Wanita Tewas di Kos

Echa Tampubolan yang Ditemukan Tewas Ternyata Janda Anak Satu dan Berencana Menikah Desember

Korban pembunuhan di indekost Jalan Pelajar, nomor 138 bernama Echa Tampubolon ternyata seorang janda yang memiliki seorang anak.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
HO
Tragis kematian wanita asal Balige, Echa Tampubolon (32). (ho) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Korban pembunuhan di indekost Jalan Pelajar, nomor 138 bernama Echa Tampubolon ternyata seorang janda yang memiliki seorang anak.

Hal ini diungkap Novi Simatupang, anak pemilik indekost lokasi ditemukannya Echa lemas dibunuh.

Kata Novi, Echa juga sedang menjalin hubungan dengan pria yang akrab dipanggil Ginting, pria yang pertama kali menemukan Echa lemas tergeletak di lantai kamarnya.

Bahkan, keduanya dikabarkan akan menikah pada bulan Desember ini.

Namun, kata Novi rencana pernikahan mereka ditunda karena keluarga pria tersebut diduga kurang setuju dengan status janda anak satu korban.

"Korban ini janda, memiliki anak satu. Sudah mau menikah korban ini sama si Ginting bulan 12 ini ternyata diundur entah masalah apa,"kata Novi Simatupang, Senin (4/12/2023).

Meski memiliki seorang anak, Echa disebut tinggal sendirian, bukan sama anaknya.

Namun pihak indekost mengetahui adanya tamu yang kerap datang ke indekost korban mulai dari adik hingga pacar maupun temannya.

Korban baru tinggal di indekost tersebut selama hampir dua bulan.

Pengakuan korban ia bekerja sebagai pedagang pakaian online.

"Belum ada 2 bulan korban tinggal disini. Dia menyewa kamar sendirian katanya jualan pakaian online. Cuma ada teman, keluarganya kadang datang."

Dikabarkan sebelumnya, Echa Tampubolon, warga Kecamatan Balige, Kabupaten Toba menjadi korban pembunuhan di dalam kamarnya di Jalan Pelajar, nomor 138, Kecamatan Medan Kota, Kamis (30/11/2023) malam.

Ia pertama kali ditemukan oleh Ginting, pria yang disebut-sebut sebagai kekasihnya sekitar pukul 21:30 WIB.

Saat itu ia langsung berteriak minta tolong kepada pemilik indekost.

Ketika dilihat, kondisi Echa tak mengenakan pakaian.

Bagian pinggang ke bawah hanya ditutup kain, sementara atasan bertelanjang dada.

Namun demikian Echa masih bernyawa saat itu, meski kesusahan bernapas.

Bahkan ketika didudukkan di kursi dan di dalam mobil saat dibawa ke rumah sakit masih bernapas.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa membenarkan bahwa korban dibunuh.

Namun dia belum mau menjelaskan siapa pelakunya dan kapan ditangkap.

"Iya benar, yang bersangkutan merupakan korban pembunuhan," kata Kompol Fathir kepada Tribun-medan.com, Senin (4/12/2023).

(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved