TRIBUNWIKI

DERETAN Pria Berdarah Batak yang Juga Pengacara Kondang, Ada Hotman Paris hingga Otto Hasibuan

Ada beberapa pria berdarah Batak yang merupakan pengacara kondang yang namanya sudah tak asing lagi.

Editor: Ayu Prasandi
dok
Hotman Paris dan Hotma Hutapea 

 TRIBUN-MEDAN.com- Banyak pengacara kondang di Indonesia merupakan pria Berdarah Batak.

Ada beberapa pria berdarah Batak yang merupakan pengacara kondang yang namanya sudah tak asing lagi seperti Hotman Paris, Otto Hasibuan, Hotma Situmpol dan beberapa nama lainnya.

Berikut Tribun Medan merangkum deretan pria berdarah Batak yang juga pengacara kondang Indonesia : 

1. Hotma Sitompul

Pengacara Hotma Sitompul
Pengacara Hotma Sitompul (KOMPAS.COM/Sandro Gatra)

Hotma Sitompul merupakan seorang pengacara kondang sekaligus pengusaha asal Sumatera Utara.

Nama Hotma Sitompul dikenal lantaran pernah menangani beberapa kasus artis seperti Raffi Ahmad, Maia Estianty, Baim Wong Richard Muljadi, dan lain-lain.

Selain itu Hotma Sitompul juga sempat menangani kasus-kasus besar di Tanah Air, salah satunya adalah kasus Angeline pada tahun 2018.

Angeline adalah bocah asal Bali yang dibunuh oleh orang tua angkatnya. Saat itu Hotma Sitompul menjadi kuasa hukum tersangka, yaitu Margariet atau ibu angkat Angeline.

Berangkat dari perannya di kasus besar itu, Hotma Sitompul berseteru dengan Hotman Paris Hutapea perihal hukuman yang dijatuhkan kepada Margariet.

Hotma Sitompul memulai karirnya di ranah hukum dengan bekerja menjadi staff di LBH Jakarta, di bawah pimpinan DR. (Iur) Adnan Buyung Nasution, S.H. Pada tahun 1977 sampai 1980.

Pada tahun 2002 Hotma Sitompul mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saroon.

LBH Mawar Saroon didirikan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan hukum dalam memperjuangkan keadilan namun kurang mampu untuk menyewa pengacara.

Hotma Sitompul juga mendirikan Hotma Sitompoel Law Firm.

Kehidupan pribadi Hotma Sitompul sempat menjadi sorotan setelah istrinya Desiree Taringan yang dinikahinya pada tahun 1997.

Setelah 22 tahun menikah, pada tahun 2021 Desiree Tarigan mengaku diusir dari rumah yang ditinggali mereka.

Desiree Taringan merupakan ibu kandung dari Bams Eks Samsons.

Hal itu lantas ditepis oleh Hotma Sitompul, ia mengatakan bahwa itu bukanlah pengusiran lantaran keduanya memang sudah sempat putus komunikasi.

Namun setelah beberapa waktu mereka menempuh jalan damai dan menyelesaikan urusan mereka secara kekeluargaan.

Isu rumah tangga Hotma Sitompul kembali menggemparkan publik lantaran dirinya katahuan selingkuh dengan istri dari anak sambungnya Mikhavita Wijaya.

Kabar tersebut mencuat setelah sang istri Desiree Tarigan dan anak sambung Bams Eks Samsons sama-sama melayangkan gugatan perceraian.

Baru-baru ini Hotma Sitompul diketahui menjadi kuasa hukum Rizky Billar yang tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada Lesti Kejora.

Profil Hotma Sitompul

Nama: Hotma Sitompul

Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 30 November 1965

Agama: Kristen

Ayah: Humala Sitompul

Ibu: Surtani Panggabean

Saudara: Ruhut Poltak Hotparulian Sitompul, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul

Alumni: S2 Universitas Gajah Mada

Istri: Desiree Tarigan

Anak: Sila Hasian Feliciani Sitompul, Ditho Hasian Sitompul, Bambang Reguna Bukit (anak sambung), Prianka Regana Bukit (anak sambung)

2. Hotman Paris Hutapea

Pengacara Hotman Paris
Pengacara Hotman Paris (Tribunnews.com)

Pria bernama lengkap Hotman Paris Hutapea ini lahir di Laguboti, Sumatera Utara, pada 20 Oktober 1959.

Ia merupakan lulusan S1 Hukum Universitas Katolik Parahyangan tahun 1981.

Hotman Paris kemudian melanjutkan S2 di University of Technology, Sydney, Australia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Di tahun 2011, ia berhasil meraih gelar S3 dari Universitas Padjajaran.

Ia pernah bergabung dengan OC Kaligis & Associates Law Firm.

Lalu, di tahun 1982, ia menjadi pengacara di Nasution Lubis Hadiputranto Law Firm.

Lima tahun setelahnya, tepatnya pada 1987, Hotman Paris bergabung dengan Free Hill Hollingdale & Page di Sydney selama 11 tahun sampai 1998.

Pada 1999, ia mendirikan Hotman Paris Hutapea & Partners.

Saat ini, Hotman Paris tergabung dalam Asosiasi Konsultan Hukum Pasar Modal (Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal/HKHPM).

Sempat bergabung dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Hotman Paris memutuskan mengundurkan diri apda April 2022 lalu, dilansir Tribunnews.com.

Suami Agustianne Marbun ini terkenal sebagai pengacara yang suka memamerkan kemewahan.

Bahkan, sebuah majalah di Australia menjuluki Hotman Paris sebagai 'Bling-bling Lawyer'.

Baru-baru ini, terungkap bayaran Hotman Paris sebagai pengacara.

Dalam sebuah acara televisi yang dipandu Irfan Hakim dan Raffi Ahmad, diketahui Hotman Paris mendapat bayaran hingga Rp1,3 miliar per kasus.

“Ini dia kekayaan Hotman Paris pengacata kondang, (Rp) 1,3 miliar (rupiah) per satu kali kasus. Wow!” kata Irfan Hakim, dikutip dari TribunJatim.com.

Kendati demikian, Hotman Paris mengaku pernah mendapat bayaran hingga Rp167,7 miliar.

Pengakuan ini disampaikan dirinya pada 2019 silam, saat hadir sebagai bintang tamu acara yang dipandu Boy William.

"Saya pernah dapat honor cuma kecil, tapi saya juga pernah dapat honor sampai 12 juta dolar (Rp167,7 miliar)," ujarnya sambil tersenyum, dikutip dari Kompas.com.

Hotman Paris menikah dengan Agustianne Marbun yang merupakan kakak tingkatnya di Universitas Katollik Parahyangan.

Keduanya dikaruniani tiga anak bernama Frank Alexander Hutapea, Felicia Putri Parisienne Hutapea, dan Fritz Paris Junior Hutapea.

3. Todung Mulya Lubis

Todung Mulya Lubis
Todung Mulya Lubis (HO / Tribun Medan)

Todung Mulya Lubis pria berdarah Batak yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia.

Selain itu, Todung Mulya Lubis juga merupakan seorang diplomat, ahli hukum penyelesaian sengketa, penulis, dan tokoh gerakan hak asasi manusia asal Indonesia.

Todung Mulya Lubis dikenal sebagai praktisi hukum yang mendirikan The Law Office of Mulya Lubis and Partners (Lubis Santosa and Maulana Law Offices) pada tahun 1991.

Todung Mulya Lubis lahir di Muara Botung, Mandailing Natal, Sumatra Utara pada 4 Juli 1949. Saat ini beliau berusia 73 tahun.

Todung Mulya Lubis dibesarkan oleh orangtua yang berprofesi wiraswasta dan sering berpindah-pindah tempat tinggal. Hal ini jugalah yang membuat pria berdarah Batak itu sering berpindah-pindah sekolah.

Beliau mulai menempuh pendidikannya dengan masuk ke Sekolah Dasar di Jambi. Lulus pada tahun 1963, Todung Mulya Lubis melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama di Pekanbaru.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertamanya, Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas di Medan dan lulus pada tahun 1968.

Setahun setelah menyelesaikan pendidikan SMAnya, Todung Mulya Lubis melanjutkan pendidikan Sarjananya dengan berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1974.

Todung Mulya Lubis mengambil gelar Masternya dari University of California di Berkeley pada tahun 1978 dan Harvard University pada tahun 1987.

Pada tahun 1990, ia menerima gelar Doctor of Juridical Science (SJD) dari University of California di Berkeley dengan disertasi berjudul In Search of Human Rights: Legal-Political Dilemmas of Indonesia's New Order 1966-1990.

Pada tahun 1991, Todung Mulya Lubis mendirikan the Law Office of Mulya Lubis and Partners yang sekarang lebih dikenal dengan nama Lubis Santosa and Maulana Law Offices.

Bersama dengan lembaga yang didirikannya ini, Todung Mulya Lubis banyak terlibat dalam praktek korporasi dan komersial serta penyelesaian sengketa karya perusahaan.

Todung memimpin kelompok praktik korporasi dan komersial perusahaan dalam jumlah transaksi yang besar.

Tak hanya itu, Ia juga secara intensif terlibat dan memimpin penyelesaian sengketa perusahaan kelompok praktek di litigasi profil tinggi perusahaan.

Pada tahun 2018 lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk Todung Mulya Lubis sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia.

Riwayat Pendidikan Todung Mulya Lubis

- Fakultas Hukum Universitas Indonesia

- Master of Law, Law School, University of California at Berkeley, USA

- Master of Law, Harvard Law School, USA

- Doctor of Juridical Science, University of California at Berkeley, USA

Riwayat Karier Todung Mulya Lubis
- Pengacara bisnis terkemuka dalam penyelesaian sengketa di Indonesia

- Anggota Asosiasi Advokat Indonesia (IKADIN)

- Asosiasi Konsultan Hukum Pasar Modal (Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal / HKHPM)

- International Bar Association (IBA)

- Kurator berlisensi dan Administrator serta Konsultan Paten Terdaftar

- Panel arbiter Dewan Arbitrase Nasional Indonesia (Badan Arbitrase Nasional Indonesia / BANI) dan Chambers of Commerce Internasional (ICC) Paris.

- Dosen dibeberapa Universitas di Indonesia, antara lain Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Yogyakarta dan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan.

- Pembicara dalam lokakarya di darat maupun lepas pantai, seminar atau konferensi di bidang hukum dan hak asasi manusia

4. Rasamala Aritonang

sosok Rasamala Aritonang
sosok Rasamala Aritonang (HO)

Rasamala Aritonang dulunya menjabat Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK.

Rasamala Aritonang, adalah mantan pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Nasional (TWK) dan dipecat karena menjadi salah satu dari 57 pegawai KPK lainnya.

Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK, kini setelah dipecat dari KPK, memilih untuk kembali ke kampung halamannya menjadi petani di Sumatera Utara.

Selama di Balige, rutinitas Rasamala hampir setiap pagi menjemur jagung.

Selain itu, Rasamala biasanya memberi makan ayam dan bebek setiap pagi.

Namun, kegiatan Rasamala tidak sebatas hanya bertani dan beternak saja.

Rasamala masih kerap diminta menjadi narasumber dalam sejumlah diskusi daring.

Tidak hanya itu, Rasamala juga mengajar di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan untuk mata kuliah studi anti-korupsi.

Rasamala Aritonang menjabat sebagai Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK sebelum ia dipecat per 30 September 2021 lalu.

Selama bekerja di KPK, Rasamala pernah menjadi perwakilan lembaga antirasuah untuk mengikuti pelatihan kejahatan korporasi dan pedoman pemidanaan korporasi di Washington DC dan New York, Amerika Serikat (AS).

Saat itu, Rasamala berangkat bersama dua pegawai KPK lainnya, Lakso Anindito dan Juliandi Tigor Simanjuntak, yang juga dipecat.

Hal ini juga pernah diungkapkan mantan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap, dalam tweetnya, 25 Agustus 2021 lalu.

Lewat cuitannya, Yudi juga menuliskan Rasamala adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali.

Rasamala menyelesaikan S2 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Rasamala juga pernah diminta mendampingi lima pimpinan KPK bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas RUU KUHP pada 2018 silam.

Rasamala mengambil S3 Ilmu Hukum di Universitas Parahyangan pada 2020 lalu.

4. Kamaruddin Simanjuntak

Kamaruddin Simanjuntak dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan
Kamaruddin Simanjuntak dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan (kompas.com)

Pengacara Kamaruddin Simanjuntak kini tengah menjadi perhatian publik berkat sepak terjangnya dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Seperti diketahui, Kamaruddin merupakan pengacara yang menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua alias Brigadir J.

Tak pelak, banyak yang ingin tahu mengenai seluk-beluk pengacara satu ini.

Apalagi Hotman Paris sampai memuji kemampuan pengacara asal Tapanulis, Sumatera Utara (Sumut) ini.

Diketahui dari Posbelitung.co, Kamaruddin Simanjuntak berprofesi sebagai pengacara, dan politikus.

Kamaruddin Simanjuntak sudah malang melintang sebagai seorang pengacara.

Ia dikenal sebagai pengacara yang tegas dan profesional.

Biodata Kamaruddin Simanjuntak belakangan banyak dicari-cari oleh netizen.

Biodata Kamaruddin Simanjuntak ini memuat profil singkat, karier, hingga fakta-faktanya.

Nama Kamaruddin Simanjuntak belakangan memang tengah jadi omongan publik.

Lalu siapakah Kamaruddin Simanjuntak?

Simak biodata singkatnya yang dirangkum GridFame.id dari berbagai sumber!

Kamaruddin Hendra Simanjuntak, S.H atau yang dikenal dengan nama Kamaruddin Simanjuntak.

Lahir di Siborongborong, Tapanuli Utara pada 21 Mei 1974, saat ini usianya menginjak 48 tahun.

Kamaruddin Simanjuntak dikenal sebagai salah satu pengacara Indonesia.

Melansir dari berbagai sumber, Kamaruddin jadi sorotan usai memenangkan beberapa kasus besar.

Seperti kasus Wisma Atlet Hambalang dan kasus korupsi e-KTP.

Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J. (YouTube Refly Harun)

Selain itu, dia juga pernah menjadi kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri saat berseteru dengan Fadlan Muhammad pada 2016.

Saat ini namanya kembali melejit usai ditunjuk jadi pengacara Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat dalam kasus penembakan yang dilakukan pihak Irjen FS.

Melansir dari Posbelitung.co, Kamaruddin adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia menyandang gelar Sarjana Hukum.

Sang pengacara lulus dengan predikat cumlaude.

Kamaruddin Simanjuntak kemudian mendirikan sebuah firma hukum yang bernama Victoria Law Firm.

Bukan cuma pengacara, Kamaruddin Simanjuntak rupanya juga seorang penulis.

Buku yang pernah ia terbitkan berjudul Petarung Sejati dari SIBORONGBORONG.

Tak cuma itu, Kamaruddin Simanjuntak pernah terlibat mendirikan Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera (PDRIS).

Ia mendirikan partai tersebut pada 7 Juli 2020 dan menjadi Ketuam Umum PDRIS.

Hotman Paris Akui Kehebatan Kamaruddin Simanjuntak

Nama Kamaruddin Simanjuntak belakangan memang tengah jadi omongan publik.

Pasalnya pengacara tersebut dipuji habis-habisan oleh Hotman Paris.

Sebagaimana diketahui, selama ini Hotman Paris dianggap sebagai pengacara paling top di tanah air.

Dilansir GridFame.id dari TribunSumsel.com, Hotman Paris dulunya enggan mengatakan siapa pengacara terhebat di Indonesia.

"Siapa pengacara terhebat di Indonesia saat ini menurut anda?" tanya Najwa Shihab.

"Siapa pengacara terhebat di Indonesia saya tidak bisa komentar," ungkap Hotman Paris dalam sebuah video lawas.

Namun kini setelah melihat aksi Kamaruddin Simanjuntak dalam kasus penembakan Brigadir Yoshua Butabarat, Hotman Paris dengan tegas mengakui kehebatan sang pengacara.

"Inilah pengacara terkemuka di Indonesia, Kamaruddin Simanjuntak pengacara dari Brigadir J Almarhum," ungkapnya.

6. Otto Hasibuan

Otto Hasibuan pengacara Ketua DPR Setya Novanto mengundurkan diri, Jumat (8/12/2017).(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Otto Hasibuan pengacara Ketua DPR Setya Novanto mengundurkan diri, Jumat (8/12/2017).(Kompas.com/Robertus Belarminus) ()

Nama Otto Hasibuan tidak asing di telinga masyarakat Indonesia

Pasalnya, Otto Hasibuan kerap muncul menjadi pengacara kasus-kasus besar.

Seperti ia menjadi kuasa hukum Jessica Kumala Wongso dalam kasus kopi sianida.

Otto Hasibuan adalah pengacara kondang yang lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara pada 5 Mei 1955.

Otto pernah memegang sejumlah kasus besar sehingga banyak masyarakat Indonesia yang mengenalinya.

Salah satu yang ditanganinya adalah kasus kopi sianida yang membuat Mirna meninggal di tempat pada tahun 2016 silam.

Ia juga dikenal karena menjadi salah satu kuasa hukum kasus korupsi e-KTP yang dilakukan eks Ketua DPR RI Setya Novanto pada tahun 2017.

Pada tahun 2020, Otto pernah menjadi kuasa hukum Joko Tjandra, pengusaha sekaligus buronon korupsi Indonesia.

Kini Otto Hasibuan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2020-2025.

Otto Hasibuan juga mendirikan firma hukumnya sendiri bernama Otto Hasibuan & Associates.

Otto Hasibuan menikah dengan Norwati Damanik dan dikaruniai 4 orang anak bernama Putri Linardo Hasibuan.

lalu Lionie Petty Hasibuan, Natalia Octavia Hasibuan dan Yakup Putra Hasibuan yang baru saja melamar artis Jessica Mila.

(cr32/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved