Tribun Wiki

Apa Itu Penyakit Kembung Atau Bloat pada Ternak, Berikut Ciri dan Cara Mengatasinya

Hewan ternak seperti sapi, kerbau ataupun lembu bisa mengalami masalah kembung dan memicu kematian

Editor: Array A Argus
INTERNET
Hewan ternak kembung 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Sejumlah hewan ternak, khususnya pemamah biak atau ruminansia tidak hanya bisa terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) saja.

Sebagaimana diketahui, hewan ternak bisa saja mengalami kembung, atau dalam istilah kedokteran disebut bloat.

Biasanya, bloat terjadi karena pakan atau rumput yang diberikan terlalu basah dan kurang berserat.

Selain itu, bloat juga bisa terjadi karena pakan yang diberikan, misal daun-daunnya masih terlalu muda.

Dilansir dari situs Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, ada beberapa ciri hewan ternak mengalami bloat.

  • Perut bagian kiri membesar karena gas tidak dapat keluar. 

Ini diakibatkan karena pakan yang dikonsumsi hewan ternak tadi kurang berserat dan terlalu basah.

Sehingga, hewan ternak sulit mencerna makanan tersebut.

  • Pernapasan terganggu akibat membesarnya rumen.

Kondisi ini mempersempit jalur pernapasan pada hewan ternak.

Jika tidak ditangani secepat mungkin, hewan ternak bisa kehabisan napas dan mati.

  • Gerakan kurang lincah dan sering terjatuh.

Karena ternak yang mengalami bloat itu perutnya membesar, sapi ataupun kerbau yang terserang bloat sangat sulit bergerak.

Umumnya, hewan ternak ini lebih memilih untuk tidur-tiduran, karena rasa kembung yang makin menutup saluran pernapasan.

  • Mengalami kelumpuhan.

Jika bloat sudah cukup parah, biasanya hewan ternak akan mengalami kelumpuhan.

Ia sulit bergerak dan tak bisa melakukan aktivitas apapun.

Kondisi ini jika semakin memburuk akan mempercepat proses kematian hewan ternak.

Pencegahan

Menurut situs Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Demak, pada umumnya ternak yang terkena kembung akan kehilangan nafsu makan dan minum, sehingga pengobatan juga akan sulit.

Langkah yang paling bijaksana adalah dengan melakukan manajemen pakan dan pemeliharan.

Pengobatan

Hal yang bisa dilakukan untuk pengobatan hewan ternak yang terserang kembung biasanya memaksa hewan ternak untuk berdiri. 

Kemudian, posisikan kaki depan lebih tinggi daripada kaki belakang.

Mulut dibuka, sepotong kayu dimasukkan melintang dan pada kedua ujungnya diikatkan tali.

Kemudian tali tersebut diikatkan ke belakang tanduk agar tidak lepas.

Metode ini sering dikenal dengan sebutan broom stick therapy.

Tindakan ini merangsang pengeluaran air liur dan membantu mengurangi kembung perut.

Selanjutnya pemberian obat atau bahan lain bisa dilakukan.

Minyak goreng, minyak kayu putih atau minyak atsiri yang dicampur air hangat bisa diberikan.

Obat-obatan kimia dengan merek dagang tympasol untuk kembung berat bisa diberikan secara per oral.

Tympasol berisi zat-zat aktif, antara lain : 4 – chloro – m – cresol, 4 – chloro – m- xylenon, formaldehid Thymal, Timol, Dimethyl polysiloksan.

Obat lain dengan merek dagang “Antibloat” berisi dimethicone bisa juga dipakai secara per oral.

Obat dengan merek dagang ”Castor Oil”  yang berisi minyak castor digunakan untuk kembung ringan.

Tidak hanya itu, Anda juga harus memperhatikan pakan ternak.

Jangan memberikan pakan rumput yang masih basah, terutama di pagi hari.

Kurangi prosentase pemberian leguminose hijauan.

Jerami kering berikan di pagi hari sebelum memakan hijauan jenis lain.

Usahakan ternak banyak bergerak, sehingga mengurangi gas pada lambung.

Konsultasikan pada dokter hewan untuk penanganan penggunaan obat yang tepat.

Namun, di negara luar, biasanya peternak melubangi perut sapi.

Metode ini memerlukan proses operasi yang memakan biaya besar.

Tapi ada juga yang kemudian menusuk perut ternak menggunakan jarum suntik untuk mengeluarkan gas yang terjebak di perut sapi, lembu ataupun kambing.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved