Di Rumah Anggur Ardo, Rasakan Buahnya, Pilih Bibitnya
membangkitkan optimisme bagi siapa pun bahwa anggur bisa berkembang dengan sangat baik di iklim tropis, termasuk di Medan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memasuki rumah Sarah Jawak Saragih, saya benar-benar speechless. Tak sanggup berkata-kata, menyaksikan lahan yang berukuran kurang lebih 3 x 10 meter, disetting menjadi tempat produksi anggur sekaligus pembibitan.
Bukan hanya itu, pohon anggur yang merambat ditata sedemikian rupa dengan banyak sekali buah-buah beragam usia, barang kali mencapai ribuan tangkai buah yang menjuntai dari sela para-para. Ada 10 tanaman utama dari berbagai varietas impor yang membentuk langit-langit.
Sungguh, sebuah pemandangan yang membangkitkan optimisme bagi siapa pun bahwa anggur bisa berkembang dengan sangat baik di iklim tropis, termasuk di Medan.
Sarah yang menyambut hangat Tribun Medan bersama sang suami, Marbun bercerita, awal membudidayakan anggur tahun 2019 lalu atau sebelum pandemi. Dengan background Sarah yang memang menggeluti produksi pertanian di kampung halamannya di Merek, serta pengetahuan yang diperoleh dari berbagai sumber, akhirnya Rumah Anggur Ardo ini terbentuk.
Baca juga: Inspiratif, Satpam Bank Sulap Pekarangan Rumah Jadi Kebun Anggur, Omzet 10 Juta Tiap Panen
“Awalnya kami dibilang gila. Kami membeli bibit anggur berharga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, demi mendapatkan tanaman anggur yang benar-benar sesuai harapan. Dan kegilaan kami memang menunjukkan hasil, tanaman-tanaman anggur kami menunjukkan baktinya,” kata Marbun, sang suami.
Menariknya lagi, Sarah siap berbagi ilmu budidaya tanaman anggur, mulai persiapan lahan hingga tanaman siap produksi. Ia juga menyediakan bibit beragam varietas anggur impor diantaranya, Transfigurasi, Jupiter, Gosv, Baykonur, dan Ninel yang dibanderol Rp 100.000 per satuan.
Bibit tanaman anggur yang dijualnya ini, merupakan bibit sambung dengan batang bawah dari varietas lokal atau Red Master. Untuk sambungan atas, seluruhnya adalah jenis impor, karena jenis impor ini yang paling laku di pasaran dengan buah yang besar-besar dan manis.
“Untuk pemula saya merekomendasikan Transfigurasi, karena cepat berkembang, buahnya lebat, ukurannya besar, dan rasanya juga manis. Pemeliharaannya juga relatif lebih mudah,” katanya.
Ia menjual bibit yang usianya kurang lebih dua bulan. Dengan perlakuan dan pemupukan yang tepat, maka tanaman ini bisa mulai keluar bunga saat memasuki usia ke lima bulan.
Kebaikan Sarah untuk selalu berbagi ilmu dengan siapa pun, juga mendatangkan berkah bagi sejumlah tetanggganya. Di Kompleks TNI AL Barakuda ini, ada sejumlah warga yang juga mengembangkan budidaya anggur. Kesemuanya, menurut Sarah, belajar dari dirinya.
“Saya sama sekali tidak menganggap mereka sebagai kompetitor, mereka adalah partner saya. Dan memang begitulah seharusnya menurut prinsip saya,” katanya.
Nah, jika Anda tertarik untuk menjadikan tanaman anggur sebagai bagian dari pekarangan rumah, ada baiknya berkunjung ke Rumah Anggur Ardo yang berada di Kompleks TNI AL Barakuda Tanjung Mulia, Medan. Anda akan mendapatkan banyak ilmu budidaya tanaman anggur di sini.
Anda juga berkesempatan mencicipi buah anggur dari berbagai varietas impor. Menurut Sarah, ia memang menyarankan pembeli melihat secara langsung tanaman anggur miliknya, karena dengan berkunjung, Anda bisa merasakan buah anggur dari berbagai jenis sebelum memutuskan membuat pilihan bibit yang paling diinginkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rumah-Anggur-Ardo.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rumah-Anggur-Ardo-1.jpg)