Tribun Wiki
Kenapa Yahudi Membenci Islam? Biarawati Umat Kristen Diludahi
Banyak yang bertanya, kenapa Yahudi membenci Islam. Namun, Yahudi juga membenci Kristen, hingga meludahinya
TRIBUN-MEDAN.COM,- Banyak pertanyaan sering muncul, kenapa Yahudi membenci Islam.
Jawabannya, karena sejak kecil, Yahudi didoktrin untuk membenci orang Islam.
Mereka bangga dengan darah Yahudinya, dan menganggap rendah orang yang bukan Yahudi.
Semua orang non-Yahudi dari segala ras dan agama menurut kitab Talmud adalah “sampah”.
Menurut pandangan mereka, secara mendasar kaum Yahudi itu lebih unggul atas ras mana pun, dan mengenai hal itu ditegaskan berulangkali dalam bentuk yang sangat ekstrem oleh Shneur Zalman dari Lyadi.
Baca juga: Siapa Hamas, Sejarah dan Siapa Pendirinya Hingga Perang dengan Israel
Pendiri Lubavitcher-Hasidisme itu mengajarkan, bahwa ada perbedaan hakiki antara jiwa orang Yahudi dengan jiwa kaum ‘goyyim’ (kaum selain Yahudi).
Bahwasanya hanyalah jiwa orang Yahudi yang di dalamnya terdapat dan memancarkan cahaya kehidupan ilahiyah.
Sedangkan pada jiwa kaum ‘goyyim’, Shneur menyatakan, “Sama sekali berbeda, karena terciptanya memang lebih inferior. Jiwa mereka sepenuhnya jahat, tanpa mungkin diselamatkan dengan cara apa pun.”
Jadi karena tidak bisa diselamatkan, semua kaum selain Yahudi halal darahnya untuk dibunuh.
Diyakini, ajaran-ajaran kitab inilah yang menyebabkan bangsa Yahudi tidak mempunyai hati nurani.
Baca juga: Pantas Hitler Membenci Yahudi, Kini Berusaha Kuasai Palestina, Berikut Sejarahnya
Kitab-kitab ini diajarkan dari sekolah dasar, sehingga sejak kecil anak-anak Yahudi yang masih polos membenci Islam, sehingga lama kelamaan kebencian itu mendarah daging dan membuat anak itu menjadi penghancur Islam.
Jadi bukanlah suatu pemandangan yang aneh jika ada anak Yahudi yang tertangkap kamera berani menendang ibu muslimah Palestina.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu,” QS. al-Baqarah (2) : 120).
Dibantai Hitler
Di sisi lain, bangsa Yahudi pernah dibantai oleh pemimpin tertinggi Nazi Jerman, Adolf Hitler.
Hitler sangat membenci kaum Yahudi.
Bahkan, Amerika lewat film-filmya kerap memojokkan Hitler, karena kasus genosida yang ia lakukan.
Namun, ada satu perkataan Hitler yang sering muncul di berbagai platform media sosial.
Hitler dulu pernah berkata, “Bisa saja saya memusnahkan semua Yahudi di dunia, tapi saya sisakan sedikit saja yang hidup. Agar Anda tahu alasan saya membunuh mereka”.
Sekarang kita bisa melihat apa yang sudah diperbuat Yahudi pada dunia, terutama pada negeri penuh sengketa, Palestina.
Mereka membunuh masyarakat Palestina sebagaimana mudahnya kita membunuh nyamuk.
Meludahi Biarawati Kristen
Sebelum perang antara Hamas dan pasukan Israel pecah, viral video sekelompok Yahudi Israel meludahi Biarawati dan Umat Kristen lainnya yang tengah berdiri di pinggir jalan.
Sikap Yahudi Israel itu pun mendapat kecaman dari warganet Internasional.
Setelah viral di media sosial, Polisi Israel pun menangkap lima orang yang dicurigai meludahi umat Kristen di depan gereja di Kota Tua Yerusalem tersebut.
Namun, tidak ada rincian yang diberikan mengenai identitas orang-orang yang ditangkap.
Pada Rabu (4/10/2023), polisi Israel telah membentuk tim investigasi khusus untuk menangani meningkatnya keluhan mengenai sikap permusuhan terhadap umat Kristen.
“Sayangnya, kita menyaksikan tindakan kebencian yang tercela terhadap umat Kristen di Kota Tua Yerusalem terus berlanjut, terutama melalui ludahan para ekstremis,” kata Komandan Distrik Yerusalem Doron Turgeman sebagaimana dilansir Reuters.
Anggota komunitas kecil Kristen di wilayah tersebut mengatakan bahwa mereka menghadapi pelecehan dan intimidasi yang semakin meningkat dari kelompok ultranasionalis Yahudi, terutama sejak pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mulai menjabat akhir tahun lalu.
Peristiwa ini terjadi ketika berlangsungnya Pawai Yerusalem tahunan, sebuah acara yang biasanya menarik banyak orang, termasuk ribuan peziarah Kristen.
Media Israel menerbitkan rekaman video di Kota Tua minggu ini yang menunjukkan orang-orang Yahudi Ortodoks, termasuk anak-anak kecil, tampaknya meludah ke tanah ketika mereka melewati sekelompok peziarah Kristen asing.
PM Israel Netanyahu pun mengutuk insiden tersebut dan berjanji akan mengambil tindakan segera dan tegas.
“Israel berkomitmen penuh untuk menjaga hak suci beribadah dan ziarah ke tempat suci semua agama,” katanya dalam pesan di platform pesan sosial X, dikutip dari Reuters.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah "tidak ada toleransi" bagi pelaku penyerangan terhadap orang-orang beriman.
"Saya mengecam keras segala upaya untuk menyakiti jemaat, dan kami akan mengambil langkah-langkah mendesak terhadap tindakan tersebut," kata Netanyahu pada Selasa (3/10/2023).
"Perilaku ofensif terhadap jemaat adalah sebuah penistaan dan tidak dapat diterima. Kami tidak akan menoleransi apa pun yang merugikan jemaat," ujar PM yang pemerintahannya merupakan ultra-Ortodoks sayap kanan.
Meski begitu, pernyataan Netanyahu itu tidak menyebut secara spesifik serangan tertentu.
Namun, pernyataannya ini muncul sehari setelah sebuah video di media sosial menunjukkan orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks meludah ke tanah ketika para peziarah membawa salib di sepanjang Via Dolorosa di Yerusalem - rute yang diyakini umat Kristen sebagai jalan yang dilalui Yesus sebelum disalib.
Lorong-lorong sempit di Kota Tua mengelilingi beberapa situs paling suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim, dan komunitas lokal telah lama mengembangkan cara hidup bersama meskipun ketegangan terus meningkat, terutama menjelang hari raya keagamaan dan nasional.
“Ini sudah dimulai sejak lama, sudah terjadi selama bertahun-tahun dan kami sudah terbiasa dengan hal ini,” kata Pastor Simon Huri, seorang pastor, kepada Channel 12 Israel.
“Selama beberapa dekade, bahkan ketika saya masih dalam pelatihan, saya akan melihat ini di mana-mana," sambungnya.
Komandan Distrik Yerusalem Doron Turgeman kepada Reuters mengatakan, polisi akan menggunakan kamera keamanan, patroli dan pemantauan internet untuk melawan fenomena tersebut baik secara real time maupun jika ditelaah ke belakang, serta mungkin mulai menerapkan “denda administratif” khusus.
Diketahui, Israel mencaplok Yerusalem timur, termasuk Kota Tua, setelah memenangkan peperangan pada 1967 lalu.
Meski begitu, aneksasi Yerusalem oleh Israel tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Sementara itu, Kota Tua masih menjadi jantung konflik Israel-Palestina serta ketegangan antara tiga agama monoteistik besar di dunia.
Bulan lalu, Patriark Latin Yerusalem, Uskup Agung Pierbattista Pizzaballa, mengatakan bahwa meskipun serangan terhadap umat Kristen di Kota Tua "bukanlah fenomena baru", serangan tersebut lebih sering terjadi "dalam beberapa waktu terakhir".
Pizzaballa, yang dilantik oleh Paus Fransiskus sebagai kardinal pada hari Sabtu lalu, mengatakan ada banyak alasan peningkatan tersebut, termasuk pendidikan.
"Ada beberapa gerakan, beberapa rabbi juga, yang menghasut hal ini, atau setidaknya menyetujui hal ini," cetusnya.
"Kita tidak boleh melupakan hubungan masa lalu antara Yahudi dan Kristen yang tidak sederhana, bersifat diplomatis, dan semua ini menciptakan konteks ini," tambahnya.
Uskup Agung itu juga mengatakan frekuensi "fenomena ini... ada hubungannya, setidaknya untuk sementara, dengan pemerintahan (Israel) ini".
Menurut Israel Channel 12, beberapa dari mereka yang ditangkap pada hari Rabu adalah murid-murid Rabbi Natan Rothman, yang memimpin prosesi melalui Kota Tua.
Dia adalah saudara laki-laki dari anggota parlemen sayap kanan Simcha Rothman, yang juga berpartisipasi dalam pawai tersebut.
Anggota parlemen tersebut mengatakan kepada berita Ynet bahwa tindakan meludah tersebut "layak dikutuk".
Penangkapan tersebut juga menyusul kemarahan umat Kristen di berbagai dunia yang meluas atas rekaman yang viral di media sosial.
Video dibagikan di berbagai platform memperlihatkan orang-orang Israel meludahi umat Kristen dan gereja-gereja di Yerusalem.
Sementara, Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden penginaan terhadap umat Kristiani yang terjadi berulang-ulang mencerminkan "budaya kebencian dan rasisme" pendudukan Israel.
Artikel ini telah tayang di Tribunserambiummah.com dengan judul Kenapa Yahudi Membenci Islam?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/robek-bendera-Israel.jpg)