Sosok

Sosok Hansen Teo, Pengusaha Kaset yang Tetap Bertahan di Tengah Era Digitalisasi

Hampir 41 tahun lamanya, pria ini bekecimpung di dunia usaha kaset dan sudah membuka beberapa cabang di Medan.

|
HO
Hansen Teo tengah menunjukkan piringan hitam, satu dari jenis kaset yang ada di tokonya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hansen Teo, merupakan pria keturunan Belanda yang besar di Medan.

Hampir 41 tahun lamanya, pria ini bekecimpung di dunia usaha kaset dan sudah membuka beberapa cabang di Medan.

Baca juga: SOSOK Dr Sulianti Saroso yang Muncul di Google Doodle Hari Ini,Galakkan Indonesia Bebas Cacar dan KB

Dimulai sejak tahun 1982, bersama saudara laki-lakinya, Hansen memulai bisnis kaset sejak era Radio Tape tengah berjaya dimasa itu.

Tapi, kini Hansen berjalan sendiri membangun tiap cabang yang ada di Medan.

Kecintanya terhadap dunia musiklah yang membawanya terjun ke bisnis ini.

"Sejak tahun 1982, dimulai dari kaset pita, piringan hitam, tahun 1985-86-88 sudah mulai CD. Jaman itu kompetitor kaset radio, kalau sekarang kompetitor CD ya digital," cerita Hansen.

Punya keluarga keturunan Belanda, Hansen disuguhkan dengan Netherlands Education, sejak kecil dirinya sudah dikenalkan dengan lagu klasik, lagu batak dan lainnya.

Hal itu membentuk Hansen kecil jadi menyukai musik sejak dini, hingga terpupuk sampai ia dewasa.

Dirinya mulai mempelajari, apa warna musik jazz, kasanova dan lainnya.

Usia 18 tahun, Hansen memberanikan diri menjadi seorang DJ, dan sejak usia 15 tahun dirinya sudah terjun ke dunia dancer kala itu.

Perkembangan bisnis kaset sendiri menurut Hansen tidak hanya akan jadi sebuah sejarah, karena musik tetap memiliki pecintanya.

Para pecinta musik akan memilih untuk membeli koleksinya dengan kaset atau DVD sebagai bentuk fisiknya.

"Karena selain fisik di CD itu art work desaignnya, dan juga didalamnya ada credit tittle. Jadi tentu menjadi kebutuhan bagi pecinta musik asli," ungkapnya.

Karena dijelaskannya, menikmati musik melalui media handphone tentu akan berbeda ketika dinikmati dengan soundystem yang sebenarnya.

"Ada juga penikmat kualitas tinggi, dimana suaranya mendekati asli, masih ada pecinta musik yang seperti ini," tambahnya.

Namun, pengusaha kaset juga terus berusaha mengikuti jaman, seperti saat ini Hansen mengatakan, musik KPop sudah bertransformasi dengan adanya bentuk box set.

"Jadi produk Korea itu menyediakan polaride, air kid, nah air kid ini pengganti CD, bisa disambungkan langsung ke handphone," jelasnya.

Bahkan hingga saat ini pelanggannya tak hanya terdiri dari generasi Z, tapi juga diramaikan dengan pembeli ibu-ibu.

Store kaset yang dimiliki Hanset saat ini ada di beberapa lokasi di Medan, yakni ada di Sun Plaza, Jalan Mangkubumi dan Cetre Point Medan.

Hingga saat ini pembelinya tidak hanya dari Medan, bahkan seluruh Indonesia.

Jenis kaset yang di jual Hansen juga beragam, transformasi kaset mulai dari kaset pita, piringan hitam, CD juga DVD.

"Saat ini penjualan terbesar di Indonesia itu album KPop, bisa terjual 65 persen dari kesuluruhan penjualan perbulannya," katanya.

Tahun ke tahun dijalaninya bukan tanpa masalah, pernah disuatu waktu dirinya dihadapkan dengan masalah soal royalti.

Indonesia diterpa dengan masalah royalti kepada musisi lain diluar negeri.

Bukan hal mudah berhadapan dengan gejolak bisnis yang mungkin bisa jadi awal terpuruknya bisnis kaset di masa itu.

Tapi Hansen tetap bertahan dan melanjutkan usahanya hingga kini.

Siapa menyangka, kini Hansen memiliki usaha dibidang musik, dan juga turut menjadi Produser Eksekutif musisi ternama Viky Sianipar.

Baca juga: SOSOK Pendeta Karel Phil Erari Tenangkan Kemarahan Susi Pudjiastuti Karena Ulah KKB Papua

Pernah dicemooh tak pula membuatnya goyah, karena dirinya berbisnis dengan tulus untuk dunia seni yang disukainya.

"Jatuh bangun selama 41 tahun tentu banyak ya, dicemooh bahkan sudah biasa saya, yang penting saya berbisnis itu dibarengi dengan ketulusan," pungkasnya.

Besar dan tumbuh di Medan, kini Hansen sudah memiliki 1 orang anak, yang juga terjun di dunia musik.

Anaknya kini bekecimpung sebagai produser musik anime di Tokyo Jepang.

(cr26/tribun-medan.com) 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved