Academy Kwarta

Tingkatkan Kapasitas, Academy Kwarta dan Asprov Sumut Gelar Kursus Lisensi C Diploma

Ketua panitia kegiatan, Deli Sulistia menyebut, kegiatan ini diselenggarakan sejak, Senin (15/5/2023) hingga Minggu (28/5/2023) mendatang di Medan.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Para peserta kursus pelatihan pelatih lisensi C Diploma yang diselenggarakan oleh Academy Kwarta dan Asprov PSSI Sumut, di Wisma Dispora Sumut digelar, sejak Senin (15/5/2023) hingga Minggu (28/5/2023) mendatang, di Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kredibilitas, Academy Kwarta dan Asprov PSSI Sumatera Utara bekerjasama menggelar kegiatan kursus pelatih berlisensi PSSI C Diploma.

Ketua panitia kegiatan, Deli Sulistia menyebut, kegiatan ini diselenggarakan sejak, Senin (15/5/2023) hingga Minggu (28/5/2023) mendatang di Medan.

"Ada 18 orang peserta. Pesertanya kita utamakan anak Sumatera Utara. Tapi kalau provinsi lain juga mau ikut tidak masalah. Ada juga yang dari luar," katanya kepada Tribun Medan, Jum'at (19/5/2023).

Deli Sulistia menjelaskan, dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan pelatihan terkait pengembangan kapasitas pelatih. Sistem belajar juga dibuat dengan dua mekanisme, yaitu teori di Wisma Atlet Dispora Sumut dan praktik di Lapangan Kwarta.

Selain itu, kegiatan ini bilangnya juga menghadirkan instruktur nasional yaitu Jhon Arwandi dan asistennya Philep Hansen. Keduanya bakal memimpin jalannya pelatihan hingga selesai, pada 28 Mei mendatang.

"Kursus kita buat sebagai peningkatan SDM di bidang kepelatihan sepakbola. Dengan itu kita pihak penyelenggara bekerja sama dengan Asprov PSSI Sumut untuk menyelenggarakan kursus PSSI C diploma," katanya.

Sebelum mengikuti agenda ini, para peserta mesti memenuhi beberapa persyaratan pendaftaran. Adapun persyaratan itu ialah rekomendasi dari SSB/klub/askab, membuat loogbook pelatihan 40 jam dan wajib mempunyai sertifikat lisensi D.

Lanjut Deli, untuk bahan kursus pelatihan ini menyesuaikan dengan program dari PSSI. Katanya, hal ini memang sengaja dibuat untuk membentuk keseragaman visi dan misi pelatih dari tingkat lokal hingga ke pusat atau nasional.

"Bahan yaitu menyamakan program dari PSSI pusat yaitu kurikulum Filanesia. Itu sabagai role model atau pedoman kita sebagai pelatih. Ya sejauh ini juga peserta juga cukup antusias dengan program baru ini," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Filanesia merupakan filosofi cara bermain sepak bola yang digali dan dikembangkan sesuai dengan karakter dan potensi pesepakbola Indonesia.

Juga disesuaikan dengan kultur geografis dan sosiologis banga kita.

Sambung Deli, ia pun berharap, dengan adanya kegiatan ini para pelatih nantinya bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat saat kembali ke klub atau SSB yang dibinanya. Apa lagi, dengan kurikulum yang baru diharapkan adanya penyegaran terhadap tim yang dibela.

"Harapan semoga dengan adanya kursus ini pelatih yang tergabung dan berpartisipasi dalam kursus ini bisa mengimplementasikan ilmu kepelatihan terhadap klub/SSB masing-masing. Sehingga tercipta bibit-bibit pesepakbola dari Sumut yang siap bersaing baik di timnas maupun klub liga profesional," katanya.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved