Tribun Wiki

Profil Hengki Haryadi, Polisi yang Perangi Preman Kini Sandang Bintang Satu

Kombes Hengki Haryadi kini ditunjuk menjadi penyidik tindak pidana utama TK II Bareskrim Polri. Dengan begitu, Hengki bakal menyandang bintang satu

Tayang:
Editor: Array A Argus
KOMPAS.com
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi Tanggapi Petugas Imigrasi Tewas Dilempar WNA Korsel di Apartemen 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Kombes Hengki Haryadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya ikut mendapat promosi jabatan.

Dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/2750/XII/KEP/2023, tertanggal 7 Desember 2023, Hengki Haryadi dimutasi sebagai penyidik tindak pidana utama TK II Bareskrim Polri.

Dengan begitu, Hengki Haryadi akan naik jabatan dan menyandang pangkat bintang satu.

Baca juga: Profil Irjen Karyoto, Kapolda Metro Jaya yang Dituding Ancam Pimpinan KPK

Sebab, sebagaimana diketahui, para pejabat yang duduk sebagai penyidik tindak pidana utama TK II Bareskrim Polri umumnya berpangkat Brigadir Jenderal.

Karena sebentar lagi menyandang pangkat bintang satu, banyak yang penasaran dengan profil Hengki Haryadi.

Polisi yang dikenal tak gentar melawan preman ini pun ternyata memiliki segudang pengalaman dan prestasi.

Profil Hengki Haryadi

Hengki Haryadi lahir di Palembang, 16 Oktober 1974.

Kini usianya 49 tahun.

Hengki Haryadi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 yang berpengalaman dalam bidang reserse.

Baca juga: Profil Faisol Izuddin Karimi, Mantan Pengawal Jokowi Kini Jadi Jenderal Termuda

Lulusan SMA Taruna Nusantara itu pernah menduduki sejumlah jabatan penting di Korps Bhayangkara.

Ia pernah menjadi Kepala Sat Reskrim Polres Tulangbawang Lampung pada 2004 silam.

Setahun kemudian, Hengki diangkat menjadi Kapolsek Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

Lalu, ayah empat anak ini dimutasi menjadi Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung.

Dikutip dari Kompas.tv, Hengki menjadi Kanit III Sat I Dit Reskrimum Polda Lampung tahun 2008.

Baca juga: Profil Komjen Rudy Heryanto Adi Nugroho, Bukan Akpol Tapi Bisa Menyandang Bintang 3 di Kepolisian

Dua tahun kemudian, ia menyandang pangkat Komisaris Polisi (Kompol) dengan jabatan Pamen di Polda Metro Jaya.

Setelah berpangkat Kompol, jabatan pimpinan pertama yang diemban Hengki Haryadi adalah menjadi Kapolsek Metro Gambir.

Kemudian, ia diangkat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, lalu Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Pada 2014, Hengki dipercaya menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Jabatan itu ia emban selama dua tahun, hingga akhirnya ditunjuk menjadi Wakil Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Tahun 2017, ia kembali dipindahtugaskan menjadi Kepala Subdit I Dittipideksus Bareskrim Polri.

Baca juga: Profil Brigjen Nurul Azizah, Polwan Pertama yang Jadi Jubir Polri Kini Bertugas di Lemdiklat

Di tahun yang sama, Hengki lagi-lagi dimutasi menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat, tepatnya pada Oktober 2017.

Kemudian, pada pertengahan November 2020, Hengki lalu diangkat menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Satu setengah tahun kemudian, suami dari Duma Intan Karenina itu mengemban amanat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya sejak 13 April 2022.

Hingga akhirnya kini, Hengki kembali ditarik ke Bareskrim yang sebentar lagi akan bergelar Brigjen.

Prestasi Hengki Haryadi

Hengki Haryadi dikenal sebagai perwira polisi yang memiliki sejumlah prestasi.

Ia pernah mengenyam pendidikan selama sembilan bulan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ke-29.

Mengutip Kompas.com, ia menjadi lulusan terbaik di angkatannya.

Baca juga: Profil Marsdya Andyawan Martono, Pilot F-16 yang Kini Jadi Wakasau

Saat bertugas di Polres Metro Jakarta Barat, Hengki beberapa kali berhadapan dengan preman kelas kakap, Hercules.

Ia bersama tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mencokok Hercules yang kerap melakukan tindakan kekerasan hingga pemalakan bersama anak buahnya kepada masyarakat di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada 2013.

Lima tahun kemudian, pada 2018, Hengki kembali berhadapan dengan Hercules saat menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.

Hercules beserta geng diketahui mengintimidasi dan menyebarkan ketakutan terhadap warga Kalideres saat mencoba menguasai lahan milik warga.

Selain Hercules, Hengki juga pernah menangkap sejumlah orang penting hingga artis.

Baca juga: PROFIL Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap Murka saat Prajuritnya Pratu Yuda Bagus Ditembak KKB di PBD

Pada Desember 2018, ia menangkap aktor Steve Emmanuel gara-gara kedapatan membawa narkoba.

Tiga tahun kemudian, Hengki menangkap anak dan menantu konglomerat Aburizal Bakrie yaitu Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani pada Juli 2021.

Pasangan ini ditangkap karena kasus narkoba.

Pertengahan 2019, Polres Metro Jakarta Barat berkolaborasi dengan penegak hukum narkoba dari Amerika Serikat, yaitu DEA.

Hasilnya, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkapkan penyelundupan sabu asal Amerika dengan modus bungkus kopi seberat 28 kilogram.

Pada Juni 2022, Kombes Hengki Haryadi memimpin penangkapan pemimpin tertinggi ormas Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja di Lampung.

Saat itu, ormas Khilafatul Muslimin dianggap meresahkan masyarakat.

Agustus 2022, Hengki menangkap empat pejabat BPN dalam kasus dugaan mafia tanah di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sindikat mafia tanah ini melibatkan sejumlah pegawai BPN, termasuk juga pendananya atau funder.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter    

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved