Berita Medan

Selama Ramadan, Okupansi Hotel di Medan Alami Penurunan

Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, penurunan okupansi hotel di Medan terjadi sejak memasuki awal Ramadan.

|
HO
Ilustrasi. Pegawai Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel saat menunjukkan salah satu kamar hotel dan beragam fasilitas yang ditawarkan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memasuki pekan kedua bulan Ramadan 2023, tingkat hunian kamar hotel di Kota Medan mengalami penurunan yang signifikan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, penurunan okupansi hotel di Medan terjadi sejak memasuki awal Ramadan.

Baca juga: Okupansi Hotel di Sumut Hingga Oktober Tahun 2022 Meningkat, Naik Capai 90 Persen

Untuk saat ini, rata-rata okupansi hotel berada di kisaran angka 40-50 persen, padahal biasanya okupansi hotel di Kota Medan mencapai 60-70 persen.

Ia mengatakan penurunan okupansi hotel ini merupakan tren yang terjadi setiap tahunnya selama Ramadan.

"Penurunan okupansi kamar hotel ini memang selalu terjadi setiap tahunnya selama bulan Ramadan. Kalau kita lihat okupansi hotel di perkotaan saat ini berada di 40-50 persen, kalau di daerah wisata saat ini 20 persen," ucap Denny, Kamis (30/3/2023).

Ia menyebutkan untuk peningkatan kembali nantinya diperkirakan akan terjadi menjelang hari Lebaran, terlebih pada perhotelan di daerah wisata.

Denny mengatakan pemesanan hotel di daerah wisata nantinya sudah akan terjadi pada H-7 Lebaran.

Sementara itu, Marketing Communication Grand Mercure Medan Angkasa Tinera Siburian mengatakan, bahwa okupansi hotel Grand Mercure Medan sejak awal Ramadan telah mengalami penurunan.

"Okupansi hotel Grand Mercure Medan semenjak awal Ramadan hingga pekan kedua ini berada di kisaran 40-50 persen saja," ucapnya.

Ia mengatakan penurunan ini sudah menjadi trennya setiap tahun selama bulan Ramadan.

Meski begitu, Tinera memprediksi kenaikan okupansi nantinya pada H-7 Lebaran juga belum begitu signifikan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Public Relation Manager Hotel Santika Premiere Dyandra Medan Herry Wahyudi, bahwa bahwa okupansi hotel Santika dalam sepekan terakhir hanya berada di angka 30-40 persen saja.

"Okupansi hotel Santika dalam minggu pertama ini sebesar 30-40 persen. Karena tren orang Medan saat bulan Ramadan ini jarang staycation," imbuhnya.

Baca juga: Pariwisata Mulai Menggeliat, Wisatawan Domestik Mendominasi Okupansi Hotel

Meski begitu, ia optimis penurunan ini hanya terjadi saat bulan Ramadan saja, disebutnya okupansi akan terdongkrak dengan event-event setelah Ramadan.

"Jadi memang pada bulan puasa ini semua perhotelan mengalami low okupansi, bisa dikatakan mungkin ini waktunya istirahat lah semua. Nah, setelah bulan puasa nanti akan banyak event nasional. Bulan 5 nanti akan banyak event hingga akhir tahun," tandasnya.

(cr9/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved