Siantar Terkini

Pemko Siantar Evaluasi Program Penurunan Stunting, Kejar Target 11 Persen Akhir Tahun 2023

Pemerintah Kota Pematang Siantar melakukan evaluasi dan audit prevalensi stunting kedua tahun 2023.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Rapat evaluasi penanganan stunting Kota Pematang Siantar yang dipimpin Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakya, Junaedi Sitanggang, Selasa (28/11/2023) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota Pematang Siantar melakukan evaluasi dan audit prevalensi stunting kedua tahun 2023.

Bertempat di Gedung Serbaguna Pemko Pematang Siantar, Selasa (28/11/2023), sejumlah langkah penekanan disampaikan Wali Kota Susanti Dewayani.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Junaedi Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa wali kota meminta pencapaian target pembangunan kesehatan melalui upaya percepatan penurunan stunting sebagai salah satu investasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

"Stunting bukan sekadar masalah perawakan tubuh yang pendek. Namun lebih dari itu, Stunting merupakan hasil dari tidak kuatnya asupan gizi yang terjadi secara berkepanjangan dan atau penyakit infeksi yang kronis dan berulang, yang dampak jangka panjangnya dapat mempengaruhi kualitas SDM Indonesia," katanya.

Audit kali ini ditekankan pada empat kelurahan, yaitu Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat, Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara, Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur, dan Kelurahan Bahkapul Kecamatan Siantar Sitalasari.

Junaedi menyampaikan, intervensi angka stunting tak hanya dilakukan di hilir. Intervensi juga menyasar calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui atau nifas, dan anak bawah dua tahun atau balita.

Lanjut, Junaedi bahwa audit kasus Stunting menjadi upaya yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari identifikasi, diseminasi, serta monitoring dan evaluasi terhadap penanganan dan pencegahan Stunting.

"Oleh karena itu, audit kasus Stunting ini penting dilakukan agar seluruh komponen yang tergabung dalam struktur tim audit kasus Stunting yang telah dibentuk dan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing," sambungnya.

Pada kesempatan ini, pesan Susanti melalui Junaedi kepada para ASN menekankan perjuangan mencegah dan menurunkan Stunting tidak akan sulit selama koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama yang baik dari semua pihak dapat berjalan.

"Ke depan, lakukan perencanaan yang matang dan bersinergi. Sehingga apapun program yang kita laksanakan dapat terlaksana dengan maksimal dan memberikan hasil yang baik," tuturnya.

Susanti berharap semua upaya yang dilakukan dalam pencegahan dan penurunan Stunting di Kota Pematang Siantar dapat terwujud, sehingga prevalensi Stunting di Kota Pematang Siantar dapat diturunkan.

"Dengan target minimal 11,08 persen di tahun 2023. Hal tersebut juga dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kota Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Pematang Siantar Hasudungan Hutajulu dalam laporannya menyampaikan audit kasus Stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas pada rencana aksi nasional secara berkesinambungan.

"Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, dengan peserta lebih dari 80 orang," sebut Hasudungan.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved