Angin Puting Beliung

30 Hektar Lahan Pertanian dan 13 Rumah Rusak akibat Angin Puting Beliung, Warga Berharap Bantuan

Bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Susuk, Kecamatan Tiganderket, pada Senin (27/3/2023) kemarin menyisakan cerita duka bagi masyarakat.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Perangkat Desa Susuk, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, melakukan pengecekan lagan pertanian warga yang rusak dihantam angin puting beliung. Diketahui, akibat bencana ini sedikitnya 30 hektare lahan pertanian rusak 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Susuk, Kecamatan Tiganderket, pada Senin (27/3/2023) kemarin masih menyisakan cerita duka bagi masyarakat.

Diketahui, dari bencana angin puting beliung yang terjadi sekira pukul 15.00 WIB tersebut, merusak belasan rumah warga.

Tak hanya merusak rumah, berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Susuk Jesaya Sembiring, akibat dari sapuan angin puting beliung puluhan hektare lahan pertanian warga juga rusak.

"Akibat angin puting beliung, ada 13 rumah warga kita yang rusak. Tujuh di antaranya rusak berat, dan enam rumah rusak ringan. Selain rumah, ada juga lahan pertanian yang kena dampak angin," Ujar Jesaya, Rabu (29/3/2023).

Dijelaskan Jesaya, berdasarkan pemantauan pihak desa bersama dengan masyarakat total lahan pertanian yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai 30 hektare. Dirinya menjelaskan, adapun lahan pertanian yang rusak ini tak hanya dari tanaman muda. Namun ada juga tanaman tua atau pohon-pohon yang berukuran cukup besar.

"Ada sekitar 30 hektare, untuk tanaman muda seperti pisang, cabai, dan lainnya. Kalau tanaman tua yang rusak itu seperti kemiri, kopi," Katanya.

Saat melakukan pemantauan, dirinya menjelaskan jika dari seluruh lahan pertanian yang mengalami kerusakan hampir seluruh tanaman tumbang disapu angin. Tak hanya tanaman kecil seperti cabai, bahkan tanaman atau pohon yang berukuran cukup besar juga terlihat tumbang akibat sapuan angin kencang yang menghantam desanya tersebut.

Jesaya memperkirakan, untuk seluruh lahan pertanian yang rusak ini diusahai oleh sekitar puluhan warga desanya. Dirinya menjelaskan, akibat kerusakan dari berencana ini pihaknya memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Lebih lanjut, ia berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo terutama dari Dinas Pertanian agar segera melakukan pemantauan.

Tak hanya itu, ia juga berharap agar Pemkab Karo bisa segera memberikan bantuan kepada warganya yang terdampak musibah bencana angin puting beliung. Seperti dengan memberikan bibit tanaman baru, agar masyarakat tetap bisa melanjutkan aktivitas dan usaha pertaniannya.

(mns/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved