UMKM Sumut
Rumah BUMN BRI Bawa UMKM Kawasan Danau Toba Mendunia
Rumah BUMN yang didirikan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Tarutung semakin membuka jalan bagi pelaku usaha kecil di Kawasan Danau Toba Go Global.
TRIBUN-MEDAN.COM – Dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pengembangan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Rumah BUMN yang didirikan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Tarutung semakin membuka jalan bagi pelaku usaha kecil di Kawasan Danau Toba mendunia.
Fasilitas yang disediakan di Rumah BUMN BRI akan menaikkan kelas produk-produk UMKM dari Kawasan Danau Toba, karena mempunyai beragam fasilitas pengembangan UMKM, mulai dari ruang workshop, ruang pameran produk, co-working space, pasar online hingga alat produksi seperti mesin roasting kopi.
Rumah BUMN BRI yang berdiri di Jalan Raja Johannes Hutabarat, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara berada di jantung sentra UMKM yang sejak dulu sudah menjadi ikon dari Kawasan Danau Toba, seperti Kacang Sihobuk, Kopi, Tenun Tarutung, Ulos, Rajutan, Gitar Sipoholon hingga aneka produk kerajinan lainnya.
Total Sudah 40 UMKM di Kawasan Danau Toba yang tergabung dengan Rumah BUMN BRI Tarutung. Mayoritas UMKM ini masih binaan dari Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara yang diasuh oleh Satika Simamora. Namun masih terbuka untuk UMKM lainnya.
Selain memiliki fasilitas pengembangan UMKM, Rumah BUMN BRI ini juga akan memfasilitasi UMKM mendapatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dan pemasaran produk barang maupun jasa dari e-commerce yang dimiliki rumah BUMN.
Yang langsung merasakan kehadiran Rumah BUMN BRI ini adalah UMKM yang bergerak dalam bidang usaha kopi milik Bunga. Bunga kini tak lagi kesulitan ke Siantar atau Medan untuk meroasting biji kopinya.
"Tidak menyangka, selama ini kami memang sangat membutuhkan mesin roasting kopi ini. Bersyukur pak Erik Thohir datang ke sini enam bulan lalu dan menanyakan kebutuhan kami. Terbukti sekarang sudah ada, dan tentu biaya produksi jualan kami akan lebih murah," ujarnya.
Kata Bunga, dengan lengkapnya fasilitas Pengembangan UMKM di Rumah BUMN BRI dia menyakini bisninya akan semakin maju. Bahkan mimpinya mengirim biji-biji kopinya hingga keluar negeri bukan sekadar mimpi lagi.
"Rumah BUMN ini lengkap semua. Dari Hulu ke hilir nanti kita pasti terbantu. Mau nambah modal ada KUR. Mau branding, ada programnya. Pasar juga mereka bantu. Saya yakin produk UMKM dari Tanah Batak ini akan semakin mendunia berkat program ini," ujarnya.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto yang Hadir untuk meresmikan Rumah BUMN BRI di Tarutung mengatakan bahwa program rumah BUMN Mandiri adalah upaya mereka memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.
“Pembukaan Rumah BUMN ini merupakan inisiatif untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM, sehingga dapat terbangun UMKM yang berkualitas,” katanya.
Dalam penjelasannya Catur Budi mengatakan Rumah BUMN BRI mereka siapkan untuk membawa UMKM naik kelas dan go global. Untuk itu mereka sangat mengutamakan UMKM melek digital sehingga lebih bisia mengikuti perkembangan.
Adapun pelatihan yang mereka siapkan kepada UMKM meliputi literasi manajemen keuangan, branding, copy writing, desain, SEO, Instagram Ads, dan Facebook Ads.
Semua program yang diikuti UMKM ini juga dimonitoring menggunakan aplikasi dengan sistem skoring UMKM untuk mengevaluasi Usaha mereka. Skoringnya nanti berdasarkan omzet, budaya kerja, hingga perkembangan SDM.
"Aplikasi ini memantau proses UMKM tersebut setelah mengikuti pelatihan di rumah BUMN, apakah, skala bisnisnya meningkat atau menurun," ujar Catur Budi.
Saat ini total Rumah BUMN BRI yang beroperasi di Indonesia ada 54 unit dari 250 unit rumah BUMN yang ada di Indonesia dan lebih dari 570 ribu UMKM sudah terdaftar di website Rumah BUMN secara nasional, dengan jumlah pelatihan mencapai lebih dari 20 ribu pelatihan.
Komitmen BUMN Hadir untuk UMKM
Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan Bahwa Rumah BUMN di Tarutung menjadi rumah ke-16 yang sudah hadir di Provinsi Sumatra Utara. "Hadirnya Rumah BUMN ini adalah bentuk komitmen BUMN memberikan fasilitas ke para pelaku UMKM agar naik kelas," ucap Arya Sinulingga.
"Rumah BUMN aktifnya bukan main. Semoga ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan-kegiatan yang meningkatkan pengembangan usaha," tambahnya.
Anggota Komisi VI DPR RI Martin Manurung juga mengatakan, kinerja yang bagus BUMN memang harus diimbangi dengan kinerja BUMN terhadap rakyat.
"Terima kasih kepada BUMN (BRI) yang sudah membangun Rumah BUMN. Masyarakat jangan sampai sungkan datang ke Rumah BUMN, ini rumah kita semua. Kita harus betul-betul manfaatkan. Inilah rumah rakyat, silakan datang dan manfaatkan fasilitasnya," ujarnya.
Dia berharap, Rumah BUMN dapat menjadi menjadi center of excellence dan mampu meningkatkan usaha rakyat di Tapanuli Utara. Sebagai informasi, UMKM menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia. Di mana saat ini, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 62 juta unit usaha dan sebagian besar merupakan para pelaku usaha mikro.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pun juga mencapai lebih dari 62 persen atau kurang lebih sekitar Rp 8.000 triliun.
Tak hanya itu, UMKM juga tercatat memiliki serapan tenaga kerja yang tinggi. Data Kementerian Perindustrian menyebut penyerapan tenaga kerja UMKM mencapai 97
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kementerian-BUMN-RI-bersama-BRI-meresmikan-Rumah-BUMN-di-Tarutung.jpg)