Breaking News

Berita Viral

30 Pria Tes Darah Usai Seorang Pemuda Dinyatakan Positif HIV, Dokter tak Bisa Tidur Tunggu Hasil Tes

"Saya tidak bisa tidur malam menunggu hasil tes darah bocah itu. Mudah-mudahan negatif," tulis sang dokter

Instagram
30 Pria Tes Darah Usai Seorang Pemuda Dinyatakan Positif HIV, Dokter tak Bisa Tidur Tunggu Hasil Tes 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 30 pria tes darah usai seorang pemuda dinyatakan positif HIV.

Dokter yang menangani hal ini pun sampai tak bisa tidur saat menunggu hasil tes.

Apalagi satu diantara puluhan pria yang datang untuk melakukan tes darah baru berusia 16 tahun.

ilustrasi
ilustrasi (Thinkstockphotos)

Sudah banyak cerita yang dibagikan di media sosial tentang efek negatif dari kebiasaan seksual sesama jenis.

Bahkan pengakuan itu datang dari penyitas sendiri.

Namun tampaknya hal semacam itu tidak membuat takut sebagian orang. 

Bahkan masih ada yang menganggap spele hal tersebut.

Baca juga: Puluhan Warga Binaan Lapas Labuhan Bilik Jalani Tes HIV dan Sifilis, Berikut Hasilnya

Seperti kisah yang dibagikan seorang dokter wanita ini.

Ia berharap kisah ini dapat membuka mata banyak orang atau setidaknya memicu kesadaran dan pertobatan bagi mereka yang termasuk dalam golongan ini.

“Awal tahun ini, saya dipindahkan ke puskesmas di belakang kampung. Rencananya kawasan permukiman tapi semua warganya Melayu dan Muslim," tulis sang dokter dikutip tribun-medan.com dari mStar. 

Ilustrasi
Ilustrasi (Internet)

Kisah ini berawal saat seorang pasien yang terindikasi PMS datang berobat.

Pasien itu merupakan seorang pria muda dan tampan.

Awalnya pasien itu agak canggung untuk terus berobat dengan dokter wanita dan memohon untuk diperiksa staf laki-laki saja.

“Tapi karena saat itu satu-satunya staf laki-laki cuti panjang, pasien keluar sendiri dan mengurungkan niatnya untuk berobat," tulisnya.

Baca juga: Cegah Infeksi Menular Seksual & HIV/AIDS, Program Genis Manis Jadi Andalan Puskesmas Padang Bulan

Kurang dari dua hari kemudian, pria yang sama kembali ke klinik dan meminta untuk diperiksa.

"Ia berkeringat, wajahnya menahan rasa sakit. Pasien itu mengeluh merasa kesakitan saat buang air kecil," katanya.

Tak punya pilihan lain karena tak tahan menahan rasa sakit, pasien laki-laki itu menurut dan terpaksa menunjukkan alat kelaminnya untuk diperiksa.

"Begitu (celana) dilepas, ruangan bau banget. Saya lihat kemaluannya bengkak, mengelupas dan bernanah," cerita dokter yang tidak mau mengungkapkan identitas dan lokasi desa tempatnya bekerja.

Berita viral hari ini - Kisah bocah berumur 15 tahun idap HIV+, orangtua malu, kurung anaknya hingga meninggal. (Kolase: Geotimes/Istimewa)
Ilustrasi. (Kolase: Geotimes/Istimewa) (Kolase: Geotimes/Istimewa)

Dokter menambahkan, pasien mati-matian menyangkal pernah berlangganan wanita seumur hidupnya bahkan mengaku masih perjaka.

Oleh karena itu, untuk membantu pasien, prosedur pengobatan dimulai dengan mengambil sampel darah kemudian diberikan suntikan obat penyakit kelamin melalui pembuluh darah.

"Menyedihkan... semoga ada waktu untuk bertaubat. Semoga kita semua terhindar dari dosa," tulis sang dokter.

Baca juga: Pencuri HP di Rumah Polisi Tewas Setelah Diklaim Idap HIV

Ia pun memberikan obat untuk diminum di rumah dan menyuruh pasien itu kembali ke klinik setelah beberapa hari.

“Keesokan harinya, hasil darahnya keluar, pasien positif HIV. Saat saya menyampaikan kabar kepadanya, dia menangis tersedu-sedu. Sebenarnya saya gay," kata pasien itu mengaku.

"Jawabannya sudah saya miliki. Saya bertanya tentang pasangan seksual, berapa banyak orang yang berhubungan dengannya, dan ia mengatakan sangat banyak," tulisnya.

Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS (net)

Sang dokter pun menyarankan agar pasien meminta 'teman-temannya' untuk menjalani tes darah.

“Klinik kami setelah itu ramai.. jumlah laki-laki yang datang hampir 30 orang. Semuanya sudah ‘bersama’ dengan laki-laki itu. Saya sangat kaget dan sedih.. 30 orang itu bukan jumlah yang sedikit,” ucapnya lagi.

Namun, kata dokter, dari seluruh pria yang datang untuk tes darah, hanya satu yang terkonfirmasi positif.

“Dari mana penyebabnya tidak ada yang tahu. Masing-masing kehilangan jejak identitas dan jumlah pasangan seksualnya. Kira-kira di mana penyakit itu berasal," tulisnya. 

Baca juga: HATI-HATI Kasus Positif HIV Menigkat Pada Ibu Rumah Tangga, 5.100 Kasus Tiap Tahun, Ditularkan Suami

Namun yang lebih membuat dokter ini bersedih adalah saat keesokan harinya seorang anak laki-laki datang untuk ikut melakukan pemeriksaan.

“Saya tergerak untuk menulis ini karena tadi pagi datang seorang anak laki-laki berusia 16 tahun untuk berobat. Setelah saya periksa, ya, satu lagi kasus PMS.

"Saya tidak bisa tidur malam menunggu hasil tes darah bocah itu. Mudah-mudahan negatif. Saya tidak bisa membuka buku investigasi baru dan menemukan lebih banyak dari kelompok ini," pungkasnya.

Ilustrasi pasangan gay.
Ilustrasi pasangan gay. (Shutterstock)

Tulisan dokter tersebut dibagikan oleh seseorang di TikTok yang sejauh ini telah ditonton lebih dari 223.000 kali.

Masuk ke kolom komentar, rata-rata warga dunia maya mengungkapkan kesedihannya atas sikap orang-orang tersebut.

Selain melanggar syariat Islam, mereka juga mempertaruhkan nyawa diri dan istri masing-masing.

“Ada anak istri itu yang sedih. Sapu depan belakang. Hati keluarga hancur.

Baca juga: Kisah Istri Bersuami Gay, Sabar Mendampingi hingga Tak Lagi Suka Sesama Jenis

“Kamu ingin jadi apa dengan masyarakat kita… semakin jauh dari ajaran Islam. Sangat menakutkan.

"Menyedihkan... semoga saya punya waktu untuk bertaubat. Semoga kita semua diselamatkan dari maksiat," kata salah satu komentar netizen.

(*/tribun-medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved