PSDS

Malang, Penggawa PSDS Deli Serdang Ini Buka-bukaan Manajemen Tunggak Gaji 3 Bulan

Karbol mengungkap, ia dan beberapa pemain PSDS masih belum dibayarkan gajinya untuk bulan Oktober, November, dan Desember 2022.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Selebrasi pemain PSDS Deliserdang setelah mencetak gol ke gawang Karo United dalam lanjutan pertandingan semifinal Liga 3 zona Sumatra Utara, di Stadion Teladan, Medan, Selasa (14/12/2021). Dalam pertandingan tersebut PSDS Deliserdang berhasil mengalahkan Karo United dengan skor 3-0.. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Meski tidak dihelat sampai selesai, kompetisi Liga 2 musim 2022/2023 ternyata masih menyisakan pil pahit bagi penggawa PSDS Deliserdang.

Betapa tidak, manajemen klub berjuluk Traktor Kuning itu masih menunggak gaji beberapa penggawanya. Hal ini diungkapkan satu di antara pemain PSDS, Rifki Wahyudi.

Pemain yang karib disapa Karbol itu mengungkap, ia dan beberapa pemain PSDS masih belum dibayarkan gajinya untuk bulan Oktober, November, dan Desember 2022.

"Ia, ini sampai sekarang belum ada info tentang soal sisa penggajian dari PSDS. Sekitar lebih kurang 3 bulan lagi sampai akhir sisa putaran pertama selesai itu kan bulan 12 akhir kemaren. Mulai nunggak itu dari bulan 10 sampe 12 kemaren," katanya kepada Tribun Medan, Selasa (4/4/2023).

Karbol mengatakan, saat ditanya kepada manajemen PSDS, mereka hanya memberikan tanggapan tentang hitungan hari kerja. Selain itu, para pemain yang belum menerima gaji juga hanya disuruh untuk bersabar.

Ia menyebut, belum ada kejelasan dan kepastian dari Manajemen PSDS Deliserdang bagaimana nasib sisa tunggakan gaji mereka. Padahal kata Karbol, hal ini sangat-sangat dinantikan olehnya.

"Mudah-mudahan ada titik terang dari pihak manajemen untuk melunasi sisa gaji pemain, karena pasti semua pemain berharap besar. Pemain, pelatih semua yang berprofesi di sepakbola ini lah pekerjaan kami untuk nafkahi keluarga," ucapnya.

Ditanya soal besaran gaji yang belum dilunasi oleh manajemen PSDS, Rifki enggan menyebutkannya karena menurutnya privasi dari masing-masing pemain. Hanya saja, tunggakan itu terjadi sejak liga terhenti.

"Kalau itu mungkin privasi dari masing-masing pemain ya. Tapi yang pastinya 3 bulan dari kompetisi Liga 2 berhenti, belum ada informasi selanjutnya tentang sisa penggajian dari manajemen PSDS. Udah ada beberapa pemain yang mengingatkan tapi jawaban nya "nanti sabar" belum ada kepastian informasi yang tepatnya," ucapnya lagi.

Rifki juga menjelaskan, jika kontraknya bersama tim Traktor Kuning pada Liga 2 musim 2022/2023 lalu, itu sampai Juni mendatang. Namun, akibat tragedi Kanjuruhan dan liga dihentikan, kontrak dibuat hingga Desember 2022 lalu.

Untuk mengisi kekosongan dan menambah pemasukan, Rifki menuturkan, ia terpaksa ikut main di kompetisi antar kampung (tarkam) ke beberapa daerah. Teranyar, dia ikut bertanding ke daerah Riau.

Lebih jauh, pemain yang berposisi sebagai defender ini berharap, selain penyelesaian urusan tunggakan gaji, sepakbola Tanah Air juga menjadi lebih baik ke depannya.

"Kontrak yang tertera kemarin sampai Juni 2023. Tapi karena pemberhentian di putaran pertama yang selesai nya Desember 2022, jadi kontrak putaran pertama itu selesai di bulan itu," katanya.

"Ya mudah-mudahan kompetisi sepakbola lebih baik lagi karena banyak pemain, pelatih serta official yang menggantung hidupnya untuk menafkahi keluarganya dari sepakbola," ucapnya lagi.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved