Kecelakaan Kereta di India

Kecelakaan Maut di India, 3 Kereta Tabrakan, 200 Orang Meninggal, 850 Lainnya Luka-luka

Sedikitnya 200 orang dilaporkan telah tewas dan lebih dari 850 orang lainnya terluka dalam insiden kecelakaan kereta di India yang terjadi pada Jumat

|

TRIBUN-MEDAN.com - Kecelakaan maut terjadi di India tepatnya di bagian Odisha, yang melibatkan tiga kereta tabrakan hingga menewaskan lebih 200 orang.

Sedikitnya 200 orang dilaporkan telah tewas dan lebih dari 850 orang lainnya terluka dalam insiden kecelakaan kereta di India yang terjadi pada Jumat (2/6/2023) malam.

Jumlah korban tewas dan terluka ini dikhawatirkan dapat bertambah karena dilaporkan masih ada banyak penumpang terjebak di dalam kereta yang terlibat dalam kecelakaan. 

Foto-foto yang disiarkan di stasiun-stasiun TV India menunjukkan kompartemen kereta yang hancur dan berlumuran darah, serta sejumlah penumpang tergeletak di samping rel dekat Balasore.

"Kami memiliki lebih dari 120 kematian per hitungan terakhir dan jumlahnya meningkat karena ada banyak cedera serius, cedera kepala. Kejadian yang sangat menyedihkan dan prognosisnya tidak baik," kata Direktur Jenderal Dinas Pemadam Kebakaran Odisha, Sudhanshu Sarangi, kepada AFP dari lokasi kecelakaan.

Informasi terbaru lebih 200 orang dinyatakan tewas.

Kecelakaan kereta india
Penduduk setempat berkumpul setelah Coromandel Express tergelincir setelah menabrak kereta barang di dekat stasiun Bahanaga di Balasore pada Jumat (3/6/2023). Untuk sementara, kecelakaan kereta di India itu dilaporkan telah menewaskan 120 orang lebih.(ANI via Hindustan Times)

Sekretaris kepala negara bagian Odisha Pradeep Jena membenarkan bahwa sekitar 850 orang yang terluka telah dikirim ke rumah sakit. Dia menyampaikan upaya penyelamatan masih berlangsung.

"Prioritas utama kami sekarang adalah menyelamatkan (penumpang) dan memberikan dukungan kesehatan kepada yang terluka," katanya.

Direktur eksekutif Kereta Api India, Amitabh Sharma, mengatakan ada tiga kereta yang terlibat dalam kecelakaan. Dua kereta adalah kereta penumpang, sedangkan satunya adalah kereta penumpang.

"Ddua kereta penumpang terlibat aktif dalam kecelakaan itu, sementara kereta ketiga, kereta barang, yang diparkir di lokasi, juga (terlibat) dalam kecelakaan itu," jelasnya.

Dia pun menyampaikan jumlah korban tewas maupun terluka dalam insiden kecelakaan kereta di India ini bisa bertambah karena proses penyelamat masih terus dilakukan.

"Jumlah korban dari lapangan atau kejelasan jumlah korban luka sangat sulit untuk kami nilai saat ini," kata Sharma, di tengah laporan bahwa banyak penumpang masih terjebak di bawah gerbong kereta yang hancur.

Anil Kumar Mohanty, seorang petugas medis di Balasore, mengatakan kepada AFP bahwa banyak dokter dan petugas medis lain telah dikerahkan ke lokasi kecelakaan.

Seorang korban yang selamat mengatakan kepada reporter berita TV lokal bahwa dia sedang tidur ketika kecelakaan itu terjadi. Dia kemudian terbangun dan mendapati dirinya terjebak di bawah belasan penumpang lain.

Penumpang itu tidak bisa menceritakan bagaimana dia bisa merangkak keluar dari gerbong dengan hanya luka di leher dan lengannya.

Stasiun TV lain menayangkan foto gerbong kereta yang terguling ke satu sisi rel, saat warga berusaha menarik korban ke tempat aman.

(tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved