Berita Sumut

Aksi Warga Tiga Desa Berusjahe di DPRD Karo Ricuh, Seorang Warga Sempat Diamankan

Berselang beberapa saat, masyarakat yang asyik menari dengan iringan musik ini tiba-tiba terlibat aksi dorong dengan petugas Satpol-PP Kabupaten Karo.

|
Penulis: Muhammad Nasrul |

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Aksi damai masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Barusjahe di kantor DPRD Karo sempat diwarnai kericuhan.

Saat proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihadiri Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Ketua DPRD Karo Iriani br Tarigan, dan beberapa pihak serta perwakilan masyarakat, warga yang menunggu di luar Kantor DPRD sempat terlibat aksi dorong.

Baca juga: Warga Tiga Desa di Kecamatan Barusjahe Kembali Duduki Kantor DPRD Karo, Pertanyakan Sumber Mata Air

Amatan www.tribun-medan.com, sebelum terjadinya kisruh masyarakat sudah mulai mencoba mendekat ke pintu masuk DPRD Karo, namun masih kondusif.

Berselang beberapa saat, masyarakat yang asyik menari dengan iringan musik ini tiba-tiba terlibat aksi dorong dengan petugas keamanan dari Satpol-PP Kabupaten Karo.

Aksi dorong terus terjadi, hingga personel Satpol-PP yang berjaga di depan pintu masuk terdorong. Karena kekuatan masyarakat yang lebih besar, personel Satpol-PP terus terdesak.

Saat yang bersamaan, masyarakat terlihat semakin emosi dan diketahui ternyata ada salah satu warga yang diamankan oleh Satpol-PP. Seorang pria yang diamankan ini langsung dibawa masuk ke dalam Kantor DPRD Karo.

Karena rekannya diamankan, emosi warga semakin memuncak hingga berusaha untuk terus merangsek masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan rekannya tersebut. Bahkan, masyarakat juga sempat menggedor-gedor kaca untuk memastikan warga tersebut aman.

Tak lama berselang, atas tuntutan masyarakat akhirnya pria tersebut dikeluarkan dan diserahkan kembali ke masyarakat. Namun, masyarakat menuding jika pria tersebut sempat mengalami pemukulan oleh oknum Satpol-PP Kabupaten Karo saat diamankan tadi.

Hingga saat ini, masyarakat tetap bersikukuh menduduki halaman Kantor DPRD Karo untuk meminta oknum Satpol-PP yang telah melakukan pemukulan tersebut diserahkan. Masyarakat tidak terima jika ada warga yang mendapatkan tindakan kekerasan saat aksi tadi.

Tak lama berselang, masyarakat mendapatkan informasi dari perwakilan warga yang mengikuti jalannya RDP. Dimana, dari hasil RDP yang berlangsung beberapa jam tersebut akhirnya permintaan masyarakat untuk dihentikannya proyek pengairan air ke Desa Tanjung Barus dihentikan sementara waktu.

"Tadi kita sudah dengar hasil keputusan rapat di atas, proyek pengerjaan air dihentikan sementara," kata perwakilan warga tersebut.

Baca juga: Korban Erupsi Gunung Sinabung Geruduk Kantor DPRD Karo Lagi, Minta Pemkab Selesaikan Lahan Relokasi

Informasi yang didapat, setelah dihentikan sementara nantinya proyek tersebut akan ditinjau kembali oleh pihak terkait ke lokasi pekerjaan proyek.

"Nanti akan ditinjau kembali, tanggal 27 November akan dilakukan peninjauan ke lokasi," katanya.

Informasi ini disambut sorak-soray warga lainnya yang memang menginginkan hasil ini. Dimana, sejak awal masyarakat menginginkan proyek pembangunan saluran air untuk ke Desa Tanjung Barus dihentikan. Diungkapkan masyarakat, pengerjaan proyek ini dinilai akan merugikan masyarakat tiga desa karena sumber airnya akan berkurang karena masyarakat tiga desa sudah mengandalkan sumber air tersebut.

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved