Karo Terkini

Karo Diguyur Hujan Deras dari Sore hingga Malam, Laharan Gunung Sinabung Kembali Mengalir

Karena tingginya intensitas hujan yang terjadi kemarin, membuat debit air dari kaki Gunung Sinabung menjadi meningkat.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Aliran lahar dingin akibat hujan deras di puncak Gunung Sinabung, melintasi sungai di kawasan Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Minggu (12/11/2023) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Sebagian wilayah Kabupaten Karo, diguyur hujan deras pada Sabtu (25/11/2023) kemarin.

Tak tanggung, hujan deras yang mengguyur beberapa kecamatan ini mulai turun sejak kemarin sore hingga malam tadi.

Karena tingginya intensitas hujan yang terjadi kemarin, membuat debit air dari kaki Gunung Sinabung menjadi meningkat.

Alhasil, aliran laharan dari sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung mengalir deras ke jalur sungai Lau Borus membawa material bekas erupsi Gunung Sinabung seperti pasir dan kerikil.

Saat dikonfirmasi, Petugas Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan adanya aktivitas laharan yang bersumber dari Gunung Sinabung. Dirinya menjelaskan, laharan mulai terekam mengalir sekira pukul 19.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB malam tadi.

"Benar karena tingginya intensitas hujan dari kemarin sore, tadi tadi malam kita merekam adanya aktivitas laharan dari Gunung Sinabung," ujar Armen, Minggu (26/11/2023).

Dijelaskan Armen, laharan terkam terjadi sebanyak satu kali. Berdasarkan catatan dari alat pendeteksi getaran atau seismik getaran yang ditimbulkan akibat laharan ini dengan amplitudo 13 mm dengan durasi 5385 detik.

Ketika ditanya apakah ada aktivitas lain yang ditimbulkan akibat tingginya curah hujan kemarin, Armen menjelaskan tidak ada aktivitas yang berarti dari perut Gunung Sinabung. Namun, untuk kegempaan ada sedikit mengalami peningkatan.

"Sekarang aktivitasnya cukup normal," ucapnya.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, kemarin tercatat beberapa kali kegempaan. Seperti gempa hembusan yang terjadi satu kali dengan amplitudo 10 mm, dengan durasi 13 detik. Gempa tornillo sebanyak dua kali dengan amplitudo 2-3 mm, dengan durasi 9-17 detik.

Gempa vulkanik dalam, terjadi sebanyak satu kali dengan amplitudo 3 mm, S-P :0.8 detik, durasi enam detik. Gempa tektonik jauh, terjadi sebanyak dua kali dengan amplitudo 7-14 mm, S-P :13-16 detik, dengan durasi 49-70 detik.

Lebih lanjut, Armen kembali meminta kepada masyarakat agar selalu waspada dengan aktivitas Gunung Sinabung. Terlebih, gunung api tertinggi di Sumatera Utara tersebut sampai saat ini aktivitasnya masih fluktuatif. Khusus untuk musim hujan, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai jalur sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung.

(mns/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved