Breaking News

Tribun Wiki

5 Kopi dari Pulau Sumatra yang Mendunia dengan Harga Terjangkau

Bagi kamu pecinta kopi, tentu sudah tahu apa saja kopi yang nikmat dan melegenda dari Pulau Sumatera. Berikut adalah 5 kopi yang sudah mendunia

Editor: Array A Argus
Dok. BRI
Mampu melebarkan bisnisnya, Koperasi Pedagang Kopi Ketiara kini memiliki 1.500 petani kopi. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Wilayah Aceh hingga Sumatra Utara dikenal sebagai penghasil rempah dan biji-bijian, termasuk kopi.

Tak heran, sejumlah kopi dari Aceh dan Sumatra Utara mendunia dan banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Selain memiliki cita rasa yang khas, harga kopi dari Aceh dan Sumatra Utara ini pun cukup terjangkau.

Lantas, apa saja kopi yang banyak dikenal oleh masyarakat, berikut ini ulasannya. 

Kopi Mandailing

Kopi Mandailing termasuk dalam jenis arabika.

Ia berasal dari wilayah Bukit Barisan, Mandailing, Sumatra Utara.

Kopi ini menjadi terkenal karena cita rasanya yang khas. 

Kopi Mandailing
Kopi Mandailing

Jika kamu menyukai aroma kopi yang cenderung fruity, floral, dan spicy, maka Kopi Mandailing cocok untuk kamu.

Berbeda dengan jenis kopi arabika di Indonesia, Kopi Mandailing memiliki aroma unik dengan campuran sedikit rempah, cokelat, bunga, dan buah-buahan

Kopi Lintong

Datang dari wilayah Lintong Nihuta, kopi Lintong memiliki ciri khas rasa yang lembut dan seimbang.

Kopi arabika Lintong, atau biasa disebut kopi Lintong, merupakan satu dari tiga brand kopi arabika terkenal di dunia yang ditanam di Pulau Sumatera.

VARIAN Kopi Lintong Premium dan Kopi Ni Dainang.
VARIAN Kopi Lintong Premium dan Kopi Ni Dainang. (TRIBUN MEDAN/HO)

Nama Kopi Lintong diambil dari nama kecamatan Lintong Nihuta.

Kopi Lintong bukan nama varietas kopi, tetapi merupakan merek dagang di perdagangan internasional untuk kopi yang berasal dari Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Kopi Gayo

Dari namanya, kopi ini berasal dari wilayah Gayo, Aceh. 

Kopi ini memiliki cita rasa yang kuat dan berkarakter.

Tidak hanya itu, Kopi Gayo juga memiliki aroma yang sedap.

Jika dicicipi, rasanya tidak pahit dan memiliki keasaman yang rendah dan memiliki sedikit sentuhan rasa manis.

Makanya, Kopi Gayo ini seringkali dijadikan sebagai bahan campuran berbagai house blend coffee.

Kopi Gayo paling cocok ditanam di ketinggian 1000 mdpl.

Delegasi Aceh untuk promosi Kopi Gayo di World of Coffee Expo di Budapest, Hungaria.
Delegasi Aceh untuk promosi Kopi Gayo di World of Coffee Expo di Budapest, Hungaria. ((Kontributor Takengon, Iwan Bahagia ))

Namun, Kopi Gayo ini juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu ketinggian perkebunan yang menentukan cita rasanya.

Perbedaan ketinggian perkebunan ini ternyata juga bisa mempengaruhi rasa Kopi Gayo lho.

Dari satu sisi, hal ini menyebabkan rasa Kopi Gayo tidak konsisten, namun di sisi lain, hal ini menjadi keunikan tersendiri dari Kopi Gayo.

Soal rasa, Kopi Gayo memberikan sentuhan nutty cenderung buttery dengan aroma rempah yang wangi.

Kopi Sidikalang

Salah satu daerah penghasil kopi terbaik adalah Sumatra, Kecamatan Sidikalang.

Ditanam di dataran tinggi yang sejuk menjadikan kopi arabika Sumatra Sidikalang punya kualitas nomor satu.

Kopi Sumatra Sidikalang ada dalam daftar komoditas ekspor Indonesia bersamaan dengan arabika unggulan daerah lain.

Bahkan mampu menjadi pesaing kopi ternama produksi Vietnam dan Brazil.

Tidak seperti kopi pada umumnya, arabika Sidikalang punya aroma yang seimbang.

Kopi Sidikalang yang memiliki citarasa khas
Kopi Sidikalang yang memiliki citarasa khas (TRIBUN MEDAN/ALMAZMUR)

Anda akan bisa mencium wewangian khas rempah yang berpadu sempurna dengan aroma manis.

Bisa dibilang cenderung ke aroma coklat karamel.

Masalah rasa, arabika Sidikalang terbukti kuat dan mantap.

Kopi yang langka dan melegenda ini disebut yang paling enak dari Sumatra.

Anda akan merasakan rasa pahit khas coklat.

Ada juga sensasi rasa fruity yang segar.

Biasanya, kopi arabika tidak memiliki aftertaste atau hanya terasa sesaat.

Tapi produksi dari Sidikalang berbeda.

Arabika unggulan ini punya aftertaste yang cukup tahan lama di mulut. Jadi, kenikmatan kopi tidak hilang walaupun sudah habis satu cangkir.

Kopi Simalungun

Terkenal akan rasa manisnya, kopi Simalungun sering kali memiliki nuansa buah-buahan yang segar.

Citarasanya yang cerah dan asam yang segar menjadikannya pilihan yang menggugah selera.

Kopi arabika Sumatera Simalungun memiliki cita rasa yang khas, kualitas dan intensitas aroma yang bercampur dengan cita rasa yang sangat baik (excellent), terkadang dengan rasa fruity, lemony, floral, jagung manis, pedas, honeyed, sweet, bright acidity, low acidity, rasa kompleks, ringan, keseimbangan yang baik.

Kopi Simalungun bakal diekspor dan diperkenalkan ke Eropa, Rabu (23/2/2022)
Kopi Simalungun bakal diekspor dan diperkenalkan ke Eropa, Rabu (23/2/2022) (TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI)

Setiap cangkir kopi Sumatera Utara adalah pengalaman yang mendalam dan tak terlupakan.

Ini adalah kombinasi keseimbangan antara iklim, tanah, dan budaya lokal yang menciptakan jenis kopi yang unik dan memikat.

Ketika Anda merasakannya, Anda merasakan kekayaan alam yang selalu berlangsung dan keaslian yang tak ternilai harganya.

Dalam setiap tegukan, Anda mencicipi warisan yang diselamatkan dan keajaiban yang evergreen di Sumatera Utara.(mag1/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved