Atlet Sumut

Berprestasi di One Pride, Rustam Hutajulu Sebut Tak Dapat Suport Pemko Tebingtinggi

Meski Rustam mengakui, jika Pemerintah Kota Tebingtinggi tidak ada support untuknya.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Petarung asal Kota Tebing Tinggi, Rustam Hutajulu (tengah), pose bersama sabuknya yang ia dapatkan di kelas strawweight usai menekuk petarung asal Lombok, Lalu Sofian, Sabtu (13/5/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com,JAKARTA- Petarung MMA asal Tebingtinggi, Rustam Hutajulu berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Ia sukses menjadi juara interim di kelas strawweight One Pride MMA, pada Sabtu (13/5/2023) lalu.

Selain dipersembahkan bagi keluarga dan klub tempatnya berlatih, kemenangan tersebut juga ia berikan kepada kota kelahirannya itu.

Meski Rustam mengakui, jika Pemerintah Kota Tebingtinggi tidak ada support untuknya.

"Saya senang, bisa membanggakan Kota Tebingtinggi tentunya. Tapi, dari Pemerintah Kota Tebingtinggi tidak ada support dan dukungannya terhadap saya," kata Rustam saat dikonfirmasi Tribun Medan, Senin (15/5/2023).

Rustam menyebut, padahal banyak atlet berprestasi yang berasal dari Kota Tebingtinggi. Hanya saja, bakat-bakat potensial itu terkesan tidak diperhatikan oleh pemangku jabatan di daerah berjuluk Kota Lemang itu.

Atlet MMA berjuluk The Black Dragon itu mengisahkan, selama lima bulan ia menjalani latihan untuk laga perebutan sabuk interim kelas strawweight, dirinya cukup mengelami kendala biaya. Termasuk untuk urusan vitamin.

"Kendala kita itu ya selama persiapan, cuma urusan vitamin untuk asupan kita. Kurang support dari situ aja. Kalau yang lainnya, Puji Tuhan engga ada," ujarnya.

Rustam menyebut, padahal ia sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Pemko Tebingtinggi. Hanya saja, pihak Pemko katanya hanya memberikan janji-janji.

Termasuk saat ia persiapan sebelum berlaga di One Pride.

"Kita (Rustam dan Pemko Tebingtinggi) sering koordinasi, tapi mereka itu ya hanya janji-janji saja. Gimana ya, nanti omongannya begini-begini. Nyatanya pas kita udah kaya gini, pada lari, kabur," ucap Rustam.

"Saya engga pernah, dapat support dari Kota saya. Tapi ya namanya saya putra asli Tebingtinggi, ya mau gimana pun juga itu kota kelahiran saya. Jadi saya berjuang sendiri untuk kota saya," katanya lagi.

Lebih jauh Rustam berharap, kendala ini mesti diatasi sesegera mungkin oleh pihak terkait. Ia menilai, perjuangan para atlet Kota Tebingtinggi juga bertujuan untuk memberikan prestasi di mata nasional.

Sebelumnya diberitakan, Rustam Hutajulu berhasil meraih sabuk dan gelar juara interim kelas strawweight. Prestasi itu ia raih, usai menekuk petarung asal Lombok, Lalu Sofian dalam laga One Pride MMA, kelas 52, 2 kg.

Dalam laga yang digelar, Sabtu (13/5/2023) itu, Rustam yang berjuluk The Black Dragon berhasil membuat Lalu Sofian 'lempar handuk' pada ronde keempat dari lima ronde yang disediakan.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved