Tribun Wiki
Mengenal Lalat Pasir yang Disebut Gigit Tentara Israel Hingga Terjangkit Penyakit Kulit
Saat ini sejumlah tentara Israel kabarnya terjangkit penyakit kulit akibat digigit lalat pasir. Lantas, seperti apa lalat pasir ini, simak ulasannya
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sejumlah tentara Israel dikabarkan terserang penyakit kulit akibat gigitan lalat pasir.
Kemunculan lalat pasir ini seiring dengan hancurnya gaza, sehingga meningkatkan populasi hewan pemakan darah ini.
Tidak hanya lalat pasir saja yang mulai merebak di Gaza, tapi juga tikus.
Parasit dari tikus ini lantas terbawa oleh lalat pasir yang menggigit tentara Israel, sehingga mereka terserang penyakit kulit dan korengan.
Saat kabar ini merebak, banyak yang menyebut bahwa tentara Israel itu terkena kutukan.
Mereka terkena kutukan akibat pembantaian dan pengeboman yang tanpa henti, sehingga banyak menewaskan anak-anak di Palestina.
Lantas, seperti apa sebenarnya lalat pasir ini? Berikut ulasannya.
Bentuk Lalat Pasir
Lalat pasir merupakan hewan kecil dari spesies atau genus dipteran (lalat) yang terbang, menggigit, dan menghisap darah yang ditemukan di daerah berpasir
Dikutip dari orkin.com, lalat pasir dewasa berukuran kecil – panjangnya hanya sekitar 3 mm – dan berwarna keemasan, kecoklatan, atau abu-abu.
Mereka memiliki mulut yang panjang dan tajam yang beradaptasi dengan baik untuk menghisap darah dari inang pilihannya.
Lalat pasir memiliki sayap yang tampak berbulu dalam bentuk V vertikal saat diam, suatu ciri yang membedakannya dari lalat kecil lainnya.
Selain itu, keenam kaki serangga dewasa sangat panjang, lebih panjang dari tubuh serangga.
Pemakan Darah
Lalat pasir betina adalah pemakan darah, namun lalat jantan tidak memakan darah.
Betina harus mengonsumsi makanan darah sebelum mereka dapat mengembangkan telur.
Namun, baik lalat pasir jantan ataupun betina akan mengonsumsi nutrisi terkait gula yang berasal dari nektar tanaman atau melon.
Inang lalat pasir sangat bervariasi.
Beberapa spesies memakan darah dari mamalia dan reptil, sementara Lutzomyia shannani, spesies lalat pasir yang umum di Florida dan negara bagian pesisir lainnya memakan darah rusa berekor putih, kuda, keledai, bagal, sapi, babi, rakun, hewan pengerat, burung, dan manusia.
Gigitannya Menyakitkan
Secara umum gigitan lalat pasir sangat menyakitkan.
Kebanyakan lalat pasir yang menggigit manusia mencari makan pada sore dan malam hari.
Pada beberapa kasus, lalat akan menyerang pada siang hari jika diganggu saat istirahat.
Tempat peristirahatan di siang hari meliputi rongga-rongga yang dekat dengan tanah seperti lubang pohon kering, batang kayu berlubang, tajuk pohon palem, dan kanopi hutan hujan tropis dan subtropis.
Tempat istirahat lalat pasir pada siang hari lainnya yakni di dalam rumah.
Reproduksi
Secara umum lalat pasir betina harus mengonsumsi darah untuk mengembangkan telurnya.
Lalat pasir berkembang dengan metamorfosis sempurna yang berarti melalui empat tahap perkembangan: telur, larva (lundi), pupa (kepompong) dan dewasa.
Lalat pasir menyelesaikan siklus hidupnya dalam waktu 1-3 bulan, tergantung spesies lalat pasir dan kondisi lingkungannya.
Lalat pasir betina dewasa bertelur sekitar 30-70 telur yang diletakkan tunggal dalam jumlah kecil di permukaan lembab seperti tanah di kawasan terlindung dengan kelembapan tinggi dan bahan organik tinggi.
Telur biasanya menetas sekitar dua minggu setelah disimpan.
Tahap larva mungkin memakan waktu tidak lebih dari tiga minggu untuk menjadi dewasa, tetapi bisa juga lebih lama jika larva berada di daerah yang harus bertahan dalam cuaca dingin.
Sebelum memasuki tahap kepompong, larva berhenti memakan bahan organik di habitatnya dan mencari tempat kepompong yang lebih kering dibandingkan habitat larvanya.
Tahap kepompong biasanya hanya berlangsung 1-2 minggu.
Setelah keluar dari kotak kepompong, serangga dewasa menyebar pada malam hari dan pejantan menyebar sebelum betina.
Penyakit Kulit
Keberadaan lalat pasir ini sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.
Jika lalat pasir menggigit hewan yang terpapar parasit, maka kemungkinan parasit itu bisa menular ke manusia yang digigitnya.
Tak heran, banyak kasus ditemukan manusia mengalami gatal-gatal yang parah akibat digigit lalat pasir ini.
Maka dari itu, saran yang perlu dilakukan untuk menghindari lalat pasir adalah menggunakan pakaian yang menutup kulit.
Jangan sampai kulit digigit lalat pasir, lantaran bisa memicu infeksi dan gatal-gatal.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Profil Natasya Ulibasa Palasa, Putri Indonesia Sumatera Utara Berpengalaman di UNICEF |
|
|---|
| 7 Ide Hari Pendidikan Nasional 2026 di Medan yang Inspiratif Dilaksanakan |
|
|---|
| Hari Pendidikan Nasional 2026 Apakah Libur? Ini Logo dan Maknanya |
|
|---|
| Sinopsis dan Link Nonton Istri Paruh Waktu MDTV yang Dibintangi Audi Marissa dan Arifin Putra |
|
|---|
| SOSOK Amin Wahyudi Harahap, Pencipta Lagu Viral Siti Mawarni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kolase-foto-lalat-pasir-dan-tentara-israel.jpg)