FT Medan Group Himbau Masyarakat Tidak Menyalakan Kembang Api di Area Operasional
Fuel Terminal Medan Group menghimbau masyarakat untuk tidak menghidupkan kembang api di area operasionalnya karena dapat memicu kebakaran
TRIBUN-MEDAN.COM - Fuel Terminal Medan Group menghimbau masyarakat untuk tidak menghidupkan kembang api di area operasionalnya karena dapat memicu kebakaran.
"Demi keamanan dan kenyamanan bersama kami menghimbau kepada masyarakat terutama di area ring satu Fuel Terminal Medan Grup untuk tidak merayakan pergantian tahun dengan menyalakan kembang api, karena kami mengelola BBM yang mudah terbakar," ujar Fuel Terminal Manager Medan Group, Deden Suhermat kepada Tribun Medan, Minggu (31/12/2023).
Dikatakan Deden, himbauan tersebut juga telah disampaikannya melalui baliho yang telah dipasang di sekitar Fuel Terminal Medan Group yakni di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
Pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada lurah dan kepala lingkungan setempat mengenai bahayanya penggunaan kembang api di area operasional Fuel Terminal Medan Group.
"Untuk antisipasi tahun baru kita memasang beberapa himbauan di tembok di sekitar Terminal Madan Grup terkait bahayanya kembang api, kemudian kita juga menyampaikan sosialisasi kepada lurah dan kepala lingkungan," katanya.
Selain itu, secara internal Fuel Terminal Medan Group juga telah menyiapkan tim Health Safety Security Environment (HSSE) dan petugas Security untuk selalu siap siaga selama 24 jam di titik yang rawan kembang api.
"Dari sisi internal kami juga melakukan upaya-upaya antara lain ada petugas HSSE dan Security yang selalu standby selama 24 jam di titik yang berpotensi ataupun rawan kembang api," paparnya.
Kemudian, Deden juga menyiapkan beberapa fasilitas yang dapat mendukung untuk mengantisipasi bahaya kembang api
"Kami juga menghidupkan beberapa fasilitas untuk mendinginkan tangki dan juga menyiapkan respon unit yang standby beroperasi pada malam pergantian tahun ini," ungkap Deden.
Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan BBM pada masa Natal dan Tahun Baru dalam kondisi aman, Fuel Terminal Medan Group terus beroperasi selama 24 jam nonstop.
"Terhitung mulai 15 Desember 2023 sampai dengan 7 Januari 2024 mendatang, telah diberlakukannya satgas Natal dan Tahun Baru 2023/2024. Selaras dengan itu Terminal Medan Grup terus beroperasi selama 24 jam," ucapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendukung penyediaan mobil tangki kantong di beberapa titik SPBU yang diprediksi akan mengalami lonjakan trafik.
Deden juga memastikan awak mobil tangki (AMT) tetap prima dalam menyalurkan BBM hingga kepslok daerah dengan menyediakan Klinik General Check Up (GCU).
"Dari sisi AMT akan dilakukan GCU untuk memastikan AMT yang akan bertugas dalam kondisi prima dan mobil tangkinya dilakukan pemeriksaan untuk memastikan mobil tangki yang digunakan dalam kondisi terbaik," kata Deden.
Selain itu, untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi, Deden menjelaskan, untuk coverage days produk BBM berada di atas lima hari.
"Untuk kondisi BBM sendiri untuk coverage days nya ada di atas lima hari, kemudian di Single Point Mooring (SPM) kita juga ada kapal yang siap bongkar sehingga dapat dipastikan bahwa untuk pergantian tahun baru ini BBM dalam kondisi aman," pungkasnya.
(cr10/tribun-medan.com)