Tribun Wiki

Mengenal Tradisi Kandang Natal dalam Perayaan Natal Bagi Umat Katolik

Umat Katolik mengenal sebuah tradisi bernama kandang Natal. Dimana tradisi ini mengingatkan kembali pada kelahiran Yesus Kristus

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Kandang Natal yang ada di areal Gereja Katolik Santo Yosef Balige pada saat malam Natal, Minggu (24/12/2023) malam. Kandang Natal tersebut dihiasi lampu. 

TRIBUN-MEDAN.COM,BALIGE - Dalam perayaan malam Natal 2023, acara misa kudus di Gereja Katolik Santo Yosef Balige dipimpin oleh Pastor Emanuel Sembiring.

Ia dikenal sebagai dosen liturgi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi.

Menurut Emanuel, dalam Natal, ada sebuah kisah mengenai kelahiran Yesus Kristus di kandang Natal.

Gambaran kesederhanaan yang lahir dalam kelahiran tersebut sebagai imbauan bagi seluruh umat Katolik agar tetap hidup sederhana dan ugahari.

Tepat pada 800 tahun yang lalu, atau tahun 1223, Santo Fransiskus Assisi merayakan Natal dengan mengedepankan sisi kesederhanaan.

"Kandang Natal yang memperlihatkan suasana sederhana. Di sana, Yosef dan Maria menempatkan Yesus Kristus pada palungan, dan para gembala tetap setia menyaksikan Juru Selamat lahir dari seorang perempuan perawan, Santa Maria," ujar Pastor Emanuel Sembiring, Minggu (24/12/2023) malam.

Kandang atau gua Natal merupakan bagian dari dekorasi gereja yang biasanya ditempatkan di sekitar altar suci.

Dalam kandang Natal tersebut akan ditemukan sejumlah tokoh penting dalam kelahiran Yesus Kristus antara lain: Santo Yosef, Santa Maria, para gembala, tiga orang majusi dari Timur, malaikat, dan Yesus Kristus dalam palungan.

Kandang Natal yang diterjemahkan dalam Bahasa Belanda; kerststal atau goa Natal adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suasana kelahiran Yesus di Betlehem.

Dalam bahasa Prancis, gambaran adegan kelahiran Yesus ini disebut crèche yang juga berarti palungan.

Di Italia, disebut presepe; di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol, seperti di Amerika Latin dan Meksiko, gambaran ini disebut Belen (dari Betlehem, nacimiento atau pesebre yang berasal dari bahasa Katalan).

Selain dua dimensi, kelahiran Yesus juga diperlihatkan dengan tiga dimensi yang dalam bentuk patung atau karya seni lainnya.

Santo Yosef dan Santa Maria berada di dalam sebuah kandang atau gua, yang digunakan untuk menaruh ternak.

Seekor keledai dan sapi menemani mereka, dan bayi Yesus diletakkan di palungan.

Kandang Natal kadang-kadang juga dilengkapi dengan orang-orang majus, para gembala, bala tentara malaikat dan bintang Betlehem.

Pada masa Natal, kandang Natal diciptakan dan dikeluarkan di rumah-rumah, gereja, dan taman-taman oleh orang-orang Katolik, dan juga Protestan.

Untuk masa Natal, dua perhiasan kandang Natal dipamerkan di Vatikan.

Yang pertama diletakkan di dalam Basilika Vatikan.

Yang kedua ditempatkan di Piazza San Pietro di depan pohon Natal, yang diciptakan oleh Santo Vincent Pallotti.

Meskipun Santo Fransiskus Assisi dianggap sebagai pencipta kandang Natal dalam tiga dimensi, sebelumnya sudah ada gambar-gambar dan lukisan-lukisan tentang hal ini.

Tradisi ini dibawa ke Spanyol dari Napoli pada masa pemerintahan Charles III dari Spanyol.

Di Provence, di Prancis Selatan, suasana kelahiran Yesus kadang-kadang dibuat dengan ratusan patung kecil dari tanah liat yang dicat, yang disebut santons.

Mereka mewakili semua pekerjaan dan profesi tradisional dari Provence lama.

Karena nilai budayanya, santons sering dikoleksi sebagai benda-benda seni atau kerajinan tangan, meskipun misalnya mereka tidak digunakan di palungan.

Di Meksiko dan bagian-bagian tertentu di Amerika Tengah, ada tradisi untuk membangun kandang Natal pada 16 Desember, hari pertama dari La Posada.

Di Kolombia hiasan Natal, termasuk pesebre dan the pohon Natal, dipasang pada 8 Desember, hari raya yang dikenal sebagai dia de las velitas (hari lilin).

Menurut tradisi, kandang Natal ini sedikit demi sedikit ditambahkan hari demi hari.

Bayi Yesus baru diletakkan di tempatnya pada 24 Desember dan pada hari-hari berikutnya diletakkanlah para gembala.

Orang majus baru ditambahkan ke kandang Natal ini pada 6 Januari, pada Hari Raya Epifani.

Kandang Natal ini baru dibongkar pada 2 Februari, yaitu hari Candlemas, yang menandai berakhirnya musim Epifani. (cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved