Usli Sambut Baik Bursa CPO Indonesia, Diharapkan Menjadi Penentu Harga Minyak Kelapa Sawit Dunia
Wakil Ketua APINDOSU Bidang Perkebunan dan Pertanian, Usli Sarsi, menyambut baik kehadiran Bursa Crude Palm Oil (CPO) Indonesia.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatera Utara (APINDOSU) Bidang Perkebunan dan Pertanian, Usli Sarsi, menyambut baik kehadiran Bursa Crude Palm Oil (CPO) Indonesia.
Sebagai penghasil CPO terbesar di dunia, Indonesia telah memasuki fase baru dalam industri kelapa sawitnya dengan memiliki acuan harga sendiri. Usli Sarsi menegaskan pentingnya langkah ini, meskipun mengakui bahwa membangun sistem ini memerlukan waktu yang lama.
"Memang ini memerlukan waktu yang lama, tapi kita harus mulai dari saat ini. Dengan kerjasama dari semua pihak, kita dapat memastikan Bursa CPO Indonesia berjalan dengan baik," ujar Usli Sarsi yang juga Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk melalui sambungan telepon belum lama ini.
Bursa CPO Indonesia dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 23 Oktober 2023. Langkah ini diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai penentu harga minyak kelapa sawit dunia. Menurut data dari Kementerian Perdagangan, ekspor CPO Indonesia pada tahun 2022 mencapai hampir 47 juta ton dengan nilai mencapai USD 29,62 miliar.
Namun, selama ini harga acuan CPO Indonesia bergantung pada harga dari bursa Rotterdam dan Malaysia. Kehadiran Bursa CPO Indonesia akan memberikan negara ini kontrol lebih besar atas pasar global CPO.
Informasi yang diperoleh Usli Sarsi, sedang ada 18 pelaku usaha CPO telah bergabung, ini menunjukkan antusiasme dan keinginan kuat dari pelaku usaha untuk mewujudkan perdagangan CPO yang lebih adil dan transparan.
Usli Sarsi menekankan bahwa tujuan Bursa CPO Indonesia bukanlah untuk bersaing dengan Malaysia, tetapi untuk memberikan Indonesia harga acuan sendiri yang lebih mencerminkan kebutuhan dalam negeri.
Sementara Pemerintah berperan sebagai fasilitator, partisipasi aktif dari pengusaha CPO diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai barometer CPO dunia.
“Dengan langkah ini, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global dalam industri kelapa sawit, sambil memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi negara dan para pelaku usaha local,” tegasnya.
(*)
Usli Sarsi
Asosiasi Pengusaha Indonesia
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumatera Utara
Apindosu
Bursa Crude Palm Oil (CPO) Indonesia
Bursa CPO Indonesia
kelapa sawit
minyak kelapa sawit
Mahkota Group
PT Mahkota Group Tbk
CPO
Wakil Ketua DPP APINDOSU: Usli Sarsi Kesepakatan IEU-CEPA Dorong Ekspor CPO Indonesia |
![]() |
---|
Wakil Ketua DPP APINDOSU Usli Sarsi Sebut Persaingan Ekspor CPO Indonesia Semakin Berat |
![]() |
---|
KEJAGUNG Sita Uang Rp 13,1 Triliun dari Kasus CPO, Anggota DPR Ini Minta Uangnya Dikembalikan. . . . |
![]() |
---|
Penampakan Uang Rp 1,3 Triliun Sitaan Perkara Korupsi CPO dari Musim Mas dan Permata Hijau |
![]() |
---|
Lahir di Siantar, Sosok Martua Sitorus Pemilik Wilmar Group, Pernah Jadi Orang Terkaya Indonesia |
![]() |
---|