehingga ia pun khawatir akan modal yang telah dikeluarkan nya untuk menjual sayur mayur habis begitu saja.
"Kami baru pindah semalam karena katanya Presiden Jokowi mau singgah. Tapi selama dua hari ini pula kami enggak dapat keuntungan sepeserpun. Modal jualan sayur ini udah Rp 1 jutaan, barang pun mudah busuk, rugi lah kami. Ini lokasi penjualan yang diberikan kurang strategis, " ucap Alfin saat diwawancarai Tribun Medan, Kamis (9/2/2023).
Alfin mengatakan usai terbakarnya beberapa waktu yang lalu Pasar Aksara, ia pun terpaksa berjualan di Pasar Bengkok. Lalu, dua hari lalu Alfin bersama pedagang lainnya direlokasi untuk menempati lokasi penjualan yang telah disediakan.
Namun ia bersama para pedagang lainnya justru kecewa akan lokasi yang diberikan kepada para pedagang Pasar Aksara yang berada di lantai tiga.
Lantaran lokasi yang tidak strategis, membuat para pembeli pun yang hendak berbelanja pun enggan menaiki lantai tiga untuk membeli sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya.
"Harapan kami kalau bisa kami dipindahkan ke lantai 1, supaya pembeli pun tidak susah untuk naik, kan gak mungkin mereka mau beli cabai 1 ons tapi harus naik ke lantai 3 belum lagi parkir, jadi kalau lantai 1 kan aksesnya lebih mudah, " ungkapnya.
Oleh karena itu, ia pun akan melihat kondisi penjualannya dalam beberapa hari ke depan, apabila penjualannya tidak alami kenaikan, ia pun memilih untuk pindah ke tempat yang lama menimbang penjualan sayur mayur merupakan barang cepat busuk.
Tak hanya Alfin, seorang pedagang daging Elia pun merasakan hal yang sama. Ia pun mengakui belum ada yang membeli barang dagangannya.
"Udah dua hari ini tidak ada yang beli, semuanya kami belum buka dasar. Peninglah, " ucapnya.
Dilansir melalui laman resmi pu.go.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan kembali Pasar Aksara di Kota Medan, Sumatera Utara yang sempat terbakar pada tahun 2016 lalu.
Lokasi Pasar Aksara baru berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang di Jalan Mesjid, kawasan Medan Estate atau sekitar 5 km dari lokasi pasar lama yang berada di Simpang Jalan Aksara, Kota Medan.
Pasar Aksara kembali dibangun oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR melalui pendanaan APBN Tahun 2020-2021 sebesar Rp97,85 miliar.
Bangunan pasar terdiri dari 859 kios, di mana 663 kios telah diserahkan kepada calon pedagang melalui sistem pengundian yang dilaksanakan oleh PD Pasar.
(cr9/www.tribun-medan.com).