Viral Medsos

Pekerja Biliar yang Dianiaya 3 Pria, Pelaku Bawa Pistol HIngga Ngaku Intel

Arif Gunawan, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tiga orang pria tak dikenal di tempat ia bekerja di cafe Biliar Jalan Sei Blutu, Kota Me

Tayang:

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Arif Gunawan, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tiga orang pria tak dikenal di tempat ia bekerja di cafe Biliar Jalan Sei Blutu, Kota Medan.

Saat ditemui dikediamannya, Arif terlihat masih menahan rasa sakit di wajah hingga kepalanya, akibat dianiaya oleh para pelaku.
Ia pun menceritakan kronologis kejadian yang terjadi, pada Rabu (1/10/2023) sekira pukul 04.00 WIB.

Waktu itu, dia baru saja selesai bekerja sebagai petugas kebersihan di cafe Biliar tersebut.

Di halaman depan, hanya ada dirinya dan seorang sekuriti.

Kemudian, Arif sempat terkejut tiba-tiba ada seorang pria lari masuk dari arah jalan menuju ke belakang cafe.

Karena penasaran, dia bersama sekuriti mencoba mengejar pria itu ke arah belakang. Namun, pria misterius itu menghilang.

"Kan awalnya saya sama pak satpam di depan, tiba-tiba ada orang datang lari ke arah belakang," kata Arif kepada Tribun-medan, Kamis (2/11/2023).

Katanya, tak lama berhenti satu unit mobil di depan cafenya dan ada tiga orang turun dan langsung berlari ke arah belakang cafe juga, mengejar pria misterius tadi.

"Pas datang tiga orang itu nanya, dimana ku sembunyikan orang yang lari itu. Ku jawab nggak tahu, langsung dipukulnya, kau sekongkol katanya," sebutnya.

Arif menyampaikan, ketiga pelaku itu mengaku bahwa orang yang lari tersebut memiliki hutang kepada mereka sebesar Rp 60 juta.

Ia pun dituduh telah bersekongkol dengan pria yang tak dikenalnya itu. Lalu, dua orang pelaku mengeluarkan pistol yang diduga Airsoftgun.

Satu diantaranya bahwa sempat menembakan pistol itu ke arah bawah di depan korban, dan mengancamnya.

"Diancamnya, jangan sekongkol, pistolnya itu di tembak ke bawah sekali. Katanya dari Intel, cuma nggak tau Intel mana, pakaian biasa," ucapnya.

Lebih lanjut, Arif mengatakan lantaran dirinya ketakutan dengan ketiga pria ini pun mencoba melarikan diri dengan cara masuk ke dalam cafe.

Namun, ketiga pelaku ini tetap mengejar korban dan menghajarnya lagi di dalam cafe. Para pelaku mengambil stik billiar menganiaya korban hingga dia tak sadarkan diri.

"Saya diseret sampai depan. Dipukul pakai stik biliar sampai patah, dipukul pakai tangan juga. Saya sadar sudah di rumah sakit, nggak kenal sama mereka," ungkapnya.

Dijelaskannya, akibat penganiayaan itu ia mengalami luka di seluruh bagian wajah dan juga kepalanya serta giginya juga patah.

Ia pun berharap agar polisi segera menangkap para pelaku dan menjebolnya ke dalam penjara.

"Kalau ketemu masukan saja dalam penjara, saya nggak mau damai. Semoga para pelaku dihukum seberat-beratnya," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa menjelaskan bahwa kasus tersebut saat ini sudah ditangani Polsek Sunggal dan masih dalam penyelidikan.

"Kasus tersebut masih dalam penyelidikan, laporan korban sudah diterima dan sedang ditindaklanjuti," pungkasnya.

(Cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved