Sumut Terkini
Sempat Terkendala Karena Alat Terbakar, Pendeteksian Sinabung Kembali Lancar
Pendeteksian dini terhadap aktivitas Gunung Api Sinabung yang berada dari Kabupaten Karo, sempat terkendala beberapa saat
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pendeteksian dini terhadap aktivitas Gunung Api Sinabung yang berada dari Kabupaten Karo, sempat terkendala beberapa saat.
Pasalnya, salah satu alat pendeteksi getaran atau seismik milik Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dipasang di sekitar Gunung Sinabung terbakar beberapa waktu lalu.
Saat ditanya perihal kondisi terkini, Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Sinabung Armen Putra mengungkapkan jika kini pendeteksian sudah kembali normal.
Dirinya mengatakan, pihaknya telah memasang alat yang baru untuk memaksimalkan perekaman aktivitas gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini.
"Sekitar dua pekan lalu, sudah kita pasang alat yang baru. Dan saat ini, pendeteksian sudah kembali normal," ujar Armen, Kamis (10/8/2023).
Sebagai informasi, alat seismik yang berada di seputar Desa Sigarang-Garang, Kecamatan Namanteran tersebut terbakar pada Rabu (31/5/2023) lalu. Akibat dari terbakarnya alat tersebut, perekaman aktivitas Gunung Sinabung cukup terkendala.
Pasalnya, selain dikarenakan perekaman menjadi lebih sedikit berdasarkan keterangan Armen titik yang terbakar tersebut merupakan alat pendeteksi yang paling baik.
Sehingga, dengan matinya alat tersebut akibat terbakar membuat perekaman terkesan pincang.
"Sekitar satu bulan lah matinya, iya (paling vital) karena alat yang terbakar titiknya paling dekat dengan puncak gunung," Ucapnya.
Ketika ditanya titik pemasangan alat yang baru, Armen menjelaskan jika kemarin pihaknya memasang alat di dua lokasi berbeda.
Dimana, salah satu titik pemasangan sama dengan lokasi alat yang terbakar beberapa waktu lalu.
"Ya masih sama, karena kan sebelum pemasangan sudah kita lihat koordinatnya mana yang benar-benar presisi untuk pendeteksian," jelas Armen.
Untuk menghindari kejadian serupa, pengamat yang sudah bertugas sejak awal Gunung Sinabung erupsi ini mengaku pihaknya akan melakukan kontrol secara berkala.
Selain kontrol, pihaknya juga nantinya akan melakukan pembersihan kawasan alat dari ilalang untuk mencegah api menjalar jika sewaktu-waktu kembali terjadi kebakaran.
Lebih lanjut, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kebakaran.
Terlebih, sampai saat ini pihaknya masih merekomendasikan adanya zona merah di lingkar puncak Gunung Sinabung hingga radius tiga kilometer.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.