Berita Viral
SOSOK Hercules Mantan Preman Tanah Abang yang Ancam Kombes Hengki Tapi Berujung Minta Maaf
Rosario de Marshal atau yang dikenal dengan nama Hercules marah mengancam Kombes Hengki Haryadi.
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com - Rosario de Marshal atau yang dikenal dengan nama Hercules marah mengancam Kombes Hengki Haryadi.
Tapi tak berselang lama, mantan preman Tanah Abang ini memelas meminta maaf.
Hercules merupakan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) marah ke Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.
Hercules sempat keluhkan terkait dirinya yang merasa diintimidasi oleh Kombes Hengki Haryadi, sebab ia diancam akan dijebloskan kembali ke penjara.
Hercules bingung, karena ia merasa tak melakukan kesalahan. Ia juga mengaku selama 20 tahun terakhir tak mempunyai catatan kriminal di kepolisian.
Hercules mengaku punya anggota satu juta lebih, ada 500 orang lebih pecatan TNI dan Polri.
"Hei kau salah orang, sekali ampun, dua kali ampun, tiga kali, gue udah gila, kau 5 menit kubikin selesai. Kalau gue udah gila kan beda," ancam Hercules.
"Anggota saya pecatan ada 500 orang. Tapi saya mau jaga NKRI, karena NKRI harga mati. Kalau Hengki pribadi dengan saya 5 menit selesai, tolong Pak Kapolri Sigit, saya ingatkan itu, Lebih baik gue mati, karenma ini harga diri,"katanya.
Hercules Minta Maaf
Tak berapa lama, pada video permintaan maafnya yang diunggah oleh akun @lovers_polri, pada Senin, 5 Juni 2023, Hercules menuruturkan bahwa telah terjadinya kesalahpahaman.
Dia juga menambahkan bahwa perkataannya terjadi secara spontan.
"Saya Hercules, pertama mengucapkan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada Pak Hengki atas kemarin kejadian salah paham," kata Hercules.
Dia juga mengakui perkataannya yang dinilai kurang baik, dan meminta maaf kepada pihak kepolisian.
Terutama, pada Kapolri Listyo Sigit.
"Sampai ke acara saya ada sedikit spontanitas di luar kesadaran. Ya ada saya mengeluarkan kata-kata yang kurang baik. Terima kasih dan mohon maaf juga kepada Pak Kapolri," tambahnya.
"Mohon maaf juga kepada Pak Kapolda Metro Jaya, dan minta maaf sebesar-besarnya. Mudah-mudahan ke depannya akan lebih baik."
Sosok Hercules
Rosario de Marshal alias Hercules merupakan sosok terkenal di dunia kriminal Jakarta.
Sebab ia dikenal sebagai preman Tanah Abang yang bernyali besar.
Pria bertubuhnya kecil dan cenderung kurus itu ternyata langganan berurusan dengan hukum dan sering keluar masuk penjara.
Kasus yang mengantarkannya ke balik jeruji besi juga beragam, mulai dari perusakan, perbuatan tidak menyenangkan, pemerasan hingga penghasutan.
Salah satunya pada 2018 lalu, Hercules ditangkap jajaran Polres Metro Jakarta Barat di rumahnya pada Rabu (21/11/2018).
Ia ditangkap terkait kasus penguasaan lahan terhadap PT NilaA lam di Kalideres, Jakarta Barat, pada Agustus hingga November 2018.
Ketikan itu ia dijerat Pasal 170KUHP dan Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun.
Kasus lain yang pernah menyeret pria asal Timor Timur ini adalah pada 2005 ketika Hercules dan anak buahnya menyerang kantor surat kabar Indopos di Jakarta.
Gegara perbuatannya itu, Hercules divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pada 2013 ia kembali ditangkap polisi terkait kasus pemerasan di Kembangan, Jakarta Barat dan divonis 4 bulan penjara.
Setelah selesai jalani masa hukuman, tak lama kemudian ia kembali ditangkap tim pemburu preman Polres Jakarta Barat pada Agustus 2013,
Kali ini ia dikaitkan dengan aksi pemerasan sepanjang 2006 hingga 2013. Atas kasus itu Hercules dikenai Pasal Pencurian Uang.
Hercules taubat
Setelah malang melintang di dunia kelam, Hercules lantas memutuskan untuk menjadi mualaf dan bertaubat.
Adapun alasannya untuk bertaubat adalah karena dirinya menyadari kalau dahulu memiliki kehidupan yang kelam.
Ia juga beberapa kali mengalami berbagai insiden yang mengancam nyawanya,mulai dari dibacok hingga dikeroyok dengan 100 orang lengkap dengan senjata tajam.
Namun berkat kuasa Tuhan, peristiwa itu tidak merenggut nyawanya dan masih hidup sehat hingga kini.
Katika ditanya alasannya memutuskan untuk mualaf, Hercules menyinggung mengenai kehidupan manusia yang hanya sementara di dunia.
“Ya karena begini, kita hidup ini sementara. Kalau bicara tangan kotor, tangan saya ini sudah kotor sekali, sudah berdarah-darah lah,Sekarang umur kita ini mau sampai kapan?” katanya.
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rosario-de-Marshal-atau-yang-dikenal-dengan-nama-Herculesss.jpg)