Siantar Terkini

Terkendala Biaya, BKSDA Siantar Belum Survei Populasi Harimau Sumatera di Simalungun

Kepala Bidang KSDA - Kementerian Lingkungan Hidup RI Wilayah Pematang Siantar, Buana Darmansyah mengaku tak punya data soal populasi Harimau.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
IST
Personel Polsek Dolok Panribuan mendanpingi BKSDA mengevakuasi 1 ekor Harimau Sumatera terperangkap di jeratan babi hutan milik warga, Lokasi Perladangan pinggiran jurangan Bah Kisat Dusun Marihat Tonga Nagori Marihat Raja Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Senin (23/10/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kepala Bidang KSDA - Kementerian Lingkungan Hidup (Kemenlhk) RI Wilayah Pematang Siantar, Buana Darmansyah mengaku tak punya data soal populasi Harimau Sumatera yang ada di kawasan Simalungun dan sekitarnya.

Sebab hewan langka dilindungi satu ini punya range wilayah yang besar.

Hal itu Buana jawab saat ditanyai reporter Tribun-Medan.com pascaditemukannya seekor Harimau berusia 4 tahun seberat 80 kg yang terjerat ranjau babi milik wara Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Minggu (22/10/2023) pekan lalu.

"Ya namanya Harimau Sumatera, jelas populasinya sepanjang Bukit Barisan ya, dari Aceh sampai dengan Lampung. Tetapi untuk di Simalungun kita belum tahu datanya. Yang pasti Simalungun dan Pakpak Bharat itu memang range Harimau ya," kata Buana.

Buana menyampaikan kehadiran Harimau Sumatera di area perhutanan dan perladangan yang ada di Simalungun didorong oleh banyak faktor seperti pasangan ataupun pasokan makanan seperti babi hutan.

Namun demikian, lantaran Harimau memiliki jangkauan berpindah yang luas, kata Buana, sangat sulit mendeteksi keberadaannya.

"Soal berapa populasi, kita belum survey ya. Karena untuk survey itu juga membutuhkan biaya mengingat BKSDA harus mempersiapkan peralatan seperti kamera trap, menguji kotoran dan sebagainya," jelas Banua.

Sebagaimana diketahui, Seekor harimau dewasa tak berdaya setelah terjerat ranjau babi milik masyarakat sekitaran Dusun Marihat Tongah, Nagori Marihat Raja, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Minggu (12/10/2023) siang. Hewan langka dilindungi tersebut pun diangkut warga untuk dievakuasi dari perladangan.

Camat Dolok Panribuan, Nopen G Sijabat menyampaikan bahwa temuan Harimau ini diketahui oleh warga bernama Diman Sidabalok yang pada saat itu hendak mengecek jeratan babi miliknya. Namun ia kaget setelah mendengar suara harimau mengerang.

BKSDA Wilayah II Pematang Siantar kemudian bersama personel kepolisian didampingi warga kemudian secara berhati-hati mendekat hingga berhasil mengevakuasi harimau malang tersebut.

"Di kecamatan kita nggak ada teror ya. Teror harimau yang terakhir kali terjadi itu pada tahun 2022 lalu di kecamatan sebelah (Jorlang Hataran) dengan korban sapi," jelas Nopen.

(alj/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved