News Video
Iron Dome, Sistem Pertahanan Israel yang Jebol Diserang Hamas, Rusia Bongkar Kelemahan
Sistem pertahanan udara canggih bernama Iron Dome kini terungkap setelah Israel diserang kelompok militan Hamas
TRIBUN-MEDAN.COM - Militer Israel memiliki sistem pertahanan udara canggih bernama Iron Dome.
Saking canggihnya, sistem itu bahkan dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Namun kelemahan Iron Dome kini terungkap setelah Israel diserang kelompok militan Hamas, Sabtu (7/10).
Iron Dome dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik dan peluru artileri yang ditembakkan dari jarak 4 hingga 70 kilometer.
Sistem pertahanan udara ini dikembangkan pada akhir tahun 2000-an oleh Rafael Advanced Defense Systems.
Namun, Israel pertama kali menggunakan Iron Dome untuk melawan serangan roket Hamas pada 2011.
Baterai Iron Dome biasanya terdiri dari beberapa unit peluncur, unit radar, dan unit kontrol.
Satu baterai dapat melindungi area sekitar 150 kilometer persegi.
Salah satu ciri khas sistem ini adalah kemampuannya mencegat roket yang diproyeksikan mendarat di area kosong.
Namun, pakar militer Rusia Yuri Knutov menyebut Iron Dome juga memiliki kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh musuh.
Menurutnya, Iron Dome akan kebobolan jika terjadi serangan yang melibatkan setidaknya 100 roket.
"Jika terjadi serangan yang lebih intensif, yang melibatkan setidaknya 100 roket, Iron Dome biasanya gagal melakukan tugasnya," kata Knutov, dikutip dari SputnikGlobe, Senin (9/10).
Jika melihat serangan yang terjadi pada Sabtu (7/10), Hamas meluncurkan roket secara massal dari berbagai arah.
Strategi semacam ini bertujuan untuk melumpuhkan pertahanan Iron Dome Israel.
(Tribun-Video.com)
Artikel telah tayang dengan judul Iron Dome’s 'Inefficiency' Revealed by Israeli-Palestinian Conflict Escalation - Expert