Berita Viral

Presiden AS Joe Biden Kerahkan Bantuan ke Israel Hadapi Hamas, Arab-Turki-Mesir Serukan Perdamaian

Perang Hamas vs Israel semakin panas. Israel mengklaim telah membunuh sedikitnya 200 orang dan Hamas juga mengklaim telah membunuh ratusan orang Yahud

Ohad Zwigenberg/AP via Aljazeera
Tentara Israel menuju ke selatan, dekat Ashkelon, untuk menghadapi pejuang Palestina di tengah operasi militer terbesar melawan Israel dalam setidaknya satu dekade (Ohad Zwigenberg/AP via Aljazeera) 

TRIBUN-MEDAN.com - Perang Hamas vs Israel semakin panas. Israel mengklaim telah membunuh sedikitnya 200 orang dan Hamas juga mengklaim telah membunuh ratusan orang Yahudi. 

Serangan Hamas ke Israel menimbulkan perang dahsyat. 

Ribuan roket diluncurkan dari masing-masing kelompok.  

Ribuan masyarakat mengatasnamakan warga Israel dan Palestina alami luka-luka. 

Peran yang menimbulkan korban ribuan orang ini mengingat tragedi pada Yom Kippur 6 Oktober 1973. 

Pada hari suci bangsa Yahudi, Hamas Palestina melakukan serangan menadadak. Ribuan warga Yahudi tewas saat sedang khusyuk beribadah di situs suci mereka.  

Kini pada awal bulan Oktober, Hamas kembali melancarkan serangan hingga mengakibatkan ribuan orang luka-luka.  

Kondisi yang masih memanas membuat sejumlah negara turun tangan. 

Amerika Serikat menyatakan dukungan ke Israel dan meberikan bantuan yang jika diperlukan. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan siap membantu Israel yang tengah berkonflik dengan kelompok Hamas.

Biden mengungkapkan dukungannya ketika berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (8/10/2023) waktu setempat.

"Saya menjelaskan kepada Perdana Menteri Netanyahu bahwa kami siap menawarkan semua cara dukungan yang sesuai kepada Pemerintah dan rakyat Israel," kata Joe Biden dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters.

"Israel mempunyai hak untuk membela diri dan rakyatnya. AS memberi peringatan agar tidak ada pihak lain yang memusuhi Israel yang mencari keuntungan dalam situasi ini," imbuhnya.

Baca juga: UPDATE Liga Italia, AC Milan Geser Inter Milan di Puncak Klasemen, Juventus Menang dari Tetangga

Baca juga: Hotman Paris Berang Ayah Mirna Selipkan Uang ke Tas Reza Indragiri: Kelewatan, Sekaya Apa Dia?

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negaranya sedang berperang dengan militer Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.

Netanyahu memerintahkan pemanggilan pasukan cadangan dan berjanji bahwa Hamas akan membayar akibat dari apa yang belum diketahui mereka sampai sekarang.

"Kami sedang berperang," kata Netanyahu.

"Bukan 'operasi', bukan 'ronde', tapi perang," tegasnya, seperti dilansir LA Times.

Sementara, Pemerintah Palestina mengungkap serangan militer Hamas, yang menguasai jalur Gaza, ke wilayah Israel terkait ketidakadilan yang dialami warga di wilayah penjajahan negara zionis itu.

"Berlanjutnya ketidakadilan dan penindasan yang menimpa rakyat Palestina menjadi alasan di balik situasi yang eksplosif ini dan ketiadaan perdamaian dan keamanan di kawasan," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Palestina, dalam unggahannya di Twitter, Sabtu (8/10/2023).

Seruan Perdamaian

Seruan perdamaian Arab Saudi, Turkiye, dan Mesir termasuk di antara beberapa negara yang menyerukan diakhirinya permusuhan di Israel dan Palestina.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan pihaknya menginginkan penghentian segera kekerasan antara Israel dan Palestina.

Sementara, Mesir memperingatkan “konsekuensi serius” yang diakibatkan oleh eskalasi yang terjadi saat ini.

Presiden Turkiye Erdogan juga mendesak semua pihak untuk bertindak dengan menahan diri dan menjauhi tindakan impulsif yang akan meningkatkan ketegangan.

Mayat-mayat tegelatak di Israel

Mayat-mayat tergeletak di jalanan kota Sderot di Israel selatan pada hari Sabtu dan Minggu (8/10/2023) waktu setempat.

Ini merupakan serangan terbesar Hamas terhadap Israel selama bertahun-tahun.

Beberapa kendaraan di jalanan bolong ditembus peluru dan beberapa mobil masih terbakar setelah serangan tersebut.

Jumlah korban tewas di Israel imbas serangan militan Palestina, Hamas, terus bertambah, untuk sementara ini sudah mencapai 300 jiwa.

Surat Kabar Online Times of Israel membenarkan pernyataan dari Kementerian Kesehatan Israel, terkait 1.104 warga Israel yang telah terluka dan 300-an tewas.

Termasuk puluhan orang yang berada dalam kondisi kritis di rumah sakit. Bahkan, jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah. 

Sementara, pihak berwenang Israel tidak memberikan rincian mengenai jumlah warga Israel yang ditawan pihak Hamas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel mencapai 232 korban dan 1.697 lainnya mengalami luka-luka. 

Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat Israel pada Minggu (8/10/2023) pagi waktu setempat. 

Sebelumnya pada Sabtu (7/10/2023) sebanyak 40 korban dilaporkan tewas di Israel akibat serangan Hamas tersebut. Kini bertambah menjadi 300-an jiwa.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah. 

Hamas: Pertempuran Habis-habisan

Berbicara kepada Al Jazeera,  Saleh al-Arouri, wakil kepala biro politik Hamas, mengatakan kelompok tersebut terlibat dalam perjuangan untuk kebebasan. “Ini bukan operasi (tabrak lari), kami memulai pertempuran habis-habisan. Kami memperkirakan pertempuran akan terus berlanjut dan medan pertempuran akan meluas. Kami memiliki satu target utama: kebebasan kami dan kebebasan tempat-tempat suci kami,” katanya kepada Al Jazeera.

Al-Arouri mengatakan warga Palestina mempunyai hak atas kebebasan, melawan pendudukan Israel dan menjaga tempat suci mereka. “Kami akan terus berjuang sampai kami dihargai dengan kemenangan, kebebasan dan kemerdekaan,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya siap menghadapi “skenario terburuk”. “Semua skenario kini memungkinkan dan kami siap menghadapi invasi darat (Israel),” tambahnya.

Al-Arouri juga mengatakan bahwa Israel telah berencana melancarkan serangan ke Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Sementara, Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, meluncurkan "Operasi Badai al-Aqsa" dengan ribuan roket-roket yang menargetkan situs-situs musuh, bandara, dan instalasi militer.

Kepala Hamas Ismail Haniya mengatakan serangan 'heroik' mereka merupakan respon atas kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal terhadap warga sipil Palestina, serta penyerbuan ke Masjid Al Aqsa.

Di sisi lain, pihak Israel mengatakan bahwa mereka memulai "Operasi Pedang Besi" sebuah operasi berskala besar untuk mempertahankan warga sipil Israel dari serangan Hamas.

ISRAEL bagian selatan digempur roket Hamas: Serangan mematikan yang dilakukan pasukan Hamas ke Israel.(AP via Sky News)
Serangan Hamas terjadi saat hari raya Yahudi

Serangan Hamas ke Israel dilakukan pada Sabtu pagi ketika Simchat Torah atau hari raya Yahudi.

Simchat Torah merupakan hari libur yang jatuh pada akhir festival Yahudi selama seminggu yang dikenal sebagai Sukkot atau Hari Raya Pondok Daun.

Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagari mengatakan, Hamas melancarkan serangan dari darat, laut, dan udara.

(*/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved