Tribun Wiki

Ragam Jenis Ular Piton di Indonesia, Mangsa Ternak dan Manusia, Ada yang Dijadikan Tambul Tuak

Orang Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan hewan bernama ular piton. Sebab, ada beberapa kasus mengenai ular piton mangsa manusia

Editor: Array A Argus
INTERNET
Ular Sanca Darah Hitam (Python curtus) 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ular piton.

Namun, tahu kah Anda, bahwa ular piton ini banyak sekali jenisnya.

Ada yang berwarna cerah, hingga berwarna mirip motif batik.

Pada ulasan kali ini, Tribun-medan.com mencoba memaparkan ragam ular piton yang ada di Indonesia.

Bahkan, dari berbagai jenis ular piton yang ada, pernah diketahui memangsa lembu hingga manusia.

Ular Sanca Batik (Python reticulatus)

Ular Sanca Batik adalah satu diantara jenis ular piton yang dapat ditemukan di Indonesia.

Ular ini memiliki corak motif batik di tubuhnya dan merupakan jenis ular piton terbesar di dunia.

Menurut Pakar herpetologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, panjang ular sanca batik bisa mencapai 10 meter.

Bahkan, ukuran ular sanca batik dapat melebihi ular anaconda dari sungai Amazon.

sanca batik
Ular Sanca Batik (Python reticulatus)

Ular sanca batik dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku 1.

Ular ini memiliki nama-nama lain seperti ular sanca, ular sawah, sawah-n-etem (Simeulue), ular petola (Ambon), dan dalam bahasa Inggris disebut reticulated python atau retics.

Ular sanca batik memiliki ciri-ciri seperti rostral (bagian hidung) yang lebar sepanjang ketinggian kepingnya dan dapat terlihat dari sisi dorsal.

Ular ini juga memiliki lubang organ pit yang terlihat dalam di setiap sisinya.

Ular Sanca Bodo (Python bivittatus)

Ular Sanca Bodo ini termasuk ular piton yang dapat ditemukan di Indonesia.

Ular ini juga dikenal dengan nama Python Burma.

Ular Sanca Bodo memiliki penyebaran di beberapa daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Ular Sanca Bodo memiliki tubuh yang besar dan kuat.

Ular Sanca Bodo (Python bivittatus)
Ular Sanca Bodo (Python bivittatus)

Panjang tubuhnya dapat mencapai lebih dari lima meter.

Ular ini memiliki corak tubuh yang bervariasi, dengan warna dominan cokelat atau hitam dengan garis-garis kuning atau keputihan di sepanjang tubuhnya.

Ular Sanca Bodo juga memiliki kepala yang besar dan kuat.

Populasi ular Sanca Bodo sudah mulai langka, baik di Asia Tenggara maupun di Indonesia.

Oleh karena itu, IUCN (International Union for Conservation of Nature) telah memasukkan ular Sanca Bodo ke dalam kategori "Berisiko" (Vulnerable) dalam daftar status konservasi.

Ular Sanca Darah Hitam (Python curtus)

Ular Sanca Darah Hitam ini dikenal juga dengan nama Sanca Gendang atau Dipong.

Ular Sanca Darah Hitam tidak berbisa meskipun beberapa spesies ular piton lainnya memiliki bisa.

Ular Sanca Darah Hitam memiliki tubuh yang pendek dan gemuk, dengan panjang maksimal sekitar 3 meter.

Ciri khasnya adalah warna tubuh yang gelap atau hitam dengan pola yang khas.

Ular ini juga sering disebut sebagai ular sawah darah atau ular tepek.

Ular Sanca Darah Hitam (Python curtus)
Ular Sanca Darah Hitam (Python curtus)

Populasi ular Sanca Darah Hitam juga sudah mulai langka, terutama di habitat aslinya di Sumatera.

Ular ini juga menjadi incaran pedagang kulit hewan karena pola warna dan tekstur kulitnya yang unik.

Tidak hanya itu, ular ini kerap dijadikan tambul atau makanan pendamping saat minum tuak.

Ular ini sering ditemukan di areal perkebunan sawit.

Biasanya, para peminum tuak akan memotongnya menjadi beberapa bagian, lalu digoreng dan disajikan dengan sambal andaliman.

Ular Sanca Mata Putih atau Piton Sawu (Liasis savuensis)

Ular jenis Sanca Mata Putih ini sering ditemukan di Pulau Sawu, Nusa Tenggara Timur.

Ular Sanca Mata Putih memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, dengan panjang maksimal sekitar 1,5 meter.

Hal ini menjadikannya salah satu jenis ular piton terkecil di dunia.

Ciri khas utama dari ular Sanca Mata Putih adalah warna putih pada mata mereka.

Ular Sanca Mata Putih
Ular Sanca Mata Putih

Ular ini juga memiliki tubuh yang ramping dan biasanya memakan hewan berukuran sedang, seperti tikus.

Perlu diingat, bahwa ular Sanca Mata Putih atau Piton Sawu termasuk dalam hewan yang dilindungi oleh undang-undang di Indonesia.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelestarian dan tidak melakukan perburuan terhadap spesies ini.

Ular Sanca Timor atau Malayopython timoriensis

Ular jenis ini merupakan spesies endemik di daerah Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Ular ini juga dikenal dengan nama Timor python.

Ular Sanca Timor termasuk dalam keluarga python atau ular yang tidak berbisa.

Ular Sanca Timor atau Malayopython timoriensis
Ular Sanca Timor atau Malayopython timoriensis

Ular Sanca Timor memiliki ciri-ciri seperti kepala yang panjang dengan moncong tumpul.

Ular ini juga memiliki tubuh yang relatif kecil, dengan panjang maksimal sekitar 1,5 meter.

Warna tubuhnya bervariasi, namun umumnya coklat atau hitam.

Ular Piton Maluku (Simalia clastolepis)

Ular piton ini sering ditemukan di wilayah Maluku, Indonesia.

Ular ini juga dikenal dengan nama Maluku python.

Ular Piton Maluku memiliki ciri khas tubuh berwarna cokelat terang.

Ular Piton Maluku (Simalia clastolepis)
Ular Piton Maluku (Simalia clastolepis)

Ular Piton Maluku termasuk dalam keluarga python atau ular yang tidak berbisa.

Ular ini memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, dengan panjang mencapai beberapa meter.

Mereka biasanya memangsa hewan kecil hingga sedang, seperti burung dan mamalia.

Ular Sanca Permata

Sanca permata (Morelia amethistina) juga punya wilayah persebaran di Tanah Papua.

Nah, ciri khas dari jenis ular piton itu adalah sisik berwarna terang yang disebut-sebut mirip dengan permata.

Ular Sanca Permata
Ular Sanca Permata

Biasanya ular sanca permata dapat tumbuh hingga panjang lima meter.

Namun, pernah ditemukan ular sanca permata dengan panjang 8,5 meter.

Ular Sanca Hijau

Ular sanca hijau dengan nama ilmiah Morelia viridis dapat dikenali dari tubuhnya yang berwarna hijau muda.

Warna tersebut berguna bagi ular sanca hijau untuk menyamar di antara dedaunan.

Karena alasan itulah ular sanca hijau mudah dijumpai di pepohonan.

Ular Sanca Hijau
Ular Sanca Hijau

Ular ini termasuk jenis piton yang banyak diperdagangkan dan dipelihara.

Itulah beberapa jenis ular sanca atau piton yang ada di Indonesia.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.(tribun-medan.com)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved