Berita Sumut
Pastor Leo Joosten Ginting Suka, Sosok Pendiri Museum Pusaka Karo Berkebangsaan Belanda
Pastor Leo Joosten Ginting Suka, merupakan penggagas berdirinya Museum Pusaka Karo yang ada di Berastagi, Kabupaten Karo.
Penulis: Muhammad Nasrul |
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pastor Leo Joosten Ginting Suka, merupakan penggagas berdirinya Museum Pusaka Karo yang ada di Berastagi, Kabupaten Karo.
Pastor Leo merupakan pria berkebangsaan Belanda yang lahir di Nederwetten, Belanda, pada 9 September 1942 lalu.
Baca juga: Sosok Letjen Richard Tampubolon Pernah Rebut Markas OPM dan Sukses Lumpuhkan Sejumlah Pasukan TPN-PB
Pastor Leo sendiri, mulai tinggal dan menjadi Warga Negara Indonesia sejak tahun 1994 lalu.
Dengan kepiawaiannya dan kecintaannya dalam menggali budaya yang ada di setiap daerah yang ditinggalinya, Pastor Leo resmi diangkat menjadi orang Karo dan ditabalkan marga Ginting Suka oleh masyarakat Desa Suka, pada tahun 1999 lalu.
Dari sejarah singkat yang dilihat di Museum Pusaka Karo, Pastor Leo menuju Indonesia untuk berkarya sejak lulus dari Universitas Katolik Tilburg, Belanda.
Kecintaannya terhadap Indonesia khusunya budaya Karo, membuat ia akhirnya menerbitkan kamus bahasa Karo, menulis sastra.
Kemudian, ia juga mendirikan dua Gereja Katolik Inkulturasi Karo pada tahun 2005 lalu, dimana yang pertama Geraja Katolik Inkulturatif Paroki Santo Mikael Pangururan yang terletak di Kabupaten Samosir, dan Gereja Katolik Inkulturatif Paroki Santo Fransiskus Assisi yang terletak di Berastagi Kabupaten Karo, serta Museum Pusaka Karo pada tahun 2013 lalu.
Untuk Museum Pusaka Karo sendiri, berdiri karena keresahannya terhadap benda yang punya nilai tinggi dibiarkan dan ditakutkan akan hilang.
Karena keresahan itulah yang membuat beliau untuk membuat museum, agar barang sejarah ini lebih aman dan terlestarikan.
Baca juga: SOSOK Pablo Benua, Pengusaha Tajir yang Siap Berikan Harta ke Al Zaytun
Atas dedikasinya memperjuangkan dan melestarikan budaya terutama yang ada di Sumatera Utara, Pastor Leo Joosten mendapatkan penghargaan dari Sastra Rancage pada tahun 2015 lalu.
Dari perjalanannya berkarya di Indonesia, Pastor Leo Joosten meninggal pada Minggu (28/2/2021) lalu, di Rumah Sakit Elisabeth, Medan, Sumatera Utara.
(mns/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pendiir-Museum-Pusaka-Karo.jpg)