Ada Peningkatan Curah Hujan dan Kemarau Panjang, Masyarakat Diminta Waspada

Begitu juga dengan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk lebih waspada akan bencana alam.

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/RECHTIN HANI
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut Yosi Sukmono (kiri) bersama Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Meteorologi Belawan, Ramos L Tobing (kanan) saat menjadi narasumber pada Dialog Interaktif RRI Medan di Stasiun Radio RRI Medan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (5/5/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara (Sumut) meminta masyarakat lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem saat ini. Masyarakat dan stakeholder diminta terus berkolaborasi untuk meminimalisir dampak bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut Yosi Sukmono mengatakan, sebagai langkah awal, BPBD Sumut telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Begitu juga dengan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk lebih waspada akan bencana alam.

“Kita harus lebih waspada karena cuaca saat ini agak sulit diprediksi, stakeholder, masyarakat, kita BPBD harus berkolaborasi, bekerja sama untuk mengantisipasi situasi-situasi bencana,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut Yosi Sukmono, Jumat (5/5/2023).

Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Meteorologi Belawan Ramos L Tobing, pada 1-20 Mei 2023, ada peningkatan curah hujan dengan kategori rendah hingga sedang. Kemudian, Juni hingga Juli Sumut akan dilanda kemarau yang cukup panjang.

Baca juga: Berikut 20 Wilayah Alami Cuaca Terpanas di Indonesia Hari Ini, Medan, Kalimantan Capai 35,8 Celsius

“Dasarian (10 hari) 1 dan 2 Mei curah hujan rata-rata rendah hingga tinggi, walau mungkin ada yang ekstrem, tetapi di akhir bulan akan menurun dan kita memasuki musim kemarau di bulan Juni dan Juli,” kata Ramos L Tobing.

Ramos pun mengimbau kepada masyarakat agar rajin memantau perkembangan cuaca dari BMKG, sebelum memutuskan beraktivitas di luar rumah. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Info BMKG, yang memberikan informasi teraktual terkait cuaca dan bencana alam.

“Sedia payung, baik saat ini juga pada bulan Juni dan Juli saat musim kemarau, karena mungkin panasnya cukup terik. Sampai saat ini dari pantauan kami, belum masuk kategori ekstrem di Sumut, tertinggi 36 derajat Celcius, tetapi kalau sudah masuk 37 derajat, sudah masuk ke kategori ekstrem,” kata Ramos.

Sementara itu, belakangan ini, cuaca di Kabupaten Karo masih didominasi curah hujan. Seperti halnya kemarin Kamis (4/5), sebagian wilayah di Kabupaten Karo terutama di Kecamatan Berastagi dan Kabanjahe kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Akibat derasnya guyuran hujan, akses utama dari Kecamatan Berastagi ke Kecamatan Kabanjahe tepatnya di Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Berastagi kembali digenangi banjir. Bahkan, ketinggian air yang menggenang jalan lintas antar kabupaten hingga provinsi ini diperkirakan mencapai 40 cm.

"Dan terjadi lagi. Hujan terus datang banjir," ujar salah satu warga, B Pandia.

Di tempat terpisah, warga lainnya Harsono mengaku sempat terpaksa harus melintas di jalan yang tergenang banjir tersebut karena ada keperluan. Bahkan, saat melintas menggunakan mobil jenis sedan, air sudah menggenangi hingga setengah ban mobilnya.

"Tadi lewat di depan hotel Suite Pakar, banjir lagi. Airnya sampai setengah ban mobil," ucapnya.

Akibat dari banjir tersebut, ia menjelaskan, saat melintas tadi ia sempat melihat ada beberapa kendaraan pengendara yang melintas mogok. Tak hanya kendaraan kecil, bahkan mobil minibus yang notabene memiliki ketinggian yang lebih dari permukaan air juga ikut mogok.

"Ada juga tadi beberapa yang mogok, mungkin karena jalannya pelan airnya masuk dari kenalpot," katanya.

Lebih lanjut, warga meminta kepada pihak terkait yaitu Balai Jalan Nasional agar segera melakukan penanganan di jalan tersebut. Tak hanya sering digenangi banjir, kondisi jalan di sana juga sudah memprihatinkan. Meski pun sudah sempat ditimbun dengan material seadanya, jalan kembali rusak karena penanganannya belum maksimal.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved